Video Aksi Bullying dan Kekerasan Siswi SMP di Tegal Viral, Begini Respon Dinas Pendidikan
21 May 2024 06:00:00 WIB
Author: Adi Mulyadi Editor: Adi Mulyadi
Video Aksi Bullying dan Kekerasan Siswi SMP di Tegal Viral, Begini Respon Dinas Pendidikan

(Foto: - Gerd Altmann dari Pixabay - ILUSTRASI aksi bullying. Video aksi bullying dan kekerasan siswi SMP di Tegal viral.)

RADAR CBS - Video aksi bullying dan kekerasan siswi SMP negeri di Tegal beredar luas di masyarakat dan viral, Minggu 19 Mei 2024. Dalam video tersebut tampak sejumlah anak perempuan mengeroyok satu anak yang mengenakan kerudung warna putih.

Pada rekaman video aksi bullying dan kekerasan siswi SMP negeri di Tegal itu, tampak korban sempat terjatuh setelah mendapat sejumlah pukulan. Kendati demikian, para pelaku masih terus melancarkan pukulan hingga tendangan kepada korban.

Belakangan diketahui aksi bullying dan kekerasan siswi SMP negeri di Tegal itu dilakukan adik kelas terhadap kakak kelas. Dari rekaman video itu peristiwa pengeroyokan terjadi pada malam hari.

Beredarnya video aksi bullying dan kekerasan siswi SMP negeri di Tegal direspon cepat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Disdikbud meminta pihak sekolah segera bertindak.

Aksi bullying siswi SMP di Tegal diluar jam belajar

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdikbud Kota Tegal Singgih, Senin, 20 Mei 2024, mengatakan, kendati peristiwa terjadi diluar jam belajar, pihak sekolah harus tetap bertindak.

"Meski kejadian bukan di jam belajar dan juga di luar lingkungan sekolah, namun Kami berharap sekolah ikut bertanggungjawab dengan adanya kejadian ini. Sekolah juga diharapkan mampu menyelesaikan persoalan ini, " tegas Singgih. 

Dia meminta pihak sekolah segera menyelesaikan masalah aksi bullying dan kekerasan yang diduga dilakukan siswi-siswinya. Yakni dengan mengundang orang tua murid dan anak-anak yang terlibat dalam aksi tersebut. 

"Ya, Kami sudah berkordinasi dengan pihak sekolah, agar bisa memastikan siapa saja anak-anak yang terlibat. Sebab informasi yang masuk, untuk korban kekerasan adalah siswi kelas IX, sedangkan yang mengeroyok adalah siswi kelas VII dan VIII, " kata Singgih, sebagaimana dilansir Radartegal.disway.id.

Singgih juga menyatakan, pihaknya dalam waktu dekata akan mengumpulkan para kepala sekolah untuk memberikan edukasi dan antisipasi. Sehingga aksi bullying dan kekerasan tidak terulang kembali.

"Kami dalam waktu dekat segera mengumpulkan teman-teman Kepala sekolah SD-SMP untuk bisa melakukan edukasi, agar mereka bisa melakukan antisipasi dan kejadian itu tidak terulang kembali. Apalagi sebentar lagi, akan ada penerimaan raport hingga tahun ajaran baru, " terangnya.

Siswi yang terlibat tetap mendapatkan haknya

Lebih jauh Singgih menegaskan, pemanggilan orang tua dan siswi yang terlibat dalam video aksi bullying dan kekerasan di salah satu SMP negeri di  Tegal ini dilakukan untuk pembinaan. Termasuk menyelesaikan masalahnya.

Singgih memastikan supaya kepala sekolah tetap memberikan hak belajar kepada anak-anak yang terlibat dalam video viral tersebut.

"Kami meminta kepada kepala sekolah, agar anak-anak yang terlibat tetap harus mendapatkan haknya yakni belajar. Sedangkan atas kesalahan itu, wajib dilakukan pembinaan agar lebih baik," jelasnya. 

Sebelumnya dikabarkan, dunia pendidikan Kota Tegal heboh. Sebuah rekaman video pelajar SMP di Kota Tegal dibully hingga mengalami tindak kekerasan viral di platform WhtasApp, Minggu, 19 Mei 2024.

Video pelajar SMP di Kota Tegal di bully hingga mengalami tindak kekerasan yang beredar di Whatsapp itu, berdurasi sekitar 60 detik. Kendati cukup singkat, namun aksi kekerasan pelajar tersebut sangat tampak jelas.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebut bahwa pelajar SMP perempuan yang menjadi korban bully hingga tindak kekerasan tersebut merupakan siswi salah satu sekolah negeri di Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal.

Menariknya, aksi bully hingga tindak kekeran pelajar SMP di Kota Tegal ini, diduga dilakukan oleh adik kelas korban. Adapun korban informasinya merupakan siswi kelas IX.

Sebelum aksi bully itu terjadi, kabarnya korban sempat meledek salah satu dari pelaku. Hingga akhirnya pelaku bersama rekan-rekannya mengeroyok korban seperti yang tampak dalam video tersebut.

Demikian informasi terkait video aksi bullying dan kekerasan siswi SMP di Tegal viral. Disdikbud Kota Tegal meminta sekolah ikut bertanggung jawab meski kejadiannya diluar jam belajar dan diluar lingkungan sekolah. (*)

  • Share :
Video Aksi Bullying dan Kekerasan Siswi SMP di Tegal Viral, Begini Respon Dinas Pendidikan
Author: Adi Mulyadi
Editor: Adi Mulyadi
21 May 2024 06:00:00 WIB
Video Aksi Bullying dan Kekerasan Siswi SMP di Tegal Viral, Begini Respon Dinas Pendidikan

(Foto: - Gerd Altmann dari Pixabay - ILUSTRASI aksi bullying. Video aksi bullying dan kekerasan siswi SMP di Tegal viral.)

<

RADAR CBS - Video aksi bullying dan kekerasan siswi SMP negeri di Tegal beredar luas di masyarakat dan viral, Minggu 19 Mei 2024. Dalam video tersebut tampak sejumlah anak perempuan mengeroyok satu anak yang mengenakan kerudung warna putih.

Pada rekaman video aksi bullying dan kekerasan siswi SMP negeri di Tegal itu, tampak korban sempat terjatuh setelah mendapat sejumlah pukulan. Kendati demikian, para pelaku masih terus melancarkan pukulan hingga tendangan kepada korban.

Belakangan diketahui aksi bullying dan kekerasan siswi SMP negeri di Tegal itu dilakukan adik kelas terhadap kakak kelas. Dari rekaman video itu peristiwa pengeroyokan terjadi pada malam hari.

Beredarnya video aksi bullying dan kekerasan siswi SMP negeri di Tegal direspon cepat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Disdikbud meminta pihak sekolah segera bertindak.

Aksi bullying siswi SMP di Tegal diluar jam belajar

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdikbud Kota Tegal Singgih, Senin, 20 Mei 2024, mengatakan, kendati peristiwa terjadi diluar jam belajar, pihak sekolah harus tetap bertindak.

"Meski kejadian bukan di jam belajar dan juga di luar lingkungan sekolah, namun Kami berharap sekolah ikut bertanggungjawab dengan adanya kejadian ini. Sekolah juga diharapkan mampu menyelesaikan persoalan ini, " tegas Singgih. 

Dia meminta pihak sekolah segera menyelesaikan masalah aksi bullying dan kekerasan yang diduga dilakukan siswi-siswinya. Yakni dengan mengundang orang tua murid dan anak-anak yang terlibat dalam aksi tersebut. 

"Ya, Kami sudah berkordinasi dengan pihak sekolah, agar bisa memastikan siapa saja anak-anak yang terlibat. Sebab informasi yang masuk, untuk korban kekerasan adalah siswi kelas IX, sedangkan yang mengeroyok adalah siswi kelas VII dan VIII, " kata Singgih, sebagaimana dilansir Radartegal.disway.id.

Singgih juga menyatakan, pihaknya dalam waktu dekata akan mengumpulkan para kepala sekolah untuk memberikan edukasi dan antisipasi. Sehingga aksi bullying dan kekerasan tidak terulang kembali.

"Kami dalam waktu dekat segera mengumpulkan teman-teman Kepala sekolah SD-SMP untuk bisa melakukan edukasi, agar mereka bisa melakukan antisipasi dan kejadian itu tidak terulang kembali. Apalagi sebentar lagi, akan ada penerimaan raport hingga tahun ajaran baru, " terangnya.

Siswi yang terlibat tetap mendapatkan haknya

Lebih jauh Singgih menegaskan, pemanggilan orang tua dan siswi yang terlibat dalam video aksi bullying dan kekerasan di salah satu SMP negeri di  Tegal ini dilakukan untuk pembinaan. Termasuk menyelesaikan masalahnya.

Singgih memastikan supaya kepala sekolah tetap memberikan hak belajar kepada anak-anak yang terlibat dalam video viral tersebut.

"Kami meminta kepada kepala sekolah, agar anak-anak yang terlibat tetap harus mendapatkan haknya yakni belajar. Sedangkan atas kesalahan itu, wajib dilakukan pembinaan agar lebih baik," jelasnya. 

Sebelumnya dikabarkan, dunia pendidikan Kota Tegal heboh. Sebuah rekaman video pelajar SMP di Kota Tegal dibully hingga mengalami tindak kekerasan viral di platform WhtasApp, Minggu, 19 Mei 2024.

Video pelajar SMP di Kota Tegal di bully hingga mengalami tindak kekerasan yang beredar di Whatsapp itu, berdurasi sekitar 60 detik. Kendati cukup singkat, namun aksi kekerasan pelajar tersebut sangat tampak jelas.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebut bahwa pelajar SMP perempuan yang menjadi korban bully hingga tindak kekerasan tersebut merupakan siswi salah satu sekolah negeri di Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal.

Menariknya, aksi bully hingga tindak kekeran pelajar SMP di Kota Tegal ini, diduga dilakukan oleh adik kelas korban. Adapun korban informasinya merupakan siswi kelas IX.

Sebelum aksi bully itu terjadi, kabarnya korban sempat meledek salah satu dari pelaku. Hingga akhirnya pelaku bersama rekan-rekannya mengeroyok korban seperti yang tampak dalam video tersebut.

Demikian informasi terkait video aksi bullying dan kekerasan siswi SMP di Tegal viral. Disdikbud Kota Tegal meminta sekolah ikut bertanggung jawab meski kejadiannya diluar jam belajar dan diluar lingkungan sekolah. (*)

  • Share :
Lainnya