Diduga Tanpa Andalalin Prusahaan di Kabupaten Tegal Nekat Beroperasi, Begini Kata Komisi I DPRD
24 Mar 2024 12:37:48 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
Diduga Tanpa Andalalin Prusahaan di Kabupaten Tegal Nekat Beroperasi, Begini Kata Komisi I DPRD

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni meminta Pemkab tegas terhadap perusahaan yang beroperasi tanpa Andalalin.)

RADAR CBS – Sebuah perusahaan industri di Kabupaten Tegal diduga nekat beroperasi meski tanpa Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).. Namun demikian, Pemda seperti membiarkan begitu saja.

Hal inipun menjadi sototan Komisi I DPRD Kabupaten Tegal. Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni mengatakan, sepertinya perusahaan tersebut dibiarkan beroperasi meski tanpa Andalali.

"Mestinya, mereka ditertibkan. Jangan beroperasi sebelum mengantongi Andalalin," katanya.

Dia menegaskan, dokumen Andalalin wajib ada, karena salah satu syarat untuk pengajuan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). 

Kendati izin yang mengeluarkan Kementerian Perhubungan, namun hal itu wajib dimiliki oleh semua perusahaan. 

“Salah satunya adalah pabrik baru di Lebaksiu. Banyak masyarakat yang mengeluh dengan pembangunan pabrik itu yang diduga tanpa Andalalin,” ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal yang akrab disapa Jeni ini.

Menurutnya, pabrik yang berada di jalur utama Slawi-Purwoketo itu sepertinya belum memperhatikan Andalalin. Sebab, pintu masuk pabrik, hanya berjarak sekitar 15 meter.

Saat kondisi karyawan berangkat dan pulang, jalan tersebut mengalami kemacetan. 

“Apalagi kalau ada kendaraan besar yang akan masuk atau keluar pabrik. Pasti, jalan akan macet total,” cetusnya.

Jeni yang juga warga Lebaksiu ini menilai harusnya pintu masuk memiliki jarak sekitar 100 meter dari jalan raya. Atau, bisa juga dibuat dua pintu, yakni di sebelah utara dan selatan. 

Hal itu sesuai dengan sosialisasi kepada masyarakat saat akan mendirikan pabrik. 

“Sebelumnya pintu masuk berada di sebelah utara dan selatan, tapi saat ini yang dibuka hanya sebelah utara,” ujarnya. 

Menurutnya, jika jalan ke pabrik dibuat di sebelah selatan, maka akan meningkatkan perekonomian warga sekitar. Warga bisa membuka warung makan, kos-kosan atau usaha lainnya. 

Pusat keramian akan berpindah di pintu selatan yang lebih luas, dan tidak mengakibatkan kemacetan. Selain itu, perusahaan tersebut juga harus menyediakan pos bea cukai saat barang keluar di pintu pabrik.

Jika jalan masuk sempit, maka akan membuat kendaraan antre. Pastinya, kendaraan akan menutupi jalan raya. 

“Kami berharap kepada Pj Bupati Tegal untuk menertibkan perusahaan-perusahaan yang belum ada Andalalin,” tandasnya. 

Demikian informasi terkait sebuah prusahaan di Kabupaten Tegal diduga nekat beroperasi tanpa Andalalin. DPRD minta pemkab tegas terhadap hal tersebut. (ADV)

  • Share :
Diduga Tanpa Andalalin Prusahaan di Kabupaten Tegal Nekat Beroperasi, Begini Kata Komisi I DPRD
Author: Yeri Noveli
Editor: Adi Mulyadi
24 Mar 2024 12:37:48 WIB
Diduga Tanpa Andalalin Prusahaan di Kabupaten Tegal Nekat Beroperasi, Begini Kata Komisi I DPRD

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni meminta Pemkab tegas terhadap perusahaan yang beroperasi tanpa Andalalin.)

<

RADAR CBS – Sebuah perusahaan industri di Kabupaten Tegal diduga nekat beroperasi meski tanpa Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).. Namun demikian, Pemda seperti membiarkan begitu saja.

Hal inipun menjadi sototan Komisi I DPRD Kabupaten Tegal. Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni mengatakan, sepertinya perusahaan tersebut dibiarkan beroperasi meski tanpa Andalali.

"Mestinya, mereka ditertibkan. Jangan beroperasi sebelum mengantongi Andalalin," katanya.

Dia menegaskan, dokumen Andalalin wajib ada, karena salah satu syarat untuk pengajuan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). 

Kendati izin yang mengeluarkan Kementerian Perhubungan, namun hal itu wajib dimiliki oleh semua perusahaan. 

“Salah satunya adalah pabrik baru di Lebaksiu. Banyak masyarakat yang mengeluh dengan pembangunan pabrik itu yang diduga tanpa Andalalin,” ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal yang akrab disapa Jeni ini.

Menurutnya, pabrik yang berada di jalur utama Slawi-Purwoketo itu sepertinya belum memperhatikan Andalalin. Sebab, pintu masuk pabrik, hanya berjarak sekitar 15 meter.

Saat kondisi karyawan berangkat dan pulang, jalan tersebut mengalami kemacetan. 

“Apalagi kalau ada kendaraan besar yang akan masuk atau keluar pabrik. Pasti, jalan akan macet total,” cetusnya.

Jeni yang juga warga Lebaksiu ini menilai harusnya pintu masuk memiliki jarak sekitar 100 meter dari jalan raya. Atau, bisa juga dibuat dua pintu, yakni di sebelah utara dan selatan. 

Hal itu sesuai dengan sosialisasi kepada masyarakat saat akan mendirikan pabrik. 

“Sebelumnya pintu masuk berada di sebelah utara dan selatan, tapi saat ini yang dibuka hanya sebelah utara,” ujarnya. 

Menurutnya, jika jalan ke pabrik dibuat di sebelah selatan, maka akan meningkatkan perekonomian warga sekitar. Warga bisa membuka warung makan, kos-kosan atau usaha lainnya. 

Pusat keramian akan berpindah di pintu selatan yang lebih luas, dan tidak mengakibatkan kemacetan. Selain itu, perusahaan tersebut juga harus menyediakan pos bea cukai saat barang keluar di pintu pabrik.

Jika jalan masuk sempit, maka akan membuat kendaraan antre. Pastinya, kendaraan akan menutupi jalan raya. 

“Kami berharap kepada Pj Bupati Tegal untuk menertibkan perusahaan-perusahaan yang belum ada Andalalin,” tandasnya. 

Demikian informasi terkait sebuah prusahaan di Kabupaten Tegal diduga nekat beroperasi tanpa Andalalin. DPRD minta pemkab tegas terhadap hal tersebut. (ADV)

  • Share :
Lainnya