Bukan Untung Berlipat, Harga Cabai di Tegal Naik Petani Malah Rugi Ratusan Juta
23 Feb 2024 08:00:00 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
Bukan Untung Berlipat, Harga Cabai di Tegal Naik Petani Malah Rugi Ratusan Juta

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal: Harga cabai keriting dan rawit di Tegal naik, namun petani malah rugi hingga ratusan juta rupiah.)

RADARCBS - Harga cabai keriting dan rawit di Kabupaten Tegal naik. Hal ini bukan membuat petani sumringah tapi malah tepok jidat karena mengalami kerugian yang sangat besar.

"Walaupun harga cabai naik, tapi saya justru rugi," kata Yon, 54 tahun, petani cabai keriting dan rawit di Desa Harjosari Kidul Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, Kamis 22 Februari 2024.

Dia pun membeberkan kenaikan harga cabai saat ini. Menurutnya harga harga cabai keriting di tingkat petani di Kabupaten Tegal saat ini mencapai Rp70 ribu per kilogram. Padahan seblumnya hanya Rp25 ribu per Kg.

Sedangkan cabai rawit, harga di tingkat petani Kabupaten Tegal sekarang tembus Rp80 ribu per Kg. Sebelumnya harga komoditas tersebut antara Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per Kg.

Yon menjelaskan kenapa harga cabai di Kabupaten Tegal naik saat ini. Menurutnya, salah satu faktor penyebabnya adalah hasil produksi mengalami penurunan. 

Biasanya, Yon mengaku bisa panen hingga 500 Kg dengan luas lahan lebih dari setengah hektare. Namun saat ini, hanya bisa panen sekitar 200 Kg dengan luas lahan yang sama.

Faktor penyebab harga cabai naik 

Penyebab penurunan itu karena cuacanya buruk. Sehingga menimbulkan hama yang merusak tanaman cabai. 

Hama itu bernama virus mini. Imbas diserang virus mini, hasil produksi anjlok sekitar 70 persen.

"Itulah kenapa saya rugi. Tanaman cabai saya diserang virus mini. Saya rugi sekitar Rp100 jutaan untuk luas lahan setengah hektare lebih," kata Yon, yang berdomisili di depan Pasar Trayeman Kecamatan Slawi ini.

Walau merugi, Yon mengaku tidak ada kompensasi dari pemerintah daerah setempat. Bahkan, pihaknya juga tidak mendapatkan asuransi.

Rencananya, Yon tidak akan menanam cabai lagi selama cuacanya belum stabil. 

"(Tanamnya) Nanti sajalah. Nunggu virusnya hilang dulu. Karena menanam cabai modalnya besar. Totalnya bisa sampai Rp100 jutaan," ucapnya. 

Pantauan di lokasi, Yon tampak sedih melihat tanaman cabainya yang busuk. Satu persatu, cabai yang busuk itu dipetik oleh Yon. Sesekali, Yon mengecapkan lidahnya sambil berjalan menyusuri tanaman cabainya.

Demikian informasi harga cabai di Tegal naik, petani malah rugi. Semogavirus mini segera pergi, supaya petani kembali tanam cabai. (*)

  • Share :
Bukan Untung Berlipat, Harga Cabai di Tegal Naik Petani Malah Rugi Ratusan Juta
Author: Yeri Noveli
Editor: Adi Mulyadi
23 Feb 2024 08:00:00 WIB
Bukan Untung Berlipat, Harga Cabai di Tegal Naik Petani Malah Rugi Ratusan Juta

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal: Harga cabai keriting dan rawit di Tegal naik, namun petani malah rugi hingga ratusan juta rupiah.)

<

RADARCBS - Harga cabai keriting dan rawit di Kabupaten Tegal naik. Hal ini bukan membuat petani sumringah tapi malah tepok jidat karena mengalami kerugian yang sangat besar.

"Walaupun harga cabai naik, tapi saya justru rugi," kata Yon, 54 tahun, petani cabai keriting dan rawit di Desa Harjosari Kidul Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, Kamis 22 Februari 2024.

Dia pun membeberkan kenaikan harga cabai saat ini. Menurutnya harga harga cabai keriting di tingkat petani di Kabupaten Tegal saat ini mencapai Rp70 ribu per kilogram. Padahan seblumnya hanya Rp25 ribu per Kg.

Sedangkan cabai rawit, harga di tingkat petani Kabupaten Tegal sekarang tembus Rp80 ribu per Kg. Sebelumnya harga komoditas tersebut antara Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per Kg.

Yon menjelaskan kenapa harga cabai di Kabupaten Tegal naik saat ini. Menurutnya, salah satu faktor penyebabnya adalah hasil produksi mengalami penurunan. 

Biasanya, Yon mengaku bisa panen hingga 500 Kg dengan luas lahan lebih dari setengah hektare. Namun saat ini, hanya bisa panen sekitar 200 Kg dengan luas lahan yang sama.

Faktor penyebab harga cabai naik 

Penyebab penurunan itu karena cuacanya buruk. Sehingga menimbulkan hama yang merusak tanaman cabai. 

Hama itu bernama virus mini. Imbas diserang virus mini, hasil produksi anjlok sekitar 70 persen.

"Itulah kenapa saya rugi. Tanaman cabai saya diserang virus mini. Saya rugi sekitar Rp100 jutaan untuk luas lahan setengah hektare lebih," kata Yon, yang berdomisili di depan Pasar Trayeman Kecamatan Slawi ini.

Walau merugi, Yon mengaku tidak ada kompensasi dari pemerintah daerah setempat. Bahkan, pihaknya juga tidak mendapatkan asuransi.

Rencananya, Yon tidak akan menanam cabai lagi selama cuacanya belum stabil. 

"(Tanamnya) Nanti sajalah. Nunggu virusnya hilang dulu. Karena menanam cabai modalnya besar. Totalnya bisa sampai Rp100 jutaan," ucapnya. 

Pantauan di lokasi, Yon tampak sedih melihat tanaman cabainya yang busuk. Satu persatu, cabai yang busuk itu dipetik oleh Yon. Sesekali, Yon mengecapkan lidahnya sambil berjalan menyusuri tanaman cabainya.

Demikian informasi harga cabai di Tegal naik, petani malah rugi. Semogavirus mini segera pergi, supaya petani kembali tanam cabai. (*)

  • Share :
Lainnya