Antisipasi Peredaran Makanan Kedaluarsa di Tegal Jelang Lebaran, Pj Bupati Sidak Pasar dan Swalayan
04 Apr 2024 07:00:00 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
Antisipasi Peredaran Makanan Kedaluarsa di Tegal Jelang Lebaran, Pj Bupati Sidak Pasar dan Swalayan

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Pj Bupati Tegal Agustyarsyah mengecek produk makanan di swalayan. Antisipasi peredaran makanan kedaluarsa di tegal jelang Lebaran, Pemkab gencarkan sidak pasar dan swalayan.)

RADAR CBS - Antisipasi peredaran makanan dan minuman (mamin) kedaluarsa atau tidak laik konsumsi di Tegal jelang Lebaran Idul Fitri 2024 dilakukan Pemkab. Pj Bupati Tegal Agustyarsyah turun langsung bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) produk pangan di pasar dan swalayan.

Sidak produk pangan untuk antisipasi peredaran makanan dan minuman (mamin) kedaluarsa atau tidak laik konsumsi di Kabupaten Tegal jelang Lebaran menyambangi sejumlah swalayan. Di antaranya Swalayan Yapora Lebaksiu, Swalayan Tiara Slawi Wetan, Toko Sahabat Putra Banjaran dan Lotte Mart.

Sidak juga menyasar pasar-pasar tradisional di Kabupaten Tegal. Antara lain Pasar Pepedan.

Adapun, tujuan kegiatan ini untuk memastikan seluruh produk makanan dalam kondisi baik dan memenuhi syarat edar produk pangan olahan yang layak konsumsi.

“Menjelang lebaran ini, kami terus melakukan pengawasan untuk memastikan produk yang dipasarkan aman dan layak dikonsumsi masyarakat,” kata Agustyarsyah.

Terkait dengan itu, dia mengimbau para pedagang ikut memastikan semua produk yang dipasarkan dalam kondisi aman dan legal. Masyarakat juga diminta meningkatkan kesadarannya agar menjadi konsumen cerdas.

Yakni dengan tidak menganggap sepele gangguan kesehatan yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi.

“Ingat empat hal yang harus kita lakukan saat akan membeli produk makanan. Cek kemasannya, cek label, cek izin edarnya dan cek tanggal kedaluwarsanya atau yang sering kita kenal dengan istilah Cek KLIK,” kata Pj Bupati, saat sidak di Swalayan Yapora Lebaksiu.

Hasil sidak peredaran mamin tak laik konsumsi

Sementara, hasil pengawasan di Pasar Pepedan tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya pada sampel produk makanan yang diperiksa. Baik itu rhodamin-B, formalin, klorin, boraks dan kandungan kimia berbahaya lainnya. 

Adapun sampel produk makanan yang diperiksa antara lain tahu, ikan asin, daging sapi, daging ayam, kerupuk, dan bakso.

Sementara di toko swalayan ditemukan sejumlah produk pangan yang kemasannya sudah rusak dan tidak tercantum tanggal kedaluwarsa. Kemudian izin pangan industri rumah tangga atau PIRT yang sudah habis masa berlakunya, PIRT ilegal, dan tidak ada label pada kemasan produk.

Ciri-ciri mamin tak laik konsumsi

Menanggapi temuan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Ruszaeni mengimbau konsumen dan pedagang agar lebih cermat dalam membeli ataupun menjual produk makanannya. Terlebih saat permintaan naik, seperti menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri ini.

“Ciri-ciri yang mudah diingat ketika kita membeli bahan pangan di toko swalayan adalah dengan melihat bentuk kemasannya yang berubah atau tidak. Lalu lihat tanggal kedaluwarsanya."

"Sementara jika belanja di pasar tradisional, lihat kandungan airnya untuk jenis makanan basah atau mentah. Lihat warnanya, apakah mencolok atau tidak dan cek teksturnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, produk pangan yang mengandung bahan berbahaya dapat dirasakan dengan tekstur yang keras, warna yang mencolok dan kadar air yang tinggi.

"Selain itu juga harus melihat cara menyimpan dan legalitas produk seperti frozen food yang dijual bebas dipasaran," imbuhnya.

Demikian informasi terkait antisipasi peredaran makanan kedaluarsa di Tegal jelang Lebaran, Pj Bupati sidak pasar dan swalayan. Masyarakat dan pedagang diminta cerdas memilih produk pangan yang laik konsumsi. (*)

  • Share :
Antisipasi Peredaran Makanan Kedaluarsa di Tegal Jelang Lebaran, Pj Bupati Sidak Pasar dan Swalayan
Author: Yeri Noveli
Editor: Adi Mulyadi
04 Apr 2024 07:00:00 WIB
Antisipasi Peredaran Makanan Kedaluarsa di Tegal Jelang Lebaran, Pj Bupati Sidak Pasar dan Swalayan

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Pj Bupati Tegal Agustyarsyah mengecek produk makanan di swalayan. Antisipasi peredaran makanan kedaluarsa di tegal jelang Lebaran, Pemkab gencarkan sidak pasar dan swalayan.)

<

RADAR CBS - Antisipasi peredaran makanan dan minuman (mamin) kedaluarsa atau tidak laik konsumsi di Tegal jelang Lebaran Idul Fitri 2024 dilakukan Pemkab. Pj Bupati Tegal Agustyarsyah turun langsung bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) produk pangan di pasar dan swalayan.

Sidak produk pangan untuk antisipasi peredaran makanan dan minuman (mamin) kedaluarsa atau tidak laik konsumsi di Kabupaten Tegal jelang Lebaran menyambangi sejumlah swalayan. Di antaranya Swalayan Yapora Lebaksiu, Swalayan Tiara Slawi Wetan, Toko Sahabat Putra Banjaran dan Lotte Mart.

Sidak juga menyasar pasar-pasar tradisional di Kabupaten Tegal. Antara lain Pasar Pepedan.

Adapun, tujuan kegiatan ini untuk memastikan seluruh produk makanan dalam kondisi baik dan memenuhi syarat edar produk pangan olahan yang layak konsumsi.

“Menjelang lebaran ini, kami terus melakukan pengawasan untuk memastikan produk yang dipasarkan aman dan layak dikonsumsi masyarakat,” kata Agustyarsyah.

Terkait dengan itu, dia mengimbau para pedagang ikut memastikan semua produk yang dipasarkan dalam kondisi aman dan legal. Masyarakat juga diminta meningkatkan kesadarannya agar menjadi konsumen cerdas.

Yakni dengan tidak menganggap sepele gangguan kesehatan yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi.

“Ingat empat hal yang harus kita lakukan saat akan membeli produk makanan. Cek kemasannya, cek label, cek izin edarnya dan cek tanggal kedaluwarsanya atau yang sering kita kenal dengan istilah Cek KLIK,” kata Pj Bupati, saat sidak di Swalayan Yapora Lebaksiu.

Hasil sidak peredaran mamin tak laik konsumsi

Sementara, hasil pengawasan di Pasar Pepedan tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya pada sampel produk makanan yang diperiksa. Baik itu rhodamin-B, formalin, klorin, boraks dan kandungan kimia berbahaya lainnya. 

Adapun sampel produk makanan yang diperiksa antara lain tahu, ikan asin, daging sapi, daging ayam, kerupuk, dan bakso.

Sementara di toko swalayan ditemukan sejumlah produk pangan yang kemasannya sudah rusak dan tidak tercantum tanggal kedaluwarsa. Kemudian izin pangan industri rumah tangga atau PIRT yang sudah habis masa berlakunya, PIRT ilegal, dan tidak ada label pada kemasan produk.

Ciri-ciri mamin tak laik konsumsi

Menanggapi temuan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Ruszaeni mengimbau konsumen dan pedagang agar lebih cermat dalam membeli ataupun menjual produk makanannya. Terlebih saat permintaan naik, seperti menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri ini.

“Ciri-ciri yang mudah diingat ketika kita membeli bahan pangan di toko swalayan adalah dengan melihat bentuk kemasannya yang berubah atau tidak. Lalu lihat tanggal kedaluwarsanya."

"Sementara jika belanja di pasar tradisional, lihat kandungan airnya untuk jenis makanan basah atau mentah. Lihat warnanya, apakah mencolok atau tidak dan cek teksturnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, produk pangan yang mengandung bahan berbahaya dapat dirasakan dengan tekstur yang keras, warna yang mencolok dan kadar air yang tinggi.

"Selain itu juga harus melihat cara menyimpan dan legalitas produk seperti frozen food yang dijual bebas dipasaran," imbuhnya.

Demikian informasi terkait antisipasi peredaran makanan kedaluarsa di Tegal jelang Lebaran, Pj Bupati sidak pasar dan swalayan. Masyarakat dan pedagang diminta cerdas memilih produk pangan yang laik konsumsi. (*)

  • Share :
Lainnya