Kereen! 27.562 Pelaku UMKM di Kabupaten Tegal sudah Kantongi NIB
27 Mar 2024 12:00:00 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
Kereen! 27.562 Pelaku UMKM di Kabupaten Tegal sudah Kantongi NIB

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Kepala KPw BI Tegal Marwadi bersama sejumlah Kepala OPD dan pelaku usaha dalam acara Fasilitasi Halal dan Pelatihan Sistem Jaminan Produk Halal di Hotel Grand Dian Slawi. Pada kesempatan itu Pj Bupati mengatakan bahwa 27.562 pela)

RADAR CBS - Sebanyak 27.562 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Tegal sudah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Hal ini mengemuka saat gelaran acara Fasilitasi Halal dan Pelatihan Sistem Jaminan Produk Halal di Hotel Grand Dian Slawi, Selasa 26 Maret 2024.

Kegiatan yang dibuka Pj Bupati Tegal Agustyarsyah itu digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal yang bekerjasama dengan Pemkab Tegal.

Saat membuka kegiatan Pj Bupati mengungkapkan, jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Tegal yang terdata sebanyak 117.255 pengusaha. Dari jumlah tersebut, baru 23,5 persen yang sudah memiliki NIB atau sekitar 27.562 pelaku usaha. Sedangkan sisanya, 89.693 pelaku UMKM belum terdaftar. 

Ihwal kegiatan Fasilitasi Halal dan Pelatihan Sistem Jaminan Produk Halal, Agustyarsyah mengapresiasi dan sangat mendukungnya. Sebab, sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, perizinan berusaha yang diterbitkan untuk memulai dan menjalankan kegiatan usahanya, dinilai dari tingkat risiko kegiatan usaha.

"Sehingga pelatihan ini sangat penting," ujarnya. 

Agustyarsyah menegaskan bahwa sertifikasi halal sudah menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha yang memproduksi makanan dan minuman sejak diterbitkannya Undang-Undang Cipta Kerja.

Dan untuk mendapatkan sertifikat halal itu, sekarang lebih mudah. Yaitu melalui mekanisme self declare. Artinya, cukup dengan membuat pernyataan diri yang sudah memenuhi standar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal untuk disertifikasi.

"Kami ucapkan terima kasih kepada jajaran Bank Indonesia dan Walisongo Halal Center yang telah membantu memfasilitasi proses pengurusan sertifikasi halal ini. Termasuk menguatkan pengetahuan para pelaku usaha mengenai regulasi, kebijakan, fatwa, hingga penggunaan platform SiHalal," kata Agustyarsyah.

Dia berharap, para pelaku usaha yang belum memilik NIB untuk mengurus secepatnya. Sehingga usahanya dapat berjalan lancar dan aman serta nyaman.

"Masih banyak yang belum memiliki NIB, jumlahnya hampir 75 persen," cetusnya.

Sementara, Kepala KPw BI Tegal Marwadi mengatakan, kegiatan fasilitas halal dan pelatihan ini diikuti 100 UMKM. Mereka nantinya akan mendapatkan sertifikat sistem jaminan produk halal.

"Tapi itu khusus untuk 40 peserta terbaik," kata Marwadi.

Dia berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha maupun masyarakat luas. 

Dia juga menghendaki, Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (Khas) dapat menjadi sarana edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terutama Muslim. Agar mampu memproduksi dan mengonsumsi pangan yang halal, aman dan sehat. 

"Menyediakan produk yang halal, aman, dan sehat adalah sebuah bentuk kepedulian dari pelaku usaha. Bagi konsumen, mengonsumsi produk yang bersertifikat halal, aman, dan sehat dapat memberikan rasa aman dan menenangkan," ucapnya. 

Demikian informasi terkait 27.562 pelaku UMKM di Kabupaten Tegal sudah kantongi NIB. Semoga semakin berkembang. (*)

  • Share :
Kereen! 27.562 Pelaku UMKM di Kabupaten Tegal sudah Kantongi NIB
Author: Yeri Noveli
Editor: Adi Mulyadi
27 Mar 2024 12:00:00 WIB
Kereen! 27.562 Pelaku UMKM di Kabupaten Tegal sudah Kantongi NIB

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Kepala KPw BI Tegal Marwadi bersama sejumlah Kepala OPD dan pelaku usaha dalam acara Fasilitasi Halal dan Pelatihan Sistem Jaminan Produk Halal di Hotel Grand Dian Slawi. Pada kesempatan itu Pj Bupati mengatakan bahwa 27.562 pela)

<

RADAR CBS - Sebanyak 27.562 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Tegal sudah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Hal ini mengemuka saat gelaran acara Fasilitasi Halal dan Pelatihan Sistem Jaminan Produk Halal di Hotel Grand Dian Slawi, Selasa 26 Maret 2024.

Kegiatan yang dibuka Pj Bupati Tegal Agustyarsyah itu digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal yang bekerjasama dengan Pemkab Tegal.

Saat membuka kegiatan Pj Bupati mengungkapkan, jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Tegal yang terdata sebanyak 117.255 pengusaha. Dari jumlah tersebut, baru 23,5 persen yang sudah memiliki NIB atau sekitar 27.562 pelaku usaha. Sedangkan sisanya, 89.693 pelaku UMKM belum terdaftar. 

Ihwal kegiatan Fasilitasi Halal dan Pelatihan Sistem Jaminan Produk Halal, Agustyarsyah mengapresiasi dan sangat mendukungnya. Sebab, sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, perizinan berusaha yang diterbitkan untuk memulai dan menjalankan kegiatan usahanya, dinilai dari tingkat risiko kegiatan usaha.

"Sehingga pelatihan ini sangat penting," ujarnya. 

Agustyarsyah menegaskan bahwa sertifikasi halal sudah menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha yang memproduksi makanan dan minuman sejak diterbitkannya Undang-Undang Cipta Kerja.

Dan untuk mendapatkan sertifikat halal itu, sekarang lebih mudah. Yaitu melalui mekanisme self declare. Artinya, cukup dengan membuat pernyataan diri yang sudah memenuhi standar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal untuk disertifikasi.

"Kami ucapkan terima kasih kepada jajaran Bank Indonesia dan Walisongo Halal Center yang telah membantu memfasilitasi proses pengurusan sertifikasi halal ini. Termasuk menguatkan pengetahuan para pelaku usaha mengenai regulasi, kebijakan, fatwa, hingga penggunaan platform SiHalal," kata Agustyarsyah.

Dia berharap, para pelaku usaha yang belum memilik NIB untuk mengurus secepatnya. Sehingga usahanya dapat berjalan lancar dan aman serta nyaman.

"Masih banyak yang belum memiliki NIB, jumlahnya hampir 75 persen," cetusnya.

Sementara, Kepala KPw BI Tegal Marwadi mengatakan, kegiatan fasilitas halal dan pelatihan ini diikuti 100 UMKM. Mereka nantinya akan mendapatkan sertifikat sistem jaminan produk halal.

"Tapi itu khusus untuk 40 peserta terbaik," kata Marwadi.

Dia berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha maupun masyarakat luas. 

Dia juga menghendaki, Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (Khas) dapat menjadi sarana edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terutama Muslim. Agar mampu memproduksi dan mengonsumsi pangan yang halal, aman dan sehat. 

"Menyediakan produk yang halal, aman, dan sehat adalah sebuah bentuk kepedulian dari pelaku usaha. Bagi konsumen, mengonsumsi produk yang bersertifikat halal, aman, dan sehat dapat memberikan rasa aman dan menenangkan," ucapnya. 

Demikian informasi terkait 27.562 pelaku UMKM di Kabupaten Tegal sudah kantongi NIB. Semoga semakin berkembang. (*)

  • Share :
Lainnya