1.300 Warga Terdampak Banjir di Margasari Tegal, 30 Diantaranya Terpaksa Mengungsi
27 Feb 2024 06:00:00 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
1.300 Warga Terdampak Banjir di Margasari Tegal, 30 Diantaranya Terpaksa Mengungsi

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Sejumlah relawan saat mengevakuasi keluarga terdampak banjir di Desa Prupuk Utara Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal.)

RADAR CBS - Sebanyak 1.300 warga terdampak banjir yang melanda Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal. Bencana banjir di Desa Prupuk Utara Margasari meredam ratusan rumah penduduk dengan ketinggian air mulai dari 1 meter hingga 2,5 meter. 

Dari total 1.300 warga yang terdampak banjir di Margasari Tegal, 30 orang diantaranya terpaksa mengungsi. Mereka terpaksa ngungsi ke tempat yang lebih aman karena air masuk yang ke dalam rumah cukup tinggi.

Banjir di Margasari Tegal terjadi pada Minggu 25 Februari 2024 malam. Sumber dari Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, menyebut, saat ini air sudah surut.

Warga yang terdampak banjir di Margasari Tegal pun mulai membersihkan sisa-sisa air dan lumpur yang ada di rumahnya masing-masing.

Penyebab banjir di Kecamatan Margasari

Bencana banjir yang melanda Desa Prupuk Utara Margasari bermula saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu 25 Fenruari 2024 sore sekira pukul 15.00 WIB. Tingginya intensitas hujan membuat debit air Sungai Kumisik yang membentang di desa tersebut terus meningkat.

Hingga akhirnya, pada pukul 19.00 WIB, Sungai Kumisik tak lagi mampu menampung debit air yang terus meningkat dan meluap. Luapan air Sungai Kumisik pun merendam ratusan rumah di Desa Prupuk Utara Margasari.

PMI Kabupaten Tegal mencatat, jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di Margasari sebanyak 450 dengan jumlah jiwa 1.300 orang.

"Ketinggian banjir mulai dari 100 sentimeter sampai 250 sentimeter. Untuk kerugiannya masih dalam pendataan," kata Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo melalui Kepala Markas PMI Sunarto, Senin 26 Februari 2024.

Menurutnya, kendati tidak ada korban jiwa, namun sejumlah warga ada yang mengungsi. Hal itu terpaksa dilakukan karena air yang masuk ke dalam rumah cukup tinggi. Mereka mengungsi ke sejumlah tempat yang lebih aman.

"Jumlah yang mengungsi 30 jiwa. Rinciannya, perempuan 25 orang dan laki-laki 5 orang," ujarnya.

Selain rumah penduduk, underpass Klonengan di Desa Prupuk Utara juga terendam banjir. Hal itu membuat kendaraan roda 2 dan 4 tidak bisa melintas. Jalan Nasional Tegal-Purwokerto itu macet hingga beberapa kilometer.

"Dalam waktu dekat, PMI akan menyalurkan bantuan untuk keluarga terdampak banjir," imbuhnya.

Demikian informasi terkait 1.300 warga terdampak banjir di Margasari Tegal. Semoga bantuan segera datang untuk warga yang terdampak. (*)

  • Share :
1.300 Warga Terdampak Banjir di Margasari Tegal, 30 Diantaranya Terpaksa Mengungsi
Author: Yeri Noveli
Editor: Adi Mulyadi
27 Feb 2024 06:00:00 WIB
1.300 Warga Terdampak Banjir di Margasari Tegal, 30 Diantaranya Terpaksa Mengungsi

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Sejumlah relawan saat mengevakuasi keluarga terdampak banjir di Desa Prupuk Utara Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal.)

<

RADAR CBS - Sebanyak 1.300 warga terdampak banjir yang melanda Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal. Bencana banjir di Desa Prupuk Utara Margasari meredam ratusan rumah penduduk dengan ketinggian air mulai dari 1 meter hingga 2,5 meter. 

Dari total 1.300 warga yang terdampak banjir di Margasari Tegal, 30 orang diantaranya terpaksa mengungsi. Mereka terpaksa ngungsi ke tempat yang lebih aman karena air masuk yang ke dalam rumah cukup tinggi.

Banjir di Margasari Tegal terjadi pada Minggu 25 Februari 2024 malam. Sumber dari Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, menyebut, saat ini air sudah surut.

Warga yang terdampak banjir di Margasari Tegal pun mulai membersihkan sisa-sisa air dan lumpur yang ada di rumahnya masing-masing.

Penyebab banjir di Kecamatan Margasari

Bencana banjir yang melanda Desa Prupuk Utara Margasari bermula saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu 25 Fenruari 2024 sore sekira pukul 15.00 WIB. Tingginya intensitas hujan membuat debit air Sungai Kumisik yang membentang di desa tersebut terus meningkat.

Hingga akhirnya, pada pukul 19.00 WIB, Sungai Kumisik tak lagi mampu menampung debit air yang terus meningkat dan meluap. Luapan air Sungai Kumisik pun merendam ratusan rumah di Desa Prupuk Utara Margasari.

PMI Kabupaten Tegal mencatat, jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di Margasari sebanyak 450 dengan jumlah jiwa 1.300 orang.

"Ketinggian banjir mulai dari 100 sentimeter sampai 250 sentimeter. Untuk kerugiannya masih dalam pendataan," kata Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo melalui Kepala Markas PMI Sunarto, Senin 26 Februari 2024.

Menurutnya, kendati tidak ada korban jiwa, namun sejumlah warga ada yang mengungsi. Hal itu terpaksa dilakukan karena air yang masuk ke dalam rumah cukup tinggi. Mereka mengungsi ke sejumlah tempat yang lebih aman.

"Jumlah yang mengungsi 30 jiwa. Rinciannya, perempuan 25 orang dan laki-laki 5 orang," ujarnya.

Selain rumah penduduk, underpass Klonengan di Desa Prupuk Utara juga terendam banjir. Hal itu membuat kendaraan roda 2 dan 4 tidak bisa melintas. Jalan Nasional Tegal-Purwokerto itu macet hingga beberapa kilometer.

"Dalam waktu dekat, PMI akan menyalurkan bantuan untuk keluarga terdampak banjir," imbuhnya.

Demikian informasi terkait 1.300 warga terdampak banjir di Margasari Tegal. Semoga bantuan segera datang untuk warga yang terdampak. (*)

  • Share :
Lainnya