Begini Strategi dan Cara Dinkes Cegah Stunting di Kabupaten Tegal
10 Jun 2024 06:00:00 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
Begini Strategi dan Cara Dinkes Cegah Stunting di Kabupaten Tegal

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal Grup - Dinkes Kabupaten Tegal menggelar Rakor persiapan pelaksanaan kegiatan PMTL 2024, baru-baru ini.PMTL menjadi salah satu strategi dan cara Dinkes cegah stunting di Kabupaten Tegal. )

RADAR CBS - Berbagai strategi dan cara ditempuh Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk cegah stunting di Kabupaten Tegal. Salah satunya yakni dengan pemenuhan gizi para balita melalui program pemberian makanan tambahan lokal (PMTL) di 29 Puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Tegal.

Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, dr Ruszaeni mengatakan, anggaran kegiatan PMTL ini bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, juga dari Dana Alokasi Khusus NF (BOK Puskemas) serta dari Dana Desa (DD).

Menurut Ruszaeni, PMTL ini tujuannya untuk meningkatkan status gizi serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak. Supaya tercapai status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut.

Selain itu, juga untuk meminimalisir tingginya prevalensi masalah gizi tahun 2023 di Kabupaten Tegal. Utamanya pada kasus Stunting yang mencapai 16,14 persen, Underweight 13,68 persen, dan Wasting 8,08 persen.

"Sedangkan target stunting yang ditetapkan Presiden RI tahun 2024 adalah 14 persen. Karena itulah, kita gencar menggalakan PMTL ini," kata Ruszaeni.

Menurutnya, Puskesmas Pangkah juga telah menggelar rapat koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan kegiatan PMTL 2024. Rapat dilaksanakan di aula puskesmas setempat, pada 30 Mei 2024 lalu.

Rakor itu melibatkan lintas program dan lintas sektor dari 14 desa untuk mendukung kelancaran kegiatan. Kegiatan menghadirkan Kepala Puskesmas, Ketua TP-PKK, PJ UKM, Bidan Desa, Nutrisionis, Sanitarian, Promkes, dan Kader Kesehatan.

"Kegiatan ini juga diisi materi tentang keamanan pangan, gizi balita, dan pembekalan PMTL," kata Ruszaeni.

Ruszaeni menambahkan, rakor juga dilengkapi dengan demo memasak yang diwakili oleh Kader Desa Grobog Kulon dengan menu PMTL Dimsum Ceria dan Sempol Burger.

"Dalam rakor itu juga ada diskusi untuk menentukan menu PMTL. Dibahas oleh Nutrisionis dan Kader yang terlibat," imbuhnya.

Demikian informasi mengenai strategi dan cara Dinkes cegah stunting di Kabupaten Tegal. Semoga bermanfaat. (*)

  • Share :
Begini Strategi dan Cara Dinkes Cegah Stunting di Kabupaten Tegal
Author: Yeri Noveli
Editor: Adi Mulyadi
10 Jun 2024 06:00:00 WIB
Begini Strategi dan Cara Dinkes Cegah Stunting di Kabupaten Tegal

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal Grup - Dinkes Kabupaten Tegal menggelar Rakor persiapan pelaksanaan kegiatan PMTL 2024, baru-baru ini.PMTL menjadi salah satu strategi dan cara Dinkes cegah stunting di Kabupaten Tegal. )

<

RADAR CBS - Berbagai strategi dan cara ditempuh Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk cegah stunting di Kabupaten Tegal. Salah satunya yakni dengan pemenuhan gizi para balita melalui program pemberian makanan tambahan lokal (PMTL) di 29 Puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Tegal.

Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, dr Ruszaeni mengatakan, anggaran kegiatan PMTL ini bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, juga dari Dana Alokasi Khusus NF (BOK Puskemas) serta dari Dana Desa (DD).

Menurut Ruszaeni, PMTL ini tujuannya untuk meningkatkan status gizi serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak. Supaya tercapai status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut.

Selain itu, juga untuk meminimalisir tingginya prevalensi masalah gizi tahun 2023 di Kabupaten Tegal. Utamanya pada kasus Stunting yang mencapai 16,14 persen, Underweight 13,68 persen, dan Wasting 8,08 persen.

"Sedangkan target stunting yang ditetapkan Presiden RI tahun 2024 adalah 14 persen. Karena itulah, kita gencar menggalakan PMTL ini," kata Ruszaeni.

Menurutnya, Puskesmas Pangkah juga telah menggelar rapat koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan kegiatan PMTL 2024. Rapat dilaksanakan di aula puskesmas setempat, pada 30 Mei 2024 lalu.

Rakor itu melibatkan lintas program dan lintas sektor dari 14 desa untuk mendukung kelancaran kegiatan. Kegiatan menghadirkan Kepala Puskesmas, Ketua TP-PKK, PJ UKM, Bidan Desa, Nutrisionis, Sanitarian, Promkes, dan Kader Kesehatan.

"Kegiatan ini juga diisi materi tentang keamanan pangan, gizi balita, dan pembekalan PMTL," kata Ruszaeni.

Ruszaeni menambahkan, rakor juga dilengkapi dengan demo memasak yang diwakili oleh Kader Desa Grobog Kulon dengan menu PMTL Dimsum Ceria dan Sempol Burger.

"Dalam rakor itu juga ada diskusi untuk menentukan menu PMTL. Dibahas oleh Nutrisionis dan Kader yang terlibat," imbuhnya.

Demikian informasi mengenai strategi dan cara Dinkes cegah stunting di Kabupaten Tegal. Semoga bermanfaat. (*)

  • Share :
Lainnya