Meriahkan Kirab Pataka HUT Kabupaten Tegal, Grup Karawitan Lembah Manah Ajak Pengrawit Muda
17 May 2024 06:00:00 WIB
Author: Hermas Purwadi Editor: Adi Mulyadi
Meriahkan Kirab Pataka HUT Kabupaten Tegal, Grup Karawitan Lembah Manah Ajak Pengrawit Muda

(Foto: - Hermas Purwadi/Radar Tegal Grup - Grup karawitan Lembah Manah saat mengikuti Kirab Pataka HUT Kabupaten Tegal 2024.)

RADAR CBS - Kirab Pataka HUT ke 423 Kabupaten Tegal berlangsung meriah dan khidmat. Grup Karawitan Lembah Manah turut serta dalam momentum Kirab Pataka Tombak Kyai Plered berikut Pakta Integritas itu.

Ini merupakan kali kedua grup Karawitan Lembah Manah turut serta dalam Kirab Pataka HUT Kabupaten Tegal. Kali ini, kelompok seni karaawitan asuhan Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) Brahmono Weko Pujiono Karyodipura ST MEng itu, hadir dengan formasi  pengrawit muda.   

Seni Karawitan Lembah Manah berdiri September 2021. Sejak didirikan kelompok seni karawitan ini terus berupaya menjaga atau nguri-nguri budaya karya agung leluhur. 

"Dari media seni karawitan ini, Kami ingin anak muda terpanggil untuk mempelajari filosofi gamelan dengan fungsi perangkat-perangkatnya, dan penerapannya dalam kehidupan sehari hari," ujar KRAT Brahmono, Kamis 15 Mei 2024.

Pria yang juga Dirut Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal itu menyebut, lewat media seni karawitan ini diharapkan bisa menaikkan kesadaran spiritual yang lebih bermanfaat, selaras harmoni dengan sesama dan alam semesta. 

"Lembah Manah mengandung arti hati yang luas, ikhlas menerima dan menampung apapun dan siapapun dalam kebersamaam pembelajaran kehidupan, untuk mencapai kedamaian dan keteduhan hari. Muaranya menuju keselamatan hakiki pada samudra Illahiah," cetusnya.

Dibawah pelatih Ki Sunardi dan Ki Anom Kurdo Winanto, pengrawit yang tak lain adalah anak-anak muda yang kesehariannya berkecimpung di pelayanan air minum tersebut digembleng secara kontinyu. Latihan seminggu dua kali, setiap Selasa dan Kamis malam di Paseban Lembah Manah belakang SMAN 2 Slawi.

Tak kurang dalam setahun, mereka kini sudah mahir memainkan irama gamelan. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa anak muda Slawi masih ada yang bisa dan cinta terhadap peninggalan adiluhung nenek moyangnya. 

"Beragam gending sudah anak-anak kuasai. Seperti gending Lembah Manah, Manyar Sewu, Singo Nebah, Mbokyo Mesem, Dara Muluk , hingga Ricik-Ricik. Butuh keuletan dan kesungguhan dari pengrawit untuk bisa menguasai gending-gending tersebut," ungkapnya.

Demikian informasi terkait, kelompok seni karawitan Lembah Manah meriahkan Kirab Pataka HUT Kabupaten Tegal. Kali ini menghadirka para pengrawit muda. (*) 

  • Share :
Meriahkan Kirab Pataka HUT Kabupaten Tegal, Grup Karawitan Lembah Manah Ajak Pengrawit Muda
Author: Hermas Purwadi
Editor: Adi Mulyadi
17 May 2024 06:00:00 WIB
Meriahkan Kirab Pataka HUT Kabupaten Tegal, Grup Karawitan Lembah Manah Ajak Pengrawit Muda

(Foto: - Hermas Purwadi/Radar Tegal Grup - Grup karawitan Lembah Manah saat mengikuti Kirab Pataka HUT Kabupaten Tegal 2024.)

<

RADAR CBS - Kirab Pataka HUT ke 423 Kabupaten Tegal berlangsung meriah dan khidmat. Grup Karawitan Lembah Manah turut serta dalam momentum Kirab Pataka Tombak Kyai Plered berikut Pakta Integritas itu.

Ini merupakan kali kedua grup Karawitan Lembah Manah turut serta dalam Kirab Pataka HUT Kabupaten Tegal. Kali ini, kelompok seni karaawitan asuhan Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) Brahmono Weko Pujiono Karyodipura ST MEng itu, hadir dengan formasi  pengrawit muda.   

Seni Karawitan Lembah Manah berdiri September 2021. Sejak didirikan kelompok seni karawitan ini terus berupaya menjaga atau nguri-nguri budaya karya agung leluhur. 

"Dari media seni karawitan ini, Kami ingin anak muda terpanggil untuk mempelajari filosofi gamelan dengan fungsi perangkat-perangkatnya, dan penerapannya dalam kehidupan sehari hari," ujar KRAT Brahmono, Kamis 15 Mei 2024.

Pria yang juga Dirut Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal itu menyebut, lewat media seni karawitan ini diharapkan bisa menaikkan kesadaran spiritual yang lebih bermanfaat, selaras harmoni dengan sesama dan alam semesta. 

"Lembah Manah mengandung arti hati yang luas, ikhlas menerima dan menampung apapun dan siapapun dalam kebersamaam pembelajaran kehidupan, untuk mencapai kedamaian dan keteduhan hari. Muaranya menuju keselamatan hakiki pada samudra Illahiah," cetusnya.

Dibawah pelatih Ki Sunardi dan Ki Anom Kurdo Winanto, pengrawit yang tak lain adalah anak-anak muda yang kesehariannya berkecimpung di pelayanan air minum tersebut digembleng secara kontinyu. Latihan seminggu dua kali, setiap Selasa dan Kamis malam di Paseban Lembah Manah belakang SMAN 2 Slawi.

Tak kurang dalam setahun, mereka kini sudah mahir memainkan irama gamelan. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa anak muda Slawi masih ada yang bisa dan cinta terhadap peninggalan adiluhung nenek moyangnya. 

"Beragam gending sudah anak-anak kuasai. Seperti gending Lembah Manah, Manyar Sewu, Singo Nebah, Mbokyo Mesem, Dara Muluk , hingga Ricik-Ricik. Butuh keuletan dan kesungguhan dari pengrawit untuk bisa menguasai gending-gending tersebut," ungkapnya.

Demikian informasi terkait, kelompok seni karawitan Lembah Manah meriahkan Kirab Pataka HUT Kabupaten Tegal. Kali ini menghadirka para pengrawit muda. (*) 

  • Share :
Lainnya