Kosek Wilayah Kraton Tegal, Polisi Sita 110 Kilogram Bahan Petasan dan Periksa Pemiliknya
22 Mar 2024 07:00:00 WIB
Author: Adi Mulyadi Editor: Adi Mulyadi
Kosek Wilayah Kraton Tegal, Polisi Sita 110 Kilogram Bahan Petasan dan Periksa Pemiliknya

(Foto: - Tangkapan Layar radartegal.disway.id - Polisi sita 110 kilogram bahan petasan saat razia di wilayah Kraton Tegal.)

RADAR CBS - Kosek wilayah Kraton Tegal Barat Kota Tegal, polisi sita 110 kilogram bahan petasan. Hal ini terungkap saat jajaran Polres Tegal Kota menggelar razia penyakit masyarakat atau pekat, Rabu 20 Maret 2024 malam.

Dalam razia pekat di wilayah Kraton Tegal itu, polisi tidak hanya sita 110 kilogram bahan petasan. Pemilik barang berbahanya tersebut juga langsung diperiksa atau dimintai keterangan.

Adapun 110 kilogram bahan petasan yang polisi sita saat razia di wilayah Kraton Tegal, terdiri dari bahan kimia jenis bron, cloras dan belerang. Demi keamanan, barang berbahaya itu langsung diangkut ke Mapolres Tegal Kota.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rully Thomas mengatakan, pihaknya terus menggencarkan razia pekat dengan sasaran lokasi-lokasi yang disinyalir menjadi tempat pembuatan petasan.

Dari kegiatan yang dilakukan, petugas berhasil menyita 110 kilogram bahan petasan di salah satu lokasi yang disambangi, yakni Kelurahan Kraton.

Detail barang bukti (bahan petasan) yang disita petugas, sambung dia, yakni 35 kg Bron, 38 kg Cloras dan 37 kg Belerang.

"Dalam razia kali ini, kita berhasil menggagalkan rencana produksi petasan dengan menyita berbagai bahan baku petasan," katanya.

Menurut Kapolres, kegiatan razia ini merupakan upaya dalam menjaga situasi Kota Tegal selama Ramadan dan jelang Lebaran Idul Fitri 1445 H agar tetap kondusif. Selain itu, juga untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pengungkapan indikasi pembuatan petasan ini, merupakan hasil tindak lanjut dari penyelidikan. Dimana sebelumnya petugas mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya tempat yang akan memproduksi petasan.

"Mereka kedapatan akan memproduksi dan menjual petasan, sehingga pemiliknya langsung kita amankan dan lakukan pemeriksaan. Sedangkan barang bukti berupa bahan baku petasan kita sita untuk dimusnahkan," jelasnya sebagaimana dilansir radartegal.disway.id.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk saling menghormati satu sama lainnya dengan tidak bermain petasan. Sebab, selain mengganggu ketertiban umum, petasan juga dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Dia berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tidak bermain-main dengan bahan peledak, seperti mercon atau petasan. Sebab, ada ancaman hukumannya sesuai Undang-Undang Darurat 12/1951 Pasal 1 ayat (1), yakni pidana hingga 20 tahun penjara.

Demikian informasi terkait polisi sita 110 kilogram bahan petasan saat kosek atau razia di wilayah Kraton Tegal. (*)

  • Share :
Kosek Wilayah Kraton Tegal, Polisi Sita 110 Kilogram Bahan Petasan dan Periksa Pemiliknya
Author: Adi Mulyadi
Editor: Adi Mulyadi
22 Mar 2024 07:00:00 WIB
Kosek Wilayah Kraton Tegal, Polisi Sita 110 Kilogram Bahan Petasan dan Periksa Pemiliknya

(Foto: - Tangkapan Layar radartegal.disway.id - Polisi sita 110 kilogram bahan petasan saat razia di wilayah Kraton Tegal.)

<

RADAR CBS - Kosek wilayah Kraton Tegal Barat Kota Tegal, polisi sita 110 kilogram bahan petasan. Hal ini terungkap saat jajaran Polres Tegal Kota menggelar razia penyakit masyarakat atau pekat, Rabu 20 Maret 2024 malam.

Dalam razia pekat di wilayah Kraton Tegal itu, polisi tidak hanya sita 110 kilogram bahan petasan. Pemilik barang berbahanya tersebut juga langsung diperiksa atau dimintai keterangan.

Adapun 110 kilogram bahan petasan yang polisi sita saat razia di wilayah Kraton Tegal, terdiri dari bahan kimia jenis bron, cloras dan belerang. Demi keamanan, barang berbahaya itu langsung diangkut ke Mapolres Tegal Kota.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rully Thomas mengatakan, pihaknya terus menggencarkan razia pekat dengan sasaran lokasi-lokasi yang disinyalir menjadi tempat pembuatan petasan.

Dari kegiatan yang dilakukan, petugas berhasil menyita 110 kilogram bahan petasan di salah satu lokasi yang disambangi, yakni Kelurahan Kraton.

Detail barang bukti (bahan petasan) yang disita petugas, sambung dia, yakni 35 kg Bron, 38 kg Cloras dan 37 kg Belerang.

"Dalam razia kali ini, kita berhasil menggagalkan rencana produksi petasan dengan menyita berbagai bahan baku petasan," katanya.

Menurut Kapolres, kegiatan razia ini merupakan upaya dalam menjaga situasi Kota Tegal selama Ramadan dan jelang Lebaran Idul Fitri 1445 H agar tetap kondusif. Selain itu, juga untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pengungkapan indikasi pembuatan petasan ini, merupakan hasil tindak lanjut dari penyelidikan. Dimana sebelumnya petugas mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya tempat yang akan memproduksi petasan.

"Mereka kedapatan akan memproduksi dan menjual petasan, sehingga pemiliknya langsung kita amankan dan lakukan pemeriksaan. Sedangkan barang bukti berupa bahan baku petasan kita sita untuk dimusnahkan," jelasnya sebagaimana dilansir radartegal.disway.id.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk saling menghormati satu sama lainnya dengan tidak bermain petasan. Sebab, selain mengganggu ketertiban umum, petasan juga dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Dia berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tidak bermain-main dengan bahan peledak, seperti mercon atau petasan. Sebab, ada ancaman hukumannya sesuai Undang-Undang Darurat 12/1951 Pasal 1 ayat (1), yakni pidana hingga 20 tahun penjara.

Demikian informasi terkait polisi sita 110 kilogram bahan petasan saat kosek atau razia di wilayah Kraton Tegal. (*)

  • Share :
Lainnya