Lokal
Proklim di Kabupaten Tegal Belum Maksimal, Desa Srengseng Diverifikasi ProKlim Kategori Utama
Rabu, 19 Juni 2024 - 05:00 WIB
Author: Hermas Purwadi Editor: Adi Mulyadi
Proklim di Kabupaten Tegal Belum Maksimal, Desa Srengseng Diverifikasi ProKlim Kategori Utama

(Foto: - Hermas Purwadi/Radar Tegal Grup - Kepala DLH Muchtar Mawardi SKM MKes mensupport kegiatan verifikas ProKim kategori Utama di Desa Srengseng. Perkembangan Proklim di Kabupaten Tegal belum maksimal.)

RADAR CBS - Perkembangan Program Kampung Iklim (Proklim) di Kabupaten Tegal belum maksimal. Hal ini dikemukakan Kepala DLH, Muchtar Mawardi SKM MKes, saat verifikasi online Proklim kategori utama di Desa Srengseng Kecamatan Pagerbarang, Selasa 18 Juni 2024.

Menurut Muchtar, perkembangan Proklim di Kabupaten Tegal masih kurang maksimal. Sejak tahun 2019 sampai 2023 baru terdapat 5 kampung iklim yang berpredikat Madya. 

Kelimanya adalah Desa Guci Kecamatan Bumijawa dan Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa. Kemudian RW 04 Dukuhtere Desa Tuwel Kecamatan Bojong, Desa Penusupan Kecamatan Pangkah, dan  Desa Ujungrusi Kecamatan Adiwerna.

Dari 5 lokasi tersebut, terdapat 2 lokasi yang sudah pernah dilakukan verifikasi online oleh KLHK untuk penilaian menuju Proklim kategori utama. Yaitu Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa pada tahun 2022, dan Desa Ujungrusi Kecamatan Adiwerna pada tahun 2023. 

"Namun kedua lokasi tersebut belum lolos untuk ditetapkan sebagai ProKlim Kategori Utama," jelas Muchtar.

Verifikasi Proklim Kategori Utama

Pada tahun 2024 ini, sambung Muchtar, satu lokasi yang akan diverifikasi secara online untuk memperoleh ProKlim Kategori Utama yakni Desa Srengseng Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal.

"Pelaksanaan verifikasinya dilakukan pada kesempatan ini. Semoga kegiatan verifikasi ini berjalan lancar. Segala upaya adaptasi dan mitigasi yang telah dilakukan Desa Srengseng mendapatkan apresiasi dari KLHK dan dapat ditetapkan sebagai Desa Proklim Kategori Utama," ungkapnya. 

Menurutnya ada beberapa hal yang telah dilakukan Desa Srengseng terkait dengan upaya mitigasi dan adaptasi dalam rangka penanganan perubahan iklim melalui lembaga utama, yaitu PKK.

Upaya adaptasi

Kegiatan adaptasi yang telah dilaksanakan, yakni pemanenan air hujan berupa embung dan peresapan air berupa lubang biopori. Kemudian sumur resapan dan rorak atau jogangan.

Selain itu, penghematan penggunaan air berupa penggunaan kembali air yang sudah dipakai untuk keperluan tertentu. Serta imbauan dengan penempelan stiker hemat air.

Kegiatan mitigasi

Sementara kegiatan mitigasi yang sudah dilakukan berupa pengelolaan sampah, limbah padat, dan cair. Lalu penghematan energi listrik dan air, penggunaan LPG serta menjemur hasil bumi padi. 

Dia berharap apa yang telah dilakukan di Desa Srengseng mendapat penilaian dari KLHK. Sehingga Desa Srengseng dapat menjadi Desa Proklim Kategori Utama.

Demikian informasi terkait perkembangan Proklim di Kabupaten Tegal belum maksimal. Dari 2019 hingga 2023, belum satu pun desa yang ditetapkan sebagai Desa Proklim Kategori Utama. (*)

  • Share :
Home > Lokal
Proklim di Kabupaten Tegal Belum Maksimal, Desa Srengseng Diverifikasi ProKlim Kategori Utama
Author: Hermas Purwadi
Rabu, 19 Juni 2024 - 05:00 WIB
Proklim di Kabupaten Tegal Belum Maksimal, Desa Srengseng Diverifikasi ProKlim Kategori Utama

(Foto: - Hermas Purwadi/Radar Tegal Grup - Kepala DLH Muchtar Mawardi SKM MKes mensupport kegiatan verifikas ProKim kategori Utama di Desa Srengseng. Perkembangan Proklim di Kabupaten Tegal belum maksimal.)

<
RADAR CBS - Perkembangan Program Kampung Iklim (Proklim) di Kabupaten Tegal belum maksimal. Hal ini dikemukakan Kepala DLH, Muchtar Mawardi SKM MKes, saat verifikasi online Proklim kategori utama di Desa Srengseng Kecamatan Pagerbarang, Selasa 18 Juni 2024.

Menurut Muchtar, perkembangan Proklim di Kabupaten Tegal masih kurang maksimal. Sejak tahun 2019 sampai 2023 baru terdapat 5 kampung iklim yang berpredikat Madya. 

Kelimanya adalah Desa Guci Kecamatan Bumijawa dan Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa. Kemudian RW 04 Dukuhtere Desa Tuwel Kecamatan Bojong, Desa Penusupan Kecamatan Pangkah, dan  Desa Ujungrusi Kecamatan Adiwerna.

Dari 5 lokasi tersebut, terdapat 2 lokasi yang sudah pernah dilakukan verifikasi online oleh KLHK untuk penilaian menuju Proklim kategori utama. Yaitu Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa pada tahun 2022, dan Desa Ujungrusi Kecamatan Adiwerna pada tahun 2023. 

"Namun kedua lokasi tersebut belum lolos untuk ditetapkan sebagai ProKlim Kategori Utama," jelas Muchtar.

Verifikasi Proklim Kategori Utama

Pada tahun 2024 ini, sambung Muchtar, satu lokasi yang akan diverifikasi secara online untuk memperoleh ProKlim Kategori Utama yakni Desa Srengseng Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal.

"Pelaksanaan verifikasinya dilakukan pada kesempatan ini. Semoga kegiatan verifikasi ini berjalan lancar. Segala upaya adaptasi dan mitigasi yang telah dilakukan Desa Srengseng mendapatkan apresiasi dari KLHK dan dapat ditetapkan sebagai Desa Proklim Kategori Utama," ungkapnya. 

Menurutnya ada beberapa hal yang telah dilakukan Desa Srengseng terkait dengan upaya mitigasi dan adaptasi dalam rangka penanganan perubahan iklim melalui lembaga utama, yaitu PKK.

Upaya adaptasi

Kegiatan adaptasi yang telah dilaksanakan, yakni pemanenan air hujan berupa embung dan peresapan air berupa lubang biopori. Kemudian sumur resapan dan rorak atau jogangan.

Selain itu, penghematan penggunaan air berupa penggunaan kembali air yang sudah dipakai untuk keperluan tertentu. Serta imbauan dengan penempelan stiker hemat air.

Kegiatan mitigasi

Sementara kegiatan mitigasi yang sudah dilakukan berupa pengelolaan sampah, limbah padat, dan cair. Lalu penghematan energi listrik dan air, penggunaan LPG serta menjemur hasil bumi padi. 

Dia berharap apa yang telah dilakukan di Desa Srengseng mendapat penilaian dari KLHK. Sehingga Desa Srengseng dapat menjadi Desa Proklim Kategori Utama.

Demikian informasi terkait perkembangan Proklim di Kabupaten Tegal belum maksimal. Dari 2019 hingga 2023, belum satu pun desa yang ditetapkan sebagai Desa Proklim Kategori Utama. (*)

Editor: Adi Mulyadi
  • Share :
Lainnya