2.339 Hektar Tanaman Bawang Merah Gagal Panen, ABMI: Stok Aman, Pemerintah Tak Perlu Impor
30 Mar 2024 07:00:00 WIB
Author: Adi Mulyadi Editor: Adi Mulyadi
2.339 Hektar Tanaman Bawang Merah Gagal Panen, ABMI:  Stok Aman, Pemerintah Tak Perlu Impor

(Foto: - ISTIMEWA - Ketua ABMI Dian Alex Chandra menerangkan soal 2.339 hektar lahan tanaman bawang merah di Pulau Jawa gagal panen.)

RADAR CBS - Sejumlah wilayah di Jawa banyak yang mengalami banjir. Akibatnya, sebanyak 2.339 Hektare lahan bawang merah di Pulau Jawa mengalami gagal panen alias puso. 

Kendati ribuan hektar tanaman bawang di Jawa terendam banjir hingga akhirnya gagal panen, Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) mengklaim dan memastikan pasokan tetap aman. Alasannya masih ada sejumlah daerah lain penghasil bawang merah yang berhasil panen.

Hal ini ditegaskan Ketua ABMI Dian alex Chandra. Dia mengatakan, pasokan bawang merah tetap aman meskipun di sejumlah daerah di Pulau Jawa banyak yang puso.

“Pasokan insya Allah masih ada. Meski banyak lahan bawang merah di beberapa daerah terendam, namun pasokan daerah lainnya masih ada,” ujarnya.

Menurut Dian, daerah yang masih dapat memasok bawang merah di antaranya Enrekang Sulawesi Selatan, Solok, Sumatera Barat. Karena stok masih aman, Dian menyatakan pemerintah tidak perlu impor dari negara luar.

“Jadi Kami berharap pemerintah tidak menggunakan impor bawang merah. Karena, di beberapa daerah masih ada,” tegasnya.

Dian tak menampik jika harga bawang merah saat ini naik di kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Harga naik kisaran 10.000 per kilogram, karena sebelumnya pada harga Rp15-20 ribu per kg di tingkat petani.

Kenaikan harga ini, kata dia, karena banyak tanaman bawang merah yang puso di Jawa. 

"Kalaupun ada kenaikan tidak usah panik. Karena, kenaikan itu di batas harga normal bawang merah. Kalaupun ada kenaikan hingga mencapai Rp40 ribu itupun tidak lama. Dan kayaknya Kami harapkan tidak terjadi," bebernya sebagimana dilansir radartegal.disway.id

Untuk diketahui, 2.339 Hektare lahan bawang merah yang terendam banjir ada di beberapa daerah di Pulau Jawa. Antara lain di Cirebon, Jawa Barat. Kemudian di Pati, Brebes, Demak, Kendal dan Grobogan, Jawa Tengah.

“2.339 Hektare yang terendam itu dipastikan puso. Total kerugian mencapai ratusan miliar,” ungkap Dian, Jumat 29 Maret 2024. (*)

  • Share :
2.339 Hektar Tanaman Bawang Merah Gagal Panen, ABMI: Stok Aman, Pemerintah Tak Perlu Impor
Author: Adi Mulyadi
Editor: Adi Mulyadi
30 Mar 2024 07:00:00 WIB
2.339 Hektar Tanaman Bawang Merah Gagal Panen, ABMI:  Stok Aman, Pemerintah Tak Perlu Impor

(Foto: - ISTIMEWA - Ketua ABMI Dian Alex Chandra menerangkan soal 2.339 hektar lahan tanaman bawang merah di Pulau Jawa gagal panen.)

<

RADAR CBS - Sejumlah wilayah di Jawa banyak yang mengalami banjir. Akibatnya, sebanyak 2.339 Hektare lahan bawang merah di Pulau Jawa mengalami gagal panen alias puso. 

Kendati ribuan hektar tanaman bawang di Jawa terendam banjir hingga akhirnya gagal panen, Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) mengklaim dan memastikan pasokan tetap aman. Alasannya masih ada sejumlah daerah lain penghasil bawang merah yang berhasil panen.

Hal ini ditegaskan Ketua ABMI Dian alex Chandra. Dia mengatakan, pasokan bawang merah tetap aman meskipun di sejumlah daerah di Pulau Jawa banyak yang puso.

“Pasokan insya Allah masih ada. Meski banyak lahan bawang merah di beberapa daerah terendam, namun pasokan daerah lainnya masih ada,” ujarnya.

Menurut Dian, daerah yang masih dapat memasok bawang merah di antaranya Enrekang Sulawesi Selatan, Solok, Sumatera Barat. Karena stok masih aman, Dian menyatakan pemerintah tidak perlu impor dari negara luar.

“Jadi Kami berharap pemerintah tidak menggunakan impor bawang merah. Karena, di beberapa daerah masih ada,” tegasnya.

Dian tak menampik jika harga bawang merah saat ini naik di kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Harga naik kisaran 10.000 per kilogram, karena sebelumnya pada harga Rp15-20 ribu per kg di tingkat petani.

Kenaikan harga ini, kata dia, karena banyak tanaman bawang merah yang puso di Jawa. 

"Kalaupun ada kenaikan tidak usah panik. Karena, kenaikan itu di batas harga normal bawang merah. Kalaupun ada kenaikan hingga mencapai Rp40 ribu itupun tidak lama. Dan kayaknya Kami harapkan tidak terjadi," bebernya sebagimana dilansir radartegal.disway.id

Untuk diketahui, 2.339 Hektare lahan bawang merah yang terendam banjir ada di beberapa daerah di Pulau Jawa. Antara lain di Cirebon, Jawa Barat. Kemudian di Pati, Brebes, Demak, Kendal dan Grobogan, Jawa Tengah.

“2.339 Hektare yang terendam itu dipastikan puso. Total kerugian mencapai ratusan miliar,” ungkap Dian, Jumat 29 Maret 2024. (*)

  • Share :
Lainnya