Gerakan Pemberdayaan Perempuan di Jatinegara Tegal Semakin Kuat, Maadah: Jangan Terpengaruh Budaya Barat
11 Jun 2024 09:00:00 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
Gerakan Pemberdayaan Perempuan di Jatinegara Tegal Semakin Kuat, Maadah: Jangan Terpengaruh Budaya Barat

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal Grup - Sejumlah tokoh perempuan mengikuti Mudzakaroh di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Gerakan pemberdayaan perempuan di Jatinegara Tegal semakin kuat dimotori Muslimat dan Fatayat NU.)

RADAR CBS - Gerakan pemberdayaan perempuan semakin kuat di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Motor penggeraknya adalah Muslimat dan Fatayat NU setempat.

Seperti tampak dalam acara Mudzakaroh Muslimat dan Fatayat yang dipusatkan di Desa Capar, Minggu 9 Juni 2024. Maadah, calon anggota DPRD Kabupaten Tegal terpilih menuturkan, acara Mudzakaroh ini dihadiri Ketua Muslimat NU Kabupaten Tegal, Ketua MWCNU, Ranting NU, Ansor, dan Banser.

“Mudzakaroh Muslimat dan Fatayat semangatnya luar biasa dalam gerakan pemberdayaan perempuan di Kecamatan Jatinegara. Komunitas perempuan di sini menjadi sebuah kekuatan perubahan,” kata Maadah.

Dia menekankan pentingnya partisipasi perempuan dalam pembangunan bangsa sebagai pilar kekuatan di era 4.0. Diharapkan, tradisi jamaah dan gerakan perempuan ini tidak terpengaruh oleh kebudayaan globalisasi negara barat.

Selain aktif di Fatayat, Maadah juga menjabat sebagai ketua Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Kabupaten Tegal. Dalam perannya, dia getol menyuarakan advokasi, perlindungan, pendidikan, serta anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Acara ini menunjukkan bagaimana perempuan di Kecamatan Jatinegara semakin berperan aktif dalam berbagai bidang, termasuk sosial, budaya, dan politik. Dengan demikian, peran perempuan diharapkan semakin kuat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

"Semoga kaderisasi perempuan di Kecamatan Jatinegara dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ucapnya.

Menurut Maadah, untuk menghadapi era globalisasi dan digitalisasi, peran perempuan dalam pembangunan semakin penting. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan bagi perempuan.

“Saya berharap gerakan ini dapat terus berjalan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” tutupnya. 

Demikian informasi terkait gerakan pemberdayaan perempuan di Jatinegara Tegal semakin kuat. Gerakan ini dimotori Muslimat dan Fatayat NU. (*)

  • Share :
Gerakan Pemberdayaan Perempuan di Jatinegara Tegal Semakin Kuat, Maadah: Jangan Terpengaruh Budaya Barat
Author: Yeri Noveli
Editor: Adi Mulyadi
11 Jun 2024 09:00:00 WIB
Gerakan Pemberdayaan Perempuan di Jatinegara Tegal Semakin Kuat, Maadah: Jangan Terpengaruh Budaya Barat

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal Grup - Sejumlah tokoh perempuan mengikuti Mudzakaroh di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Gerakan pemberdayaan perempuan di Jatinegara Tegal semakin kuat dimotori Muslimat dan Fatayat NU.)

<

RADAR CBS - Gerakan pemberdayaan perempuan semakin kuat di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Motor penggeraknya adalah Muslimat dan Fatayat NU setempat.

Seperti tampak dalam acara Mudzakaroh Muslimat dan Fatayat yang dipusatkan di Desa Capar, Minggu 9 Juni 2024. Maadah, calon anggota DPRD Kabupaten Tegal terpilih menuturkan, acara Mudzakaroh ini dihadiri Ketua Muslimat NU Kabupaten Tegal, Ketua MWCNU, Ranting NU, Ansor, dan Banser.

“Mudzakaroh Muslimat dan Fatayat semangatnya luar biasa dalam gerakan pemberdayaan perempuan di Kecamatan Jatinegara. Komunitas perempuan di sini menjadi sebuah kekuatan perubahan,” kata Maadah.

Dia menekankan pentingnya partisipasi perempuan dalam pembangunan bangsa sebagai pilar kekuatan di era 4.0. Diharapkan, tradisi jamaah dan gerakan perempuan ini tidak terpengaruh oleh kebudayaan globalisasi negara barat.

Selain aktif di Fatayat, Maadah juga menjabat sebagai ketua Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Kabupaten Tegal. Dalam perannya, dia getol menyuarakan advokasi, perlindungan, pendidikan, serta anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Acara ini menunjukkan bagaimana perempuan di Kecamatan Jatinegara semakin berperan aktif dalam berbagai bidang, termasuk sosial, budaya, dan politik. Dengan demikian, peran perempuan diharapkan semakin kuat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

"Semoga kaderisasi perempuan di Kecamatan Jatinegara dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ucapnya.

Menurut Maadah, untuk menghadapi era globalisasi dan digitalisasi, peran perempuan dalam pembangunan semakin penting. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan bagi perempuan.

“Saya berharap gerakan ini dapat terus berjalan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” tutupnya. 

Demikian informasi terkait gerakan pemberdayaan perempuan di Jatinegara Tegal semakin kuat. Gerakan ini dimotori Muslimat dan Fatayat NU. (*)

  • Share :
Lainnya