Tempat Pengolahan Sampah 3R Jalingkos Tegal Diresmikan, Segini Kapasitas Per Harinya
26 Mar 2024 11:00:00 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
Tempat Pengolahan Sampah 3R Jalingkos Tegal Diresmikan, Segini Kapasitas Per Harinya

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tegal Joko Kurnianto, menanam pohon saat peresmian Tempat Pengolahan Ssampah 3R Jalingkos Tegal sekaligus memperingati HPSN 2024.)

RADAR CBS - Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Reduce-Reuse-Recycle (3R) di Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal diresmikan. 

Peresmian Tempat Pengolahan Sampah 3R Jalingkos Tegal dilakukan Pj Bupati Tegal Agustyarsyah yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tegal Joko Kurnianto.

Tempat pengolahan Sampah 3R Jalingkos Tegal diresmikan bersamaan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024. Saar peresmian Joko mengatakan, Pemkab Tegal akan terus berupaya mengurangi sampah plastik. 

Hal tersebut sejalan dengan pasal 16 Peraturan Bupati Tegal Nomor 48 Tahun 2019. Ini mengatur tentang pengurangan penggunaan plastik dan styrofoam di pusat perbelanjaan dan toko swalayan, atau bahkan pasar rakyat.

“Saya berharap bahwa peringatan HPSN ini bukan hanya sebatas seremonial saja. Ingat, tidak ada kata berhenti untuk mengurangi sampah, termasuk sampah plastik,” tegas Joko.

Kapasitas tempat pengolahan sampah 3R Jalingkos

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal Muchtar Mawardi mengatakan, kegiatan ini juga sekaligus meresmikan kantor sekretariat serta penanaman pohon jambu air, kelengkeng, alpukat dan tabebuya di hutan kota.

“Hari ini kita launching pengoperasian alat pencacah sampah. Kapasitasnya bisa mencapai 8 hingga 10 ton per hari," ujarnya.

Dia berharap, alat pencacah sampah ini bisa mengalihkan pembuangan sampah di TPS eks Pasar Hewan Curug Pangkah. Meskipun ini juga masih menyisakan sampah yang harus dibawa ke TPA, tapi volumenya tidak banyak.

Dia mengemukakan, peringatan HPSN 2024 merupakan momen penting pengelolaan sampah di Indonesia. Seluruh lapisan masyarakat diharapkan bisa ikut serta dan berupaya sungguh-sungguh dalam mendukung sistem pengelolaan sampah terpadu.

Satu sisi, sampah bisa menjadi bencana, namun di sisi lain, sampah juga bisa menjadi komoditi yang menguntungkan.

Desa merdeka sampah

Menurut Muchtar, sejumlah desa lokus program Desa Merdeka Sampah dinilai mampu mengolah sampahnya secara mandiri melalui konsep TPS3R.

Tercatat ada dua desa dengan pengelolaan sampah terbaik di Kabupaten Tegal, yaitu Desa Kertasari Kecamatan Warureja dan Desa Lebaksiu Kidul Kecamatan Lebaksiu.

“Zero waste dan zero emission sudah harus menjadi babak baru dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Zero waste artinya di tahun 2030, kita tidak diperbolehkan lagi mengoperasikan TP. Maka langkah untuk mewujudkannya ini harus segera dimulai,” ujarnya.

Sedangkan zero emission lebih pada upaya membatasi tidak ada lagi aktivitas pengelolaan sampah yang menghasilkan emisi karbon yang dapat diserap di bumi ataupun menguap ke lapisan atmosfer serta memicu timbulnya gas rumah kaca yang berpotensi memicu terjadinya pemanasan global.

Peringatan HPSN 2024 ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada 10 desa terbaik pelaksana program Desa Merdeka Sampah. Yaitu Desa Kertasari, Lebaksiu Kidul, Dermasandi, Bogares Kidul, Penusupan, Srengseng, Sumingkir, Penarukan, Mangunraren dan Kalisoka.

Demikian informasi terkait tempat pengolahan sampah 3R Jalingkos Tegal. Semoga bermanfaat. (*)

  • Share :
Tempat Pengolahan Sampah 3R Jalingkos Tegal Diresmikan, Segini Kapasitas Per Harinya
Author: Yeri Noveli
Editor: Adi Mulyadi
26 Mar 2024 11:00:00 WIB
Tempat Pengolahan Sampah 3R Jalingkos Tegal Diresmikan, Segini Kapasitas Per Harinya

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tegal Joko Kurnianto, menanam pohon saat peresmian Tempat Pengolahan Ssampah 3R Jalingkos Tegal sekaligus memperingati HPSN 2024.)

<

RADAR CBS - Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Reduce-Reuse-Recycle (3R) di Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal diresmikan. 

Peresmian Tempat Pengolahan Sampah 3R Jalingkos Tegal dilakukan Pj Bupati Tegal Agustyarsyah yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tegal Joko Kurnianto.

Tempat pengolahan Sampah 3R Jalingkos Tegal diresmikan bersamaan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024. Saar peresmian Joko mengatakan, Pemkab Tegal akan terus berupaya mengurangi sampah plastik. 

Hal tersebut sejalan dengan pasal 16 Peraturan Bupati Tegal Nomor 48 Tahun 2019. Ini mengatur tentang pengurangan penggunaan plastik dan styrofoam di pusat perbelanjaan dan toko swalayan, atau bahkan pasar rakyat.

“Saya berharap bahwa peringatan HPSN ini bukan hanya sebatas seremonial saja. Ingat, tidak ada kata berhenti untuk mengurangi sampah, termasuk sampah plastik,” tegas Joko.

Kapasitas tempat pengolahan sampah 3R Jalingkos

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal Muchtar Mawardi mengatakan, kegiatan ini juga sekaligus meresmikan kantor sekretariat serta penanaman pohon jambu air, kelengkeng, alpukat dan tabebuya di hutan kota.

“Hari ini kita launching pengoperasian alat pencacah sampah. Kapasitasnya bisa mencapai 8 hingga 10 ton per hari," ujarnya.

Dia berharap, alat pencacah sampah ini bisa mengalihkan pembuangan sampah di TPS eks Pasar Hewan Curug Pangkah. Meskipun ini juga masih menyisakan sampah yang harus dibawa ke TPA, tapi volumenya tidak banyak.

Dia mengemukakan, peringatan HPSN 2024 merupakan momen penting pengelolaan sampah di Indonesia. Seluruh lapisan masyarakat diharapkan bisa ikut serta dan berupaya sungguh-sungguh dalam mendukung sistem pengelolaan sampah terpadu.

Satu sisi, sampah bisa menjadi bencana, namun di sisi lain, sampah juga bisa menjadi komoditi yang menguntungkan.

Desa merdeka sampah

Menurut Muchtar, sejumlah desa lokus program Desa Merdeka Sampah dinilai mampu mengolah sampahnya secara mandiri melalui konsep TPS3R.

Tercatat ada dua desa dengan pengelolaan sampah terbaik di Kabupaten Tegal, yaitu Desa Kertasari Kecamatan Warureja dan Desa Lebaksiu Kidul Kecamatan Lebaksiu.

“Zero waste dan zero emission sudah harus menjadi babak baru dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Zero waste artinya di tahun 2030, kita tidak diperbolehkan lagi mengoperasikan TP. Maka langkah untuk mewujudkannya ini harus segera dimulai,” ujarnya.

Sedangkan zero emission lebih pada upaya membatasi tidak ada lagi aktivitas pengelolaan sampah yang menghasilkan emisi karbon yang dapat diserap di bumi ataupun menguap ke lapisan atmosfer serta memicu timbulnya gas rumah kaca yang berpotensi memicu terjadinya pemanasan global.

Peringatan HPSN 2024 ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada 10 desa terbaik pelaksana program Desa Merdeka Sampah. Yaitu Desa Kertasari, Lebaksiu Kidul, Dermasandi, Bogares Kidul, Penusupan, Srengseng, Sumingkir, Penarukan, Mangunraren dan Kalisoka.

Demikian informasi terkait tempat pengolahan sampah 3R Jalingkos Tegal. Semoga bermanfaat. (*)

  • Share :
Lainnya