Alternatif Wisata Sejarah di Brebes, Menelusuri Jejak Zaman Kerajaan di Candi Pangkuan
23 Mar 2024 10:00:00 WIB
Author: Adi Mulyadi Editor: Adi Mulyadi
Alternatif Wisata Sejarah di Brebes, Menelusuri Jejak Zaman Kerajaan di Candi Pangkuan

(Foto: - Tangkapan Layar Kanal Youtube Baguse - ILUSTRASI - Alternatif wisata sejarah di Brebes, menelusuri jejak zaman kerajaan di Candi Pangkuan.)

RADAR TEGAL - Candi Pangkuan merupakan salah satu candi yang ada di Brebes yang bisa menjadi alternatif wisata sejarah. Selain candi ini, ada juga Candi Batu Kurung, Candi Rajawetan Petilasan Wali Songo, Candi Bangkong dan masih banyak lagi.

Objek wisata yang satu ini memang sangat identik dengan budaya dan kesejarahan. Candi merupakan salah satu bukti peninggalan leluhur di masa kerajaan.

Oleh karena itu, keberadaannya patut kita jaga dan lestarikan.

Candi Pangkuan sebagai wisata edukasi masyarakat

Candi Pangkuan terletak di Karanggandul, Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Orang-orang dahulu menyebutnya sebagai Alas Tuo.

Hal ini karena objek wisata ini sebenarnya merupakan perhutanan dengan candi lonjong berada di tegah hutannya yang memiliki ketinggian sekitar 50 cm.

Masyarakat sekitar pertama kali menemukan candi ini adalah pada tahun 1965. Menurut warga setempat, candi ini merupakan peninggalan masa kerajaan sebagai tempat upacara keagamaan mereka.

Saat ini, hutan tempat candi ini berada sudah menjadi objek wisata di Kabupaten Brebes. Di sekitar kawasan candi pun kabarnya terdapat makam milik Nyi Rantam Sari.

Konon, ia merupakan penguasa pantai utara. Namun sayangnya, kurang banyak sumber yang menjelaskan terkait asal-usul candi ini.

Perjalanan menuju candi

Ketika Anda sudah sampai di kawasan perhutanan Candi Pangkuan, Anda akan menemukan deretan pohon-pohon rindang di sekitar.

Sebagai informasi, penduduk asli di kawasan candi ini adalah sekumpulan monyet, mulai dari yang kecil hingga yang besar.

Konon, ada yang mengatakan bahwa monyet-monyet tersebut dulunya adalah manusia yang kemudian dikutuk karena perbuatan buruk mereka.

Ada banyak sekali monyet yang hidup di kawasan candi ini. Saat Anda melewati jalan setapak di kawasan hutan untuk menuju candi, Anda harus berhati-hati.

Hal ini karena saat ada orang yang datang, biasanya orang itu akan menarik perhatian kawanan monyet. Maka. monyet-monyet ini akan turun dari persembunyian mereka dan mendekati orang yang lewat.

Monyet di sini tentu merupakan monyet liar, mereka bisa saja melukai seseorang kalau merasa terganggu.

Perjalanan menuju candi pun tidak begitu mudah. Karena sekiitar candi merupakan kawasan hutan, maka mungkin Anda akan menemukan hewan lain selain monyet yang bisa membahayakan.

Selain itu, walaupun tempat ini buka selama 24 jam, Anda sebaiknya tidak mengunjungi objek wisata ini saat hari sudah petang.

Kurangnya penerangan akan lebih membahayakan keselamatan Anda.

Itulah sederet informasi terkait Candi Pangkuan, alternatif wisata sejarah di Brebes. Semoga bermanfaat. (*)

  • Share :
Alternatif Wisata Sejarah di Brebes, Menelusuri Jejak Zaman Kerajaan di Candi Pangkuan
Author: Adi Mulyadi
Editor: Adi Mulyadi
23 Mar 2024 10:00:00 WIB
Alternatif Wisata Sejarah di Brebes, Menelusuri Jejak Zaman Kerajaan di Candi Pangkuan

(Foto: - Tangkapan Layar Kanal Youtube Baguse - ILUSTRASI - Alternatif wisata sejarah di Brebes, menelusuri jejak zaman kerajaan di Candi Pangkuan.)

<

RADAR TEGAL - Candi Pangkuan merupakan salah satu candi yang ada di Brebes yang bisa menjadi alternatif wisata sejarah. Selain candi ini, ada juga Candi Batu Kurung, Candi Rajawetan Petilasan Wali Songo, Candi Bangkong dan masih banyak lagi.

Objek wisata yang satu ini memang sangat identik dengan budaya dan kesejarahan. Candi merupakan salah satu bukti peninggalan leluhur di masa kerajaan.

Oleh karena itu, keberadaannya patut kita jaga dan lestarikan.

Candi Pangkuan sebagai wisata edukasi masyarakat

Candi Pangkuan terletak di Karanggandul, Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Orang-orang dahulu menyebutnya sebagai Alas Tuo.

Hal ini karena objek wisata ini sebenarnya merupakan perhutanan dengan candi lonjong berada di tegah hutannya yang memiliki ketinggian sekitar 50 cm.

Masyarakat sekitar pertama kali menemukan candi ini adalah pada tahun 1965. Menurut warga setempat, candi ini merupakan peninggalan masa kerajaan sebagai tempat upacara keagamaan mereka.

Saat ini, hutan tempat candi ini berada sudah menjadi objek wisata di Kabupaten Brebes. Di sekitar kawasan candi pun kabarnya terdapat makam milik Nyi Rantam Sari.

Konon, ia merupakan penguasa pantai utara. Namun sayangnya, kurang banyak sumber yang menjelaskan terkait asal-usul candi ini.

Perjalanan menuju candi

Ketika Anda sudah sampai di kawasan perhutanan Candi Pangkuan, Anda akan menemukan deretan pohon-pohon rindang di sekitar.

Sebagai informasi, penduduk asli di kawasan candi ini adalah sekumpulan monyet, mulai dari yang kecil hingga yang besar.

Konon, ada yang mengatakan bahwa monyet-monyet tersebut dulunya adalah manusia yang kemudian dikutuk karena perbuatan buruk mereka.

Ada banyak sekali monyet yang hidup di kawasan candi ini. Saat Anda melewati jalan setapak di kawasan hutan untuk menuju candi, Anda harus berhati-hati.

Hal ini karena saat ada orang yang datang, biasanya orang itu akan menarik perhatian kawanan monyet. Maka. monyet-monyet ini akan turun dari persembunyian mereka dan mendekati orang yang lewat.

Monyet di sini tentu merupakan monyet liar, mereka bisa saja melukai seseorang kalau merasa terganggu.

Perjalanan menuju candi pun tidak begitu mudah. Karena sekiitar candi merupakan kawasan hutan, maka mungkin Anda akan menemukan hewan lain selain monyet yang bisa membahayakan.

Selain itu, walaupun tempat ini buka selama 24 jam, Anda sebaiknya tidak mengunjungi objek wisata ini saat hari sudah petang.

Kurangnya penerangan akan lebih membahayakan keselamatan Anda.

Itulah sederet informasi terkait Candi Pangkuan, alternatif wisata sejarah di Brebes. Semoga bermanfaat. (*)

  • Share :
Lainnya