Napak Tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal, 12 Perwira Tinggi TNI AL Datangi Gedung DPRD
01 Jun 2024 05:00:00 WIB
Author: K Anam Syahmadani Editor: Adi Mulyadi
Napak Tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal, 12 Perwira Tinggi TNI AL Datangi Gedung DPRD

(Foto: - K Anam Syahmadani/Radar Tegal Grup - Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro bersama Sekretaris DPRD Herviyanto mendampingi Dankodiklatal Letnan Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah SE MM MTr Han dan rombongan yang berkunjung ke Gedung DPRD. Kedatangan Dankodiklatal d)

RADAR CBS - Belasan Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut (AL) mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Kamis 30 Mei 2024. Kedatangan mereka untuk melakukan napak tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Angkatan Laut.

Selain itu, juga dalam rangka kunjungan kerja  Komandan Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Dankodiklatal) Letnan Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah SE MM MTr Han ke Wilayah Kerja Pangkalan TNI AL (Lanal) Tegal.

Dalam kegiatan napak tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal di Gedung DPRD. 12 Perwira Tinggi TNI AL diterima langsung Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro bersama Pimpinan Fraksi-Fraksi serta Sekretaris DPRD Herviyanto GWP di Ruang Rapat Paripurna. 

Menurut Kusnendro, ini adalah momen yang sangat ersejarah dan penuh makna bagi semua. Khususnya Keluarga Besar TNI Angkatan Laut dan masyarakat Kota Tegal. 

Tegal tempat berdirinya Sekolah Angkatan Laut pertama

Kusnendro menyatakan, Kota Tegal memiliki peran penting dalam sejarah Pendidikan Angkatan Laut Indonesia. 

“Di sinilah berdiri Sekolah Angkatan Laut pertama yang menjadi cikal bakal lahirnya para prajurit tangguh yang berkomitmen untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara,” jelas Kusnendro.

Lebih lanjut dia mengatakan, Peringatan Hari Pendidikan Angkatan Laut dan napak tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal merupakan bentuk penghormatan. Selain itu, juga apresiasi terhadap jasa-jasa para pendahulu yang telah berjuang keras dalam membangun fondasi pendidikan militer maritim di Indonesia. 

DPRD sebagai bagian dari pemerintahan daerah sangat menghargai kontribusi besar yang telah diberikan TNI Angkatan Laut. Dewan menyadari pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam membangun kekuatan dan kemandirian bangsa. 

Karena itu, DPRD selalu mendukung penuh berbagai program pendidikan, termasuk pendidikan militer yang dilaksanakan TNI Angkatan Laut. Dewan percaya melalui pendidikan berkualitas dapat mencetak sumber daya manusia unggul, berintegritas, dan berdedikasi tinggi.

Pada kesempatan ini, DPRD juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh prajurit dan tenaga pendidik di lingkungan TNI Angkatan Laut. 

Dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan tidak hanya mengharumkan nama TNI Angkatan Laut. Tetapi juga menginspirasi semua untuk terus berbuat yang terbaik bagi negara tercinta.

“Kehadiran para pemimpin utama dalam pendidikan dan pelatihan TNI Angkatan Laut di Kota Tegal ini menunjukkan komitmen kuat untuk terus membangun dan mengembangkan sumber daya manusia yang andal dan profesional di bidang kemaritiman,” ungkap Kusnendro. 

Sejarah maritim Tegal potensi dikembangkan

Politisi PDI Perjuangan melanjutkan, Kota Tegal dengan sejarah maritimnya yang panjang, memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan. 

Karena itu, kerja sama antara Pemerintah Daerah, DPRD, dan TNI Angkatan Laut sangat penting dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan dapat lebih efektif dalam melaksanakan berbagai program pembangunan.

“Baik di sektor pertahanan, pendidikan, maupun kesejahteraan masyarakat. Akhir kata, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Angkatan Laut."

"Semoga acara ini dapat memberikan semangat baru dan inspirasi bagi semua untuk terus melanjutkan perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ucap Kusnendro lagi.

Dankodiklatal Letnan Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah SE MM MTr Han menyampaikan terima kasih kepada DPRD yang telah berkenan menerima. Menurutnya, ada 12 Perwira Tinggi yang datang untuk napak tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal. 

Tegal hasilkan pahlawan

Sebagaimana diketahui, Tegal merupakan induk, awal mula dari sejarah Pendidikan Angkatan Laut. Tegal juga sudah menghasilkan nama tenar yang menjadi pahlawan.

Antara lain Ali Sadikin, RE Martadinata, Sudomo, Yos Sudarso, dan lainnya. 

“Saya mendapat laporan dari pendidik prajurit. Ada delapan anak muda Tegal yang sedang melaksanakan pendidikan di Surabaya. Buat kami semua, Tegal selalu yang ada dalam benak. Dari sini kita berasal, mulai lahir, dan berkembang,” kata Dankodiklatal. 

Nur Alamsyah mengatakan, Tegal memiliki arti penting untuk Republik Indonesia, khususnya TNI Angkatan Laut. Banyak hal yang bisa dipelajari dari sejarah Angkatan Laut di Tegal. 

Dankodilatal lalu mengenang perjuangan Kolonel Darwis Djamin yang mendatangkan pasukan dari Padang untuk bergabung dengan pasukan BKR Laut saat perjuangan kemerdekaan.

“Dengan mengenang, mempelajari, kami berharap mengembalikan ruh Pendidikan Angkatan Laut,” harapnya.

Buku Tegal Berjuang

Sementara itu, Sekretaris DPRD Herviyanto GWP mengungkapkan, DPRD menyambut para tamu istimewanya ini dengan menyuguhkan jajanan khas Tegal, seperti pilus dan lainnya. Dewan juga memberikan cinderamata berupa sarung goyor. 

“Kami berharap dengan menjadi oleh-oleh, jajanan dan sarung khas ini bisa terpromosikan keluar,” ujar Herviyanto.

Selain itu, DPRD juga memberikan kenang-kenangan buku Tegal Berjuang yang mengisahkan sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Tegal, Brebes, dan Slawi. 

Buku ini terdiri dari sembilan bagian, yang antara lain memuat bab tentang Detik-Detik Proklamasi dan Pengibaran Bendera Merah Putih di Tegal, Pembentukan BKR, dan Reorganisasi TKR. 

Kemudian, Peristiwa Tiga Daerah, Pembentukan Kesatuan Angkatan Bersenjata di Tegal, Perlawanan Terhadap Belanda, serta Agresi Belanda I atau Perang Kemerdekaan I. Selanjutnya, Agresi Belanda II atau Perang Kemerdekaan II, Munculnya Gerakan DI-TII, dan Gencatan Senjata. 

Buku Tegal Berjuang juga dilengkapi dengan foto-foto perjuangan kemerdekaan. Tegal Berjuang diterbitkan secara profesional dan memenuhi kaidah penerbitan sebuah buku serta telah mengantongi International Standard Number Book (ISBN). 

“Buku ini adalah satu-satunya buku yang bisa menjelaskan sejarah lahirnya TNI Angkatan Laut maupun kejadian peperangan ataupun pertempuran yang waktu itu terjadi,” sebut Herviyanto.

Selanjutnya, para Perwira Tinggi disuguhkan pameran arsip dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Tegal yang dipajang di Gedung DPRD. 

Kemudian, melihat prasasti bersejarah di Gedung DPRD yang menerangkan gedung tersebut pernah menjadi markas Angkatan Laut Republik Indonesia Pangkalan IV di bawah pimpinan Kolonel Darwis Djamin. 

Setelah Kota Tegal ditetapkan sebagai kota kecil pada 1950 di era kemerdekaan, Kantor Residen berubah fungsi menjadi Balai Kota Madya Tegal. Sampai akhirnya, Kota Tegal dan Kabupaten Tegal secara administratif berpisah pada 1985.

Balai Kota Tegal pindah ke Jalan Ki Gede Sebayu. Gedung tersebut lalu digunakan untuk kantor wakil rakyat sampai sekarang.

“Saya berharap teman-teman di Pemkot bisa mengangkat momen-momen seperti ini untuk mengangkat potensi. Bahwa Kota Tegal bukan hanya kota pantai, namun juga kota bersejarah,” imbuh Herviyanto.

Demikian informasi terkait napak tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal, dalam rangka Hari Pendidikan Angkatan Laut di Gedung DPRD. Acara diakhiri dengan foto bersama di depan Gedung DPRD dan Tugu Yos Sudarso. (*)

  • Share :
Napak Tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal, 12 Perwira Tinggi TNI AL Datangi Gedung DPRD
Author: K Anam Syahmadani
Editor: Adi Mulyadi
01 Jun 2024 05:00:00 WIB
Napak Tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal, 12 Perwira Tinggi TNI AL Datangi Gedung DPRD

(Foto: - K Anam Syahmadani/Radar Tegal Grup - Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro bersama Sekretaris DPRD Herviyanto mendampingi Dankodiklatal Letnan Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah SE MM MTr Han dan rombongan yang berkunjung ke Gedung DPRD. Kedatangan Dankodiklatal d)

<

RADAR CBS - Belasan Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut (AL) mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Kamis 30 Mei 2024. Kedatangan mereka untuk melakukan napak tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Angkatan Laut.

Selain itu, juga dalam rangka kunjungan kerja  Komandan Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Dankodiklatal) Letnan Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah SE MM MTr Han ke Wilayah Kerja Pangkalan TNI AL (Lanal) Tegal.

Dalam kegiatan napak tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal di Gedung DPRD. 12 Perwira Tinggi TNI AL diterima langsung Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro bersama Pimpinan Fraksi-Fraksi serta Sekretaris DPRD Herviyanto GWP di Ruang Rapat Paripurna. 

Menurut Kusnendro, ini adalah momen yang sangat ersejarah dan penuh makna bagi semua. Khususnya Keluarga Besar TNI Angkatan Laut dan masyarakat Kota Tegal. 

Tegal tempat berdirinya Sekolah Angkatan Laut pertama

Kusnendro menyatakan, Kota Tegal memiliki peran penting dalam sejarah Pendidikan Angkatan Laut Indonesia. 

“Di sinilah berdiri Sekolah Angkatan Laut pertama yang menjadi cikal bakal lahirnya para prajurit tangguh yang berkomitmen untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara,” jelas Kusnendro.

Lebih lanjut dia mengatakan, Peringatan Hari Pendidikan Angkatan Laut dan napak tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal merupakan bentuk penghormatan. Selain itu, juga apresiasi terhadap jasa-jasa para pendahulu yang telah berjuang keras dalam membangun fondasi pendidikan militer maritim di Indonesia. 

DPRD sebagai bagian dari pemerintahan daerah sangat menghargai kontribusi besar yang telah diberikan TNI Angkatan Laut. Dewan menyadari pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam membangun kekuatan dan kemandirian bangsa. 

Karena itu, DPRD selalu mendukung penuh berbagai program pendidikan, termasuk pendidikan militer yang dilaksanakan TNI Angkatan Laut. Dewan percaya melalui pendidikan berkualitas dapat mencetak sumber daya manusia unggul, berintegritas, dan berdedikasi tinggi.

Pada kesempatan ini, DPRD juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh prajurit dan tenaga pendidik di lingkungan TNI Angkatan Laut. 

Dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan tidak hanya mengharumkan nama TNI Angkatan Laut. Tetapi juga menginspirasi semua untuk terus berbuat yang terbaik bagi negara tercinta.

“Kehadiran para pemimpin utama dalam pendidikan dan pelatihan TNI Angkatan Laut di Kota Tegal ini menunjukkan komitmen kuat untuk terus membangun dan mengembangkan sumber daya manusia yang andal dan profesional di bidang kemaritiman,” ungkap Kusnendro. 

Sejarah maritim Tegal potensi dikembangkan

Politisi PDI Perjuangan melanjutkan, Kota Tegal dengan sejarah maritimnya yang panjang, memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan. 

Karena itu, kerja sama antara Pemerintah Daerah, DPRD, dan TNI Angkatan Laut sangat penting dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan dapat lebih efektif dalam melaksanakan berbagai program pembangunan.

“Baik di sektor pertahanan, pendidikan, maupun kesejahteraan masyarakat. Akhir kata, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Angkatan Laut."

"Semoga acara ini dapat memberikan semangat baru dan inspirasi bagi semua untuk terus melanjutkan perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ucap Kusnendro lagi.

Dankodiklatal Letnan Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah SE MM MTr Han menyampaikan terima kasih kepada DPRD yang telah berkenan menerima. Menurutnya, ada 12 Perwira Tinggi yang datang untuk napak tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal. 

Tegal hasilkan pahlawan

Sebagaimana diketahui, Tegal merupakan induk, awal mula dari sejarah Pendidikan Angkatan Laut. Tegal juga sudah menghasilkan nama tenar yang menjadi pahlawan.

Antara lain Ali Sadikin, RE Martadinata, Sudomo, Yos Sudarso, dan lainnya. 

“Saya mendapat laporan dari pendidik prajurit. Ada delapan anak muda Tegal yang sedang melaksanakan pendidikan di Surabaya. Buat kami semua, Tegal selalu yang ada dalam benak. Dari sini kita berasal, mulai lahir, dan berkembang,” kata Dankodiklatal. 

Nur Alamsyah mengatakan, Tegal memiliki arti penting untuk Republik Indonesia, khususnya TNI Angkatan Laut. Banyak hal yang bisa dipelajari dari sejarah Angkatan Laut di Tegal. 

Dankodilatal lalu mengenang perjuangan Kolonel Darwis Djamin yang mendatangkan pasukan dari Padang untuk bergabung dengan pasukan BKR Laut saat perjuangan kemerdekaan.

“Dengan mengenang, mempelajari, kami berharap mengembalikan ruh Pendidikan Angkatan Laut,” harapnya.

Buku Tegal Berjuang

Sementara itu, Sekretaris DPRD Herviyanto GWP mengungkapkan, DPRD menyambut para tamu istimewanya ini dengan menyuguhkan jajanan khas Tegal, seperti pilus dan lainnya. Dewan juga memberikan cinderamata berupa sarung goyor. 

“Kami berharap dengan menjadi oleh-oleh, jajanan dan sarung khas ini bisa terpromosikan keluar,” ujar Herviyanto.

Selain itu, DPRD juga memberikan kenang-kenangan buku Tegal Berjuang yang mengisahkan sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Tegal, Brebes, dan Slawi. 

Buku ini terdiri dari sembilan bagian, yang antara lain memuat bab tentang Detik-Detik Proklamasi dan Pengibaran Bendera Merah Putih di Tegal, Pembentukan BKR, dan Reorganisasi TKR. 

Kemudian, Peristiwa Tiga Daerah, Pembentukan Kesatuan Angkatan Bersenjata di Tegal, Perlawanan Terhadap Belanda, serta Agresi Belanda I atau Perang Kemerdekaan I. Selanjutnya, Agresi Belanda II atau Perang Kemerdekaan II, Munculnya Gerakan DI-TII, dan Gencatan Senjata. 

Buku Tegal Berjuang juga dilengkapi dengan foto-foto perjuangan kemerdekaan. Tegal Berjuang diterbitkan secara profesional dan memenuhi kaidah penerbitan sebuah buku serta telah mengantongi International Standard Number Book (ISBN). 

“Buku ini adalah satu-satunya buku yang bisa menjelaskan sejarah lahirnya TNI Angkatan Laut maupun kejadian peperangan ataupun pertempuran yang waktu itu terjadi,” sebut Herviyanto.

Selanjutnya, para Perwira Tinggi disuguhkan pameran arsip dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Tegal yang dipajang di Gedung DPRD. 

Kemudian, melihat prasasti bersejarah di Gedung DPRD yang menerangkan gedung tersebut pernah menjadi markas Angkatan Laut Republik Indonesia Pangkalan IV di bawah pimpinan Kolonel Darwis Djamin. 

Setelah Kota Tegal ditetapkan sebagai kota kecil pada 1950 di era kemerdekaan, Kantor Residen berubah fungsi menjadi Balai Kota Madya Tegal. Sampai akhirnya, Kota Tegal dan Kabupaten Tegal secara administratif berpisah pada 1985.

Balai Kota Tegal pindah ke Jalan Ki Gede Sebayu. Gedung tersebut lalu digunakan untuk kantor wakil rakyat sampai sekarang.

“Saya berharap teman-teman di Pemkot bisa mengangkat momen-momen seperti ini untuk mengangkat potensi. Bahwa Kota Tegal bukan hanya kota pantai, namun juga kota bersejarah,” imbuh Herviyanto.

Demikian informasi terkait napak tilas Sekolah Angkatan Laut Tegal, dalam rangka Hari Pendidikan Angkatan Laut di Gedung DPRD. Acara diakhiri dengan foto bersama di depan Gedung DPRD dan Tugu Yos Sudarso. (*)

  • Share :
Lainnya