Lokal
Gelar Operasi Pekat 20 Hari, Polisi Ringkus 2 Pelaku Premanisme di Tegal
Kamis, 28 Maret 2024 - 06:00 WIB
Author: Adi Mulyadi Editor: Adi Mulyadi
Gelar Operasi Pekat 20 Hari, Polisi Ringkus 2 Pelaku Premanisme di Tegal

(Foto: - Tangkapan Layar radartegal.disway.id - Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun menunjukan barang bukti pengungkapan dan penangkapan pelaku premanisme di Tegal saat pers conference.)

RADAR CBS - Polres Tegal menggelar operasi Pekat Candi 2024 selama 20 hari, mulai 6 hingga 25 Maret 2024. Dari kegiatan itu, polisi berhasil meringkus 2 pelaku aksi premanisme di Kabupaten Tegal.

Kedua pelaku premanisme di Kabupaten Tegal tersebut, yakni MB, usia 45 tahun, dan MST, usia 29 tahun. Keduanya melakukan aksi premanisme di dua tempat berbeda.

Pelaku MB, melakukan aksi premanisme di wilayah Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. Sedangkan MST adalah pelaku premanisme di Kecamatan Margasari.

Saat ini polisi tengah melakukan penyidikan terhadap 2 pelaku perkara premanisme di Tegal tersebut. Keduanya diancam hukuman yang berbeda, yakni paling lama penjara 9 tahun dan 1 tahun.

Kronologi pengungkapan perkara premanisme di Tegal 

Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, Operasi Pekat Candi 2024 diguluirkan untuk pemberantasan penyakit masyarakat pada Ramadhan. Seperti minuman keras (miras), premanisme, judi, petasan, perzinaan dan narkoba. 

Operasi Pekat Candi 2024 dilaksanakan sejak 6 Maret hingga 25 Maret 2024. Hasilnya, ada dua pelaku premanisme di Kabupaten Tegal yang berhasil diungkap dan diringkus.

Satu orang pelaku, yakni berinisial MB, 45 tahun, ditangkap karena melakukan pemerasan uang di wilayah Kecamatan Tarub. Modus operandinya berpura-pura memberli sikat cuci baju di sebuah toko.

"Pelaku kemudian menodongkan senjata tajam sambil berteriak, "Saya butuh uang", kepada korban yang merupakan pemilik toko dan sedang berada pada toko gerabah," ujarnya, Rabu 27 Maret 2024.

Karena korban (pemilik toko) tidak menyerahkan uang, jelas Kapolres, pelaku premanisme di Kecamatan Tarub Tegal itu menusukan senjata tajam ke arah perut kobran. Sehingga, mengakibatkan korban mengalami luka tusuk di bagian perut dan jari tengah sebelah kanan. 

Aksi premanisme di Desa Prupuk Utara

Aksi premanisme kedua terungkap di wilayah Hukum Polsek Margasari. Menurut Kapolres, perkara tersebut pada 11 Maret 2024. 

Awalnya, ada seorang petugas dari bank melakukan penagihan pada, MST, ibu pelaku yang merupakan debitur dan sudah menunggak angsuran beberapa bulan. 

"Mantri bank tersebut menyampaikan angsuran harus segera ditutup. Meski debitur telah menjelaskan adanya masalah ekonomi yang menimpa keluarganya," cetusnya sebagaimana dilansir radartegal.disway.id.

Saat ditagih, pelaku yang merupakan warga Desa Prupuk Utara Margasari marah. Kemudian pelaku berteriak dan mengancam korban (petugas bank). 

Saat itu pelaku sempat memukulkan senjata tajam yang dibawa ke helm yang dibawa korban.

"Kedua pelaku telah masuk dalam tahap penyidikkan. Mereka dijerat dengan pasal berbeda," ujarnya.

Ancaman hukuman

Pelaku pertama dengan TKP Kecamatan Tarub dijerat dengan pasal 368 KUHP terkait pemerasan. Ancaman hukumannya, pidana penjara paling lama 9 tahun.

Sedangkan pelaku kedua dengan TKP Desa Prupuk Utara, dijerat pasal 335 ayat (1) KUHP. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama satu tahun.

Selanjutnya, Kapolres Tegal mengimbau kepada seluruh masyarakat agar waspada. Segera laporkan segala tindak kejahatan seperti premanisme pada call center darurat Polri 110, maupun lapor Kapolres Tegal pada nomor 0812-3075-6445.

Demikian informasi terkait polis ringkus 2 pelaku premanisme di Tegal selama pelaksanaan Operasi Pekat Candi 2024. Kasus tersebut saat ini tengah masuk tahap penyidikan. (*) 

  • Share :
Home > Lokal
Gelar Operasi Pekat 20 Hari, Polisi Ringkus 2 Pelaku Premanisme di Tegal
Author: Adi Mulyadi
Kamis, 28 Maret 2024 - 06:00 WIB
Gelar Operasi Pekat 20 Hari, Polisi Ringkus 2 Pelaku Premanisme di Tegal

(Foto: - Tangkapan Layar radartegal.disway.id - Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun menunjukan barang bukti pengungkapan dan penangkapan pelaku premanisme di Tegal saat pers conference.)

<
RADAR CBS - Polres Tegal menggelar operasi Pekat Candi 2024 selama 20 hari, mulai 6 hingga 25 Maret 2024. Dari kegiatan itu, polisi berhasil meringkus 2 pelaku aksi premanisme di Kabupaten Tegal.

Kedua pelaku premanisme di Kabupaten Tegal tersebut, yakni MB, usia 45 tahun, dan MST, usia 29 tahun. Keduanya melakukan aksi premanisme di dua tempat berbeda.

Pelaku MB, melakukan aksi premanisme di wilayah Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. Sedangkan MST adalah pelaku premanisme di Kecamatan Margasari.

Saat ini polisi tengah melakukan penyidikan terhadap 2 pelaku perkara premanisme di Tegal tersebut. Keduanya diancam hukuman yang berbeda, yakni paling lama penjara 9 tahun dan 1 tahun.

Kronologi pengungkapan perkara premanisme di Tegal 

Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, Operasi Pekat Candi 2024 diguluirkan untuk pemberantasan penyakit masyarakat pada Ramadhan. Seperti minuman keras (miras), premanisme, judi, petasan, perzinaan dan narkoba. 

Operasi Pekat Candi 2024 dilaksanakan sejak 6 Maret hingga 25 Maret 2024. Hasilnya, ada dua pelaku premanisme di Kabupaten Tegal yang berhasil diungkap dan diringkus.

Satu orang pelaku, yakni berinisial MB, 45 tahun, ditangkap karena melakukan pemerasan uang di wilayah Kecamatan Tarub. Modus operandinya berpura-pura memberli sikat cuci baju di sebuah toko.

"Pelaku kemudian menodongkan senjata tajam sambil berteriak, "Saya butuh uang", kepada korban yang merupakan pemilik toko dan sedang berada pada toko gerabah," ujarnya, Rabu 27 Maret 2024.

Karena korban (pemilik toko) tidak menyerahkan uang, jelas Kapolres, pelaku premanisme di Kecamatan Tarub Tegal itu menusukan senjata tajam ke arah perut kobran. Sehingga, mengakibatkan korban mengalami luka tusuk di bagian perut dan jari tengah sebelah kanan. 

Aksi premanisme di Desa Prupuk Utara

Aksi premanisme kedua terungkap di wilayah Hukum Polsek Margasari. Menurut Kapolres, perkara tersebut pada 11 Maret 2024. 

Awalnya, ada seorang petugas dari bank melakukan penagihan pada, MST, ibu pelaku yang merupakan debitur dan sudah menunggak angsuran beberapa bulan. 

"Mantri bank tersebut menyampaikan angsuran harus segera ditutup. Meski debitur telah menjelaskan adanya masalah ekonomi yang menimpa keluarganya," cetusnya sebagaimana dilansir radartegal.disway.id.

Saat ditagih, pelaku yang merupakan warga Desa Prupuk Utara Margasari marah. Kemudian pelaku berteriak dan mengancam korban (petugas bank). 

Saat itu pelaku sempat memukulkan senjata tajam yang dibawa ke helm yang dibawa korban.

"Kedua pelaku telah masuk dalam tahap penyidikkan. Mereka dijerat dengan pasal berbeda," ujarnya.

Ancaman hukuman

Pelaku pertama dengan TKP Kecamatan Tarub dijerat dengan pasal 368 KUHP terkait pemerasan. Ancaman hukumannya, pidana penjara paling lama 9 tahun.

Sedangkan pelaku kedua dengan TKP Desa Prupuk Utara, dijerat pasal 335 ayat (1) KUHP. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama satu tahun.

Selanjutnya, Kapolres Tegal mengimbau kepada seluruh masyarakat agar waspada. Segera laporkan segala tindak kejahatan seperti premanisme pada call center darurat Polri 110, maupun lapor Kapolres Tegal pada nomor 0812-3075-6445.

Demikian informasi terkait polis ringkus 2 pelaku premanisme di Tegal selama pelaksanaan Operasi Pekat Candi 2024. Kasus tersebut saat ini tengah masuk tahap penyidikan. (*) 

Editor: Adi Mulyadi
  • Share :
Lainnya