Korban Bencana Tanah Bergerak di Brebes Terus Bertambah, Hampir 100 Rumah Warga Sridadi Ambruk
31 Mar 2024 12:00:00 WIB
Author: Adi Mulyadi Editor: Adi Mulyadi
Korban Bencana Tanah Bergerak di Brebes Terus Bertambah, Hampir 100 Rumah Warga Sridadi Ambruk

(Foto: - Tangkapan Layar radartegal.disway.id - Puluhan rumah warga Sridadi ambruk akibat bencana tanah bergerak di Brebes.)

RADAR CBS - Jumlah korban bencana alam tanah bergerak di Kabupaten Brebes terus bertambah. Saat ini sudah hampir 100 rumah warga ambruk akibat bencana alam tersebut.

Bencana tanah bergerak di Kabupaten Brebes terjadi di wilayah Dukuh Limbangan Desa Sridadi Kecamatan Sirampog. Tidak hanya merusak rumah warga, bencana tersebut juga merusak infrastruktur jalan.

Pemerintah Desa (Pemdes) Sridadi mencatat, total sudah hampir 100 rumah warga yang terdampak bencana tanah bergerak di kabupaten Brebes ini. Angka tepatnya sebanyak 80 unit rumah ambruk.

Selain itu, salah satu jalan beton perkampungan Dukuh Limbangan juga mengalami kerusakan. Bahkan hingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan.

Kade Sridadi Sudiryo membeberkan, korban bencana tanah bergerak di wilayahnya terus bertambah. Sebelumnya 76 rumah rusak, kini menjadi 80 unit.

Menurutnya gerakan tanah masih terjadi. Dampaknya 91 KK dari total 259 jiwa, harus meninggalkan rumahnya. Sebeb rumah mereka sudah tidak bisa ditempati lagi karena ambruk.

“Pergeseran tanah masih terjadi, bahkan jalan desa yang terbuat dari beton juga sudah tak bisa dilalui, karena rusak parah,” ujarnya.

Korban tanah bergerak tinggalkan posko pengungsian

Kondisi saat ini, jelas Sudiryo, warga korban bencana tanah bergerak sudah mulai meninggalkan posko pengungsian yang sempat dibuat. Warga lebih memilih untuk sementara waktu tinggal di rumah saudaranya.

“Karena relawan seperti di bagian dapur umum kan, masing-masing sibuk di rumahnya karena ini bulan puasa,” jelasnya.

Saat ini, sambung Sudiryo, masih ada sejumlah KK yang menempati pemukiman sementara (huntara) di pedukuhan Limbangan Kulon yang juga sama-sama daerah rawan bencana tanah bergerak. Warga berharap segera direlokasi ke tempat yang lebih aman.

“Sayangnya kami belum memiliki lahan di daerah yang aman ditempati dari bencana tanah bergerak. Pemprov bisa membantu pembangunan rumah tapi syaratnya ada lahannya terlebih dahulu. Ini yang sedang kami pikirkan,” jelasnya sebagaimana dilansir radartegal.disway.id.

Sementara itu, salah satu warga setempat Santoso, mengatakan bahwa saat ini dua dan keluarganya terpaksa menginap atau mengungsi di rumah keponakan.

"Tapi karena saya ada dua KK, bersama dengan anak saya yang sudah berkeluarga. Maka nanti anak saya akan pindah mengungsi di rumah saudaranya yang lain di Pemalang. Kami mohon pemerintah secepatnya bisa merelokasi dan membangunkan rumah buat kami para korban bencana tanah bergerak," harapnya. 

Demikian informasi terkait korban bencana tanah bergerak di Brebes terus bertambah. Sudah hampir 100 rumah warga ambruk karen bencana tersebut. Semoga pemerintah segera merelokasi warga ke tempat yang lebih aman. (*)

  • Share :
Korban Bencana Tanah Bergerak di Brebes Terus Bertambah, Hampir 100 Rumah Warga Sridadi Ambruk
Author: Adi Mulyadi
Editor: Adi Mulyadi
31 Mar 2024 12:00:00 WIB
Korban Bencana Tanah Bergerak di Brebes Terus Bertambah, Hampir 100 Rumah Warga Sridadi Ambruk

(Foto: - Tangkapan Layar radartegal.disway.id - Puluhan rumah warga Sridadi ambruk akibat bencana tanah bergerak di Brebes.)

<

RADAR CBS - Jumlah korban bencana alam tanah bergerak di Kabupaten Brebes terus bertambah. Saat ini sudah hampir 100 rumah warga ambruk akibat bencana alam tersebut.

Bencana tanah bergerak di Kabupaten Brebes terjadi di wilayah Dukuh Limbangan Desa Sridadi Kecamatan Sirampog. Tidak hanya merusak rumah warga, bencana tersebut juga merusak infrastruktur jalan.

Pemerintah Desa (Pemdes) Sridadi mencatat, total sudah hampir 100 rumah warga yang terdampak bencana tanah bergerak di kabupaten Brebes ini. Angka tepatnya sebanyak 80 unit rumah ambruk.

Selain itu, salah satu jalan beton perkampungan Dukuh Limbangan juga mengalami kerusakan. Bahkan hingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan.

Kade Sridadi Sudiryo membeberkan, korban bencana tanah bergerak di wilayahnya terus bertambah. Sebelumnya 76 rumah rusak, kini menjadi 80 unit.

Menurutnya gerakan tanah masih terjadi. Dampaknya 91 KK dari total 259 jiwa, harus meninggalkan rumahnya. Sebeb rumah mereka sudah tidak bisa ditempati lagi karena ambruk.

“Pergeseran tanah masih terjadi, bahkan jalan desa yang terbuat dari beton juga sudah tak bisa dilalui, karena rusak parah,” ujarnya.

Korban tanah bergerak tinggalkan posko pengungsian

Kondisi saat ini, jelas Sudiryo, warga korban bencana tanah bergerak sudah mulai meninggalkan posko pengungsian yang sempat dibuat. Warga lebih memilih untuk sementara waktu tinggal di rumah saudaranya.

“Karena relawan seperti di bagian dapur umum kan, masing-masing sibuk di rumahnya karena ini bulan puasa,” jelasnya.

Saat ini, sambung Sudiryo, masih ada sejumlah KK yang menempati pemukiman sementara (huntara) di pedukuhan Limbangan Kulon yang juga sama-sama daerah rawan bencana tanah bergerak. Warga berharap segera direlokasi ke tempat yang lebih aman.

“Sayangnya kami belum memiliki lahan di daerah yang aman ditempati dari bencana tanah bergerak. Pemprov bisa membantu pembangunan rumah tapi syaratnya ada lahannya terlebih dahulu. Ini yang sedang kami pikirkan,” jelasnya sebagaimana dilansir radartegal.disway.id.

Sementara itu, salah satu warga setempat Santoso, mengatakan bahwa saat ini dua dan keluarganya terpaksa menginap atau mengungsi di rumah keponakan.

"Tapi karena saya ada dua KK, bersama dengan anak saya yang sudah berkeluarga. Maka nanti anak saya akan pindah mengungsi di rumah saudaranya yang lain di Pemalang. Kami mohon pemerintah secepatnya bisa merelokasi dan membangunkan rumah buat kami para korban bencana tanah bergerak," harapnya. 

Demikian informasi terkait korban bencana tanah bergerak di Brebes terus bertambah. Sudah hampir 100 rumah warga ambruk karen bencana tersebut. Semoga pemerintah segera merelokasi warga ke tempat yang lebih aman. (*)

  • Share :
Lainnya