Disorot Sekda, Ini Sederet Kendala Perbaikan Bangunan SD Rusak di Kabupaten Tegal
26 Mar 2024 07:00:00 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
Disorot Sekda, Ini Sederet Kendala Perbaikan Bangunan SD Rusak di Kabupaten Tegal

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Sekda Kabupaten Tegal Amir Makhmud saat memimpin rapat. Dia menyorot banyaknya bangunan SD rusak di Kabupaten Tegal yang belum tersentuh perbaikan karena sederet kendala yang dihadapi Disdikbud.)

RADAR CBS - Masih banyak bangunan SD yang rusak dan belum mendapat perbaikan di Kabupaten Tegal. Berikut sederet kendala perbaikan SD rusak di Kabupaten Tegal.

Banyaknya bangunan SD di Kabupaten Tegal yang kondisinya sudah rusak namun belum mendapat perbaikan karena sederet kendala itu disorot Sekda Amir Makhmud. 

Dia meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat untuk mendata dan segera memperbaikinya.

"Kami minta Disdikbud untuk merehab secepatnya ruang kelas yang rusak berat," kata Sekda Amir.

Dia juga mewanti-wanti, apabila sudah dialokasikan anggarannya, dinas supaya memantau dengan maksimal hasil pekerjaannya.

"Jangan sampai kualitas hasil pekerjaannya tidak sesuai harapan atau bahkan mangkrak karena pemborongnya wanprestasi,” tegasnya 

Kendala perbaikan SD rusak

Menanggapi hal itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Tegal Fakihurrokhim mengaku, sejauh ini pihaknya sudah merehab sejumlah bangunan SD yang rusak secara bertahap.

Dia pun menuturkan perlu waktu minimal lima tahun untuk merehab tuntas SD yang ada di Kabupaten Tegal. Sebaba alokasi anggarannya terbatas.

Fakihurrokhim juga membeberkan sejumlah persoalan yang menjadi kendala proses rehab sekolah. Kendala tersebut diantaranya:

Sertifikat Tanah

Masih banyak sekolah yang sertifikat tanahnya masih atas nama pemerintah desa, bukan pemerintah daerah. Hal ini menjadi kendala rehab bangunan sekolah.

“Saya minta bagi sekolah-sekolah yang tanahnya masih atas nama pemerintah desa bisa disampaikan ke pemda untuk diusulkan menjadi aset pemerintah daerah. Selama ini belum diubah, tentunya kita tidak bisa menyalurkan dana APBD atau bahkan APBN untuk merehab gedung sekolah,” kata Fakih menjelaskan.

Ketersesiaan Lahan

Kendala lain yang kerap terjadi, sambung Fakih, soal ketersediaan lahan. Seringkali pihak sekolah mengajukan permintaan penambahan ruang kelas, pembangunan ruang laboratorium hingga toilet. Tapi mereka tidak memiliki lahan yang cukup.

Jika pun tersedia, luasnya tidak ideal untuk dibangun ruang kelas. Sementara untuk pembangunan vertikal dua lantai, pihaknya mengaku keberatan karena biaya konstruksinya besar.

"Tidak sebanding dengan alokasi anggaran yang tersedia," imbuhnya.

Demikian informasi terkait sederet kendala perbaikan bangunan SD rusak di Kabupaten Tegal. Sekda Amir Makhmud meminta Disdikbud mendata. (*)

  • Share :
Disorot Sekda, Ini Sederet Kendala Perbaikan Bangunan SD Rusak di Kabupaten Tegal
Author: Yeri Noveli
Editor: Adi Mulyadi
26 Mar 2024 07:00:00 WIB
Disorot Sekda, Ini Sederet Kendala Perbaikan Bangunan SD Rusak di Kabupaten Tegal

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Sekda Kabupaten Tegal Amir Makhmud saat memimpin rapat. Dia menyorot banyaknya bangunan SD rusak di Kabupaten Tegal yang belum tersentuh perbaikan karena sederet kendala yang dihadapi Disdikbud.)

<

RADAR CBS - Masih banyak bangunan SD yang rusak dan belum mendapat perbaikan di Kabupaten Tegal. Berikut sederet kendala perbaikan SD rusak di Kabupaten Tegal.

Banyaknya bangunan SD di Kabupaten Tegal yang kondisinya sudah rusak namun belum mendapat perbaikan karena sederet kendala itu disorot Sekda Amir Makhmud. 

Dia meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat untuk mendata dan segera memperbaikinya.

"Kami minta Disdikbud untuk merehab secepatnya ruang kelas yang rusak berat," kata Sekda Amir.

Dia juga mewanti-wanti, apabila sudah dialokasikan anggarannya, dinas supaya memantau dengan maksimal hasil pekerjaannya.

"Jangan sampai kualitas hasil pekerjaannya tidak sesuai harapan atau bahkan mangkrak karena pemborongnya wanprestasi,” tegasnya 

Kendala perbaikan SD rusak

Menanggapi hal itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Tegal Fakihurrokhim mengaku, sejauh ini pihaknya sudah merehab sejumlah bangunan SD yang rusak secara bertahap.

Dia pun menuturkan perlu waktu minimal lima tahun untuk merehab tuntas SD yang ada di Kabupaten Tegal. Sebaba alokasi anggarannya terbatas.

Fakihurrokhim juga membeberkan sejumlah persoalan yang menjadi kendala proses rehab sekolah. Kendala tersebut diantaranya:

Sertifikat Tanah

Masih banyak sekolah yang sertifikat tanahnya masih atas nama pemerintah desa, bukan pemerintah daerah. Hal ini menjadi kendala rehab bangunan sekolah.

“Saya minta bagi sekolah-sekolah yang tanahnya masih atas nama pemerintah desa bisa disampaikan ke pemda untuk diusulkan menjadi aset pemerintah daerah. Selama ini belum diubah, tentunya kita tidak bisa menyalurkan dana APBD atau bahkan APBN untuk merehab gedung sekolah,” kata Fakih menjelaskan.

Ketersesiaan Lahan

Kendala lain yang kerap terjadi, sambung Fakih, soal ketersediaan lahan. Seringkali pihak sekolah mengajukan permintaan penambahan ruang kelas, pembangunan ruang laboratorium hingga toilet. Tapi mereka tidak memiliki lahan yang cukup.

Jika pun tersedia, luasnya tidak ideal untuk dibangun ruang kelas. Sementara untuk pembangunan vertikal dua lantai, pihaknya mengaku keberatan karena biaya konstruksinya besar.

"Tidak sebanding dengan alokasi anggaran yang tersedia," imbuhnya.

Demikian informasi terkait sederet kendala perbaikan bangunan SD rusak di Kabupaten Tegal. Sekda Amir Makhmud meminta Disdikbud mendata. (*)

  • Share :
Lainnya