Peringati Hari Lahir Pancasila, 3 PNS Teladan Kabupaten Tegal Dapat Penghargaan
02 Jun 2024 09:00:00 WIB
Author: Adi Mulyadi Editor: Adi Mulyadi
Peringati Hari Lahir Pancasila, 3 PNS Teladan Kabupaten Tegal Dapat Penghargaan

(Foto: - Tangkapan Layar - Mewakili Pj Bupati Sekda menyerahkan penghargaan kepada 3 PNS teladan Kabupaten Tegal saat peringati Hari Lahir Pancasila.)

RADAR CBS - Peringatan Hari Lahir Pancasila, 3 Pegawai Negeri Sipil (PNS) teladan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal menerima penghargaan. 

Penyerahan penghargaan dari Pj Bupati Tegal yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Amir Makhmud kepada 3 PNS teladan ini, dilaksanakan usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan upacara Kantor Setda Kabupaten Tegal, Sabtu 01 Juni 2024.

Tiga PNS teladan Kabupaten Tegal yang dapat penghargaan saat peringati Hari Lahir Pancasila itu, yakni Rokhlani, Tambudi, dan Yuki Fitria Ma’atisya.

Rokhlani, merupakan penyuluh pertanian ahli madya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Dia menduduki peringkat pertama PNS teladan yang mendapat penghargaan dari Pj Bupati Tegal.

Peringkat kedua diduduki Tambudi, penata kependudukan dan keluarga berencana ahli muda Dinas P3AP2KB. Sedang peringkat ketiga diraih Yuki Fitria Ma’atisya, dokter ahli pertama di RSUD dr Soeselo, Slawi. 

Selain piagam, mereka juga mendapatkan hadiah uang tunai. Peringkat satu mendapatkan Rp2,5 juta, peringkat dua Rp2 juta dan peringkat tiga Rp1,5 juta.

Penghargaan PNS teladan motivasi pegawai

Amir Makhmud mengatakan, dengan penghargaan itu, harapannya dapat memberikan motivasi dan meningkatkan kinerja PNS yang profesional, kompetitif dan kompeten. Utamanya dalam pelaksanana tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Selain itu, juga wujud penghargaan kepada PNS atas integritas dan loyalitas yang tinggi serta berkinerja baik," terangnya.

Sementara itu, Rokhlani mengaku senang dan bangga dengan penghargaan yang diterimanya. Dia berharap capaian ini bisa menginspirasi ASN dan petani agar lebih bersemangat dalam bekerja.

"Dunia pertanian saat ini dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Seperti perubahan iklim, kelangkaan pupuk kimia bersubsidi, serangan hama dan penyakit pada tanaman, pencemaran lingkungan hingga regenerasi petani muda," katanya.

Karena itu, Rokhlani memandang penting upaya mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Konsep pertanian alamiah harus dikembalikan.

“Kita perlu mensubstitusi pupuk kimia dengan pupuk organik. Karena dampak negatif penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan selain merusak lingkungan juga menurunkan produktivitas atau hasil pertanian,” ungkapnya.

Melalui konsep pertanian organik berbasis sumber daya lokal, menurutnya, akan ada keseimbangan lingkungan atau agro ekosistem lahan pertanian akan bisa kembali lagi. Karena itu, saat ini pihaknya terus mendorong penggunaan pupuk dan pestisida organik di kalangan petani dengan memanfaatkan bahan baku lokal.

Inovasi teknologi pertaian

Rokhlani mengatakan dirinya telah mengembangkan inovasi teknologi pertanian. Antara lain pupuk organik cair, pupuk oranik padat, pestisida hayati, dan pestisida nabati. 

Dia mengungkapkan, teknologi terapan pertanian organik yang sudah diajarkan lewat penyuluh pertanian ini sudah banyak diterapkan dan dikembangkan petani ataupun kelompok tani. 

Seperti petani beras organik di Desa Cawitali, Kecamatan Bumijawa dari yang semula hanya diterapkan pada lahan seluas satu hektare kini berkembang menjadi hampir 10 hektare.

“Lahan pertanian beras organik yang sudah terverifikasi organik di Desa Cawitali hampir mencapai 10 hektare. Harapannya, konsumen beras organik juga akan terus bertambah,” ungkapnya.

Menurutnya, dari program pelatihan tersebut sudah ada beberapa petani atau kelompok tani yang mampu memproduksi. Selain itu mengemas pupuk dan pestisida organik untuk dipasarkan di kalangan sendiri.

"Sedangkan penjualannya ke luar masih terkendala legalitas perizinan. Seperti pendaftaran nomor induk berusaha, perizinan usaha perdagangan, NPWP, merek dagang dan sebagainya," jelasnya.

“Sehingga perlu sentuhan pendampingan dari stakeholders agar produk pupuk dan pestisida organik buatan para petani ini bisa beredar resmi di pasaran,” pungkasnya sebagimana dilansir Radartegal.disway.id.

Demikian informasi terkait 3 pns teladan di Kabupaten Tegal terima penghargaan saat peringati Hari Lahir Pancasila. Penghargaan diserahkan langsung Sekda mewakili Pj Bupati Tegal. (*) 

  • Share :
Peringati Hari Lahir Pancasila, 3 PNS Teladan Kabupaten Tegal Dapat Penghargaan
Author: Adi Mulyadi
Editor: Adi Mulyadi
02 Jun 2024 09:00:00 WIB
Peringati Hari Lahir Pancasila, 3 PNS Teladan Kabupaten Tegal Dapat Penghargaan

(Foto: - Tangkapan Layar - Mewakili Pj Bupati Sekda menyerahkan penghargaan kepada 3 PNS teladan Kabupaten Tegal saat peringati Hari Lahir Pancasila.)

<

RADAR CBS - Peringatan Hari Lahir Pancasila, 3 Pegawai Negeri Sipil (PNS) teladan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal menerima penghargaan. 

Penyerahan penghargaan dari Pj Bupati Tegal yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Amir Makhmud kepada 3 PNS teladan ini, dilaksanakan usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan upacara Kantor Setda Kabupaten Tegal, Sabtu 01 Juni 2024.

Tiga PNS teladan Kabupaten Tegal yang dapat penghargaan saat peringati Hari Lahir Pancasila itu, yakni Rokhlani, Tambudi, dan Yuki Fitria Ma’atisya.

Rokhlani, merupakan penyuluh pertanian ahli madya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Dia menduduki peringkat pertama PNS teladan yang mendapat penghargaan dari Pj Bupati Tegal.

Peringkat kedua diduduki Tambudi, penata kependudukan dan keluarga berencana ahli muda Dinas P3AP2KB. Sedang peringkat ketiga diraih Yuki Fitria Ma’atisya, dokter ahli pertama di RSUD dr Soeselo, Slawi. 

Selain piagam, mereka juga mendapatkan hadiah uang tunai. Peringkat satu mendapatkan Rp2,5 juta, peringkat dua Rp2 juta dan peringkat tiga Rp1,5 juta.

Penghargaan PNS teladan motivasi pegawai

Amir Makhmud mengatakan, dengan penghargaan itu, harapannya dapat memberikan motivasi dan meningkatkan kinerja PNS yang profesional, kompetitif dan kompeten. Utamanya dalam pelaksanana tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Selain itu, juga wujud penghargaan kepada PNS atas integritas dan loyalitas yang tinggi serta berkinerja baik," terangnya.

Sementara itu, Rokhlani mengaku senang dan bangga dengan penghargaan yang diterimanya. Dia berharap capaian ini bisa menginspirasi ASN dan petani agar lebih bersemangat dalam bekerja.

"Dunia pertanian saat ini dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Seperti perubahan iklim, kelangkaan pupuk kimia bersubsidi, serangan hama dan penyakit pada tanaman, pencemaran lingkungan hingga regenerasi petani muda," katanya.

Karena itu, Rokhlani memandang penting upaya mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Konsep pertanian alamiah harus dikembalikan.

“Kita perlu mensubstitusi pupuk kimia dengan pupuk organik. Karena dampak negatif penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan selain merusak lingkungan juga menurunkan produktivitas atau hasil pertanian,” ungkapnya.

Melalui konsep pertanian organik berbasis sumber daya lokal, menurutnya, akan ada keseimbangan lingkungan atau agro ekosistem lahan pertanian akan bisa kembali lagi. Karena itu, saat ini pihaknya terus mendorong penggunaan pupuk dan pestisida organik di kalangan petani dengan memanfaatkan bahan baku lokal.

Inovasi teknologi pertaian

Rokhlani mengatakan dirinya telah mengembangkan inovasi teknologi pertanian. Antara lain pupuk organik cair, pupuk oranik padat, pestisida hayati, dan pestisida nabati. 

Dia mengungkapkan, teknologi terapan pertanian organik yang sudah diajarkan lewat penyuluh pertanian ini sudah banyak diterapkan dan dikembangkan petani ataupun kelompok tani. 

Seperti petani beras organik di Desa Cawitali, Kecamatan Bumijawa dari yang semula hanya diterapkan pada lahan seluas satu hektare kini berkembang menjadi hampir 10 hektare.

“Lahan pertanian beras organik yang sudah terverifikasi organik di Desa Cawitali hampir mencapai 10 hektare. Harapannya, konsumen beras organik juga akan terus bertambah,” ungkapnya.

Menurutnya, dari program pelatihan tersebut sudah ada beberapa petani atau kelompok tani yang mampu memproduksi. Selain itu mengemas pupuk dan pestisida organik untuk dipasarkan di kalangan sendiri.

"Sedangkan penjualannya ke luar masih terkendala legalitas perizinan. Seperti pendaftaran nomor induk berusaha, perizinan usaha perdagangan, NPWP, merek dagang dan sebagainya," jelasnya.

“Sehingga perlu sentuhan pendampingan dari stakeholders agar produk pupuk dan pestisida organik buatan para petani ini bisa beredar resmi di pasaran,” pungkasnya sebagimana dilansir Radartegal.disway.id.

Demikian informasi terkait 3 pns teladan di Kabupaten Tegal terima penghargaan saat peringati Hari Lahir Pancasila. Penghargaan diserahkan langsung Sekda mewakili Pj Bupati Tegal. (*) 

  • Share :
Lainnya