Oknum Sekdes di Brebes Diduga Lecehkan Mahasiswi Pelamar KPPS, Pelaku Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
24 Feb 2024 07:00:00 WIB
Author: Adi Mulyadi Editor: Adi Mulyadi
Oknum Sekdes di Brebes Diduga Lecehkan Mahasiswi Pelamar KPPS, Pelaku Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

(Foto: - Tangkapan Layar radartegal.disway.id: Oknum sekdes di Brebes yang diduga lecehkan mahasiswi pelamar KPPS sedang dimintai keterangan petugas.)

RADARCBS - Seorang oknum sekretaris desa (sekdes) di Kecamatan Paguyangan Brebes diduga lecehkan mahasiswi. Korban merupakan mahasiswi pelamar atau calon pendaftar Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Kasus dugaan oknum sekdes di Brebes lecehkan mahasiswi pelamar KPPS ini berlanjut ke jalur hukum. Yang bersangkutan kini telah ditetapkan sebagi tersangka oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Brebes.

Bahkan oknum sekdes di Brebes berinisial S, usia 48 tahun, yang diduga lecehkan mahasiswi pelamar KPPS itu telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Itu setelah pemeriksaan kasusnya memasuki tahap 2.

Kasi Intel Kejari Brebes, Zainal Muttaqin mengatakan, pemeriksaan kasus oknum kades di Brebes lecehkan mahasiswi pelamar KPPS, masuk tahap 2 pada Selasa, 22 Februari 2024 lalu. Sebelumnya oknum sekdes dimaksud telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Brebes.

Zainal membeberkan sekelumit kronologi kasus dugaan tidak pelecehan tersebut. Menurutnya, kasus itu bermula saat oknum sekdes itu mengiming-imingi korbannya untuk diloloskan menjadi anggota KPPS Pemilu dengan cara melakukan perbuatan asusila. 

"Korban yang tidak terima, akhirnya melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual ke polisi," ungkapnya kepada awak media.

Lebih lanjut Zainal mengungkapkan, oknum sekdes di Brebes diduga melakukan aksi pelecehan terhadap mahasiswi pelamar KPPS itu, dua kali pada Desember 2023 lalu. 

Pertama, saat korban mendatangi rumah pelaku untuk menanyakan persyaratan pendaftaran menjadi KPPS.  

"Kedua, dugaan pelecehan dilakukan selang seharinya. Saat korban mendatangi rumah pelaku," imbuhnya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 6 huruf C, Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Ancaman hukumannya hingga 12 tahun penjara. 

"Tersangka kami tahan dan dititipkan di Lapas Kelas IIB Brebes, sambil menunggu proses sidang selanjutnya di Pengadilan Negeri Brebes," pungkasnya, sebagaimana dilansir radartegal.disway.id.

Demikian informasi terkait oknum Sekdes di Brebes diduga lecehkan mahasiswi pelamar KPPS. Semoga kasus dugaan pelecehan ini terungkap segamblang-gamblangnya. (*)

  • Share :
Oknum Sekdes di Brebes Diduga Lecehkan Mahasiswi Pelamar KPPS, Pelaku Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
Author: Adi Mulyadi
Editor: Adi Mulyadi
24 Feb 2024 07:00:00 WIB
Oknum Sekdes di Brebes Diduga Lecehkan Mahasiswi Pelamar KPPS, Pelaku Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

(Foto: - Tangkapan Layar radartegal.disway.id: Oknum sekdes di Brebes yang diduga lecehkan mahasiswi pelamar KPPS sedang dimintai keterangan petugas.)

<

RADARCBS - Seorang oknum sekretaris desa (sekdes) di Kecamatan Paguyangan Brebes diduga lecehkan mahasiswi. Korban merupakan mahasiswi pelamar atau calon pendaftar Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Kasus dugaan oknum sekdes di Brebes lecehkan mahasiswi pelamar KPPS ini berlanjut ke jalur hukum. Yang bersangkutan kini telah ditetapkan sebagi tersangka oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Brebes.

Bahkan oknum sekdes di Brebes berinisial S, usia 48 tahun, yang diduga lecehkan mahasiswi pelamar KPPS itu telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Itu setelah pemeriksaan kasusnya memasuki tahap 2.

Kasi Intel Kejari Brebes, Zainal Muttaqin mengatakan, pemeriksaan kasus oknum kades di Brebes lecehkan mahasiswi pelamar KPPS, masuk tahap 2 pada Selasa, 22 Februari 2024 lalu. Sebelumnya oknum sekdes dimaksud telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Brebes.

Zainal membeberkan sekelumit kronologi kasus dugaan tidak pelecehan tersebut. Menurutnya, kasus itu bermula saat oknum sekdes itu mengiming-imingi korbannya untuk diloloskan menjadi anggota KPPS Pemilu dengan cara melakukan perbuatan asusila. 

"Korban yang tidak terima, akhirnya melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual ke polisi," ungkapnya kepada awak media.

Lebih lanjut Zainal mengungkapkan, oknum sekdes di Brebes diduga melakukan aksi pelecehan terhadap mahasiswi pelamar KPPS itu, dua kali pada Desember 2023 lalu. 

Pertama, saat korban mendatangi rumah pelaku untuk menanyakan persyaratan pendaftaran menjadi KPPS.  

"Kedua, dugaan pelecehan dilakukan selang seharinya. Saat korban mendatangi rumah pelaku," imbuhnya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 6 huruf C, Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Ancaman hukumannya hingga 12 tahun penjara. 

"Tersangka kami tahan dan dititipkan di Lapas Kelas IIB Brebes, sambil menunggu proses sidang selanjutnya di Pengadilan Negeri Brebes," pungkasnya, sebagaimana dilansir radartegal.disway.id.

Demikian informasi terkait oknum Sekdes di Brebes diduga lecehkan mahasiswi pelamar KPPS. Semoga kasus dugaan pelecehan ini terungkap segamblang-gamblangnya. (*)

  • Share :
Lainnya