Kronologi Pekerja Meninggal Diatas Tower BTS Setinggi 50 Meter di Slawi Tegal, Korban Sempat Teriak Tolong
21 Mar 2024 06:00:00 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
Kronologi Pekerja Meninggal Diatas Tower BTS Setinggi 50 Meter di Slawi Tegal, Korban Sempat Teriak Tolong

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - KOLASE - Proses evakuasi pekerja meninggal diatas tower BTS setinggi 50 meter di Slawi Tegal.)

RADAR CBS - Seorang pekerja meninggal dunia diatas tower Base Transceiver Station (BTS) setinggi 50 meter di Desa Dukuhwringin Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal, Rabu 20 Maret 2024. Diketahui korban atas nama Muhammad Aris, warga Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun melalui Kapolsek Slawi AKP Bambang Marsudiyanto membenarkan adanya pekerja meninggal diatas tower BTS setinggi 50 meter di Slawi itu.

Menurutnya, pekerja yang meninggal diatas tower BTS setinggi 50 meter tersebut sedang melakukan aktivitas pembongkaran tower. Korban bekerja dengan 6 pekerja lain.

Kronologi pekerja tewas diatas tower BTS

Lebih jauh Kapolsek mengungkapkan kronologi peristiwa pekerja meninggal diatas tower BTS di Slawi itu. Korban meninggal, lanjut dia, bernama Myhammad Aris, usia 39 tahun, warga Desa Ternyang Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang Jawa Timur.

Korban bersama 6 rekannya merupakan pekerja yang bertugas membongkar tower BTS tersebut. Mereka memiliki tugas masing-masing. 

Sebagian di bawah dan sebagian lagi di atas. Adapun korban mendapat tugas di bagian atas. 

Saat mereka hendak menurunkan besi tower BTS dari atas ketinggian sekitar 50 meter, mendadak tubuh korban terjepit besi berukuran besar.

"Korban sempat teriak kesakitan dan meminta tolong. Waktu itu sekitar jam sembilan pagi," kata AKP Bambang di lokasi kejadian.

Melihat itu, keenam rekannya langsung berupaya menolong korban dengan alat seadanya. Namun, mereka kesulitan.

Sehingga mereka melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Slawi. Mereka juga meminta tolong ke Basarnas, BPBD, Galawi Rescue, PMI dan anggota TNI.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Untuk menurunkan jasad korban dari ketinggian hingga ke bawah memakan waktu sekitar 3 jam.

"Kami belum tahu mereka dari perusahaan mana. Tapi mereka di sini sejak 17 Maret 2024. Mereka memang akan membongkar tower ini. Mungkin karena tower ini sudah tidak terpakai," kata Kapolsek.

Evakuasi berlangsung dramatis

Sementara, Staf Operasi Basarnas Kantor SAR Semarang Unit Siaga SAR Pemalang, Handika mengaku saat mengevakuasi korban mengalami kendala. Yakni, tubuh korban tersangkut besi di atas tower yang cukup tinggi.

"Jadi kita harus mengangkat besinya secara manual dan menyiasati gimana caranya agar korban yang sudah meninggal dunia bisa lolos dari jepitan besi yang tersangkut diatas tower itu," ujarnya.

Dia mengimbau, pekerja yang melakukan aktivitas di ketinggian tower, tidak hanya memiliki lisensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) umum, namun juga memiliki K3 ketinggian.

"Karena ini pekerjaan yang harus memiliki skill, terutama diketinggian itu wajib memiliki lisensi itu," tegasnya.

Dia menyatakan, berdasarkan keterangan dari teman korban, pekerja yang meninggal dunia itu tidak memiliki lisensi pekerja.

"Termasuk teman-teman korban (7 orang) tidak ada yang memiliki lisensi pekerja di ketinggian," tutupnya. 

Demikian informasi terkait pekerja meninggal diatas tower BTS setinggi 50 meter di Slawi Tegal. Korban sempat teriak minta tolong sebelum akhirnya meninggal dunia. (*)

  • Share :
Kronologi Pekerja Meninggal Diatas Tower BTS Setinggi 50 Meter di Slawi Tegal, Korban Sempat Teriak Tolong
Author: Yeri Noveli
Editor: Adi Mulyadi
21 Mar 2024 06:00:00 WIB
Kronologi Pekerja Meninggal Diatas Tower BTS Setinggi 50 Meter di Slawi Tegal, Korban Sempat Teriak Tolong

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - KOLASE - Proses evakuasi pekerja meninggal diatas tower BTS setinggi 50 meter di Slawi Tegal.)

<

RADAR CBS - Seorang pekerja meninggal dunia diatas tower Base Transceiver Station (BTS) setinggi 50 meter di Desa Dukuhwringin Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal, Rabu 20 Maret 2024. Diketahui korban atas nama Muhammad Aris, warga Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun melalui Kapolsek Slawi AKP Bambang Marsudiyanto membenarkan adanya pekerja meninggal diatas tower BTS setinggi 50 meter di Slawi itu.

Menurutnya, pekerja yang meninggal diatas tower BTS setinggi 50 meter tersebut sedang melakukan aktivitas pembongkaran tower. Korban bekerja dengan 6 pekerja lain.

Kronologi pekerja tewas diatas tower BTS

Lebih jauh Kapolsek mengungkapkan kronologi peristiwa pekerja meninggal diatas tower BTS di Slawi itu. Korban meninggal, lanjut dia, bernama Myhammad Aris, usia 39 tahun, warga Desa Ternyang Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang Jawa Timur.

Korban bersama 6 rekannya merupakan pekerja yang bertugas membongkar tower BTS tersebut. Mereka memiliki tugas masing-masing. 

Sebagian di bawah dan sebagian lagi di atas. Adapun korban mendapat tugas di bagian atas. 

Saat mereka hendak menurunkan besi tower BTS dari atas ketinggian sekitar 50 meter, mendadak tubuh korban terjepit besi berukuran besar.

"Korban sempat teriak kesakitan dan meminta tolong. Waktu itu sekitar jam sembilan pagi," kata AKP Bambang di lokasi kejadian.

Melihat itu, keenam rekannya langsung berupaya menolong korban dengan alat seadanya. Namun, mereka kesulitan.

Sehingga mereka melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Slawi. Mereka juga meminta tolong ke Basarnas, BPBD, Galawi Rescue, PMI dan anggota TNI.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Untuk menurunkan jasad korban dari ketinggian hingga ke bawah memakan waktu sekitar 3 jam.

"Kami belum tahu mereka dari perusahaan mana. Tapi mereka di sini sejak 17 Maret 2024. Mereka memang akan membongkar tower ini. Mungkin karena tower ini sudah tidak terpakai," kata Kapolsek.

Evakuasi berlangsung dramatis

Sementara, Staf Operasi Basarnas Kantor SAR Semarang Unit Siaga SAR Pemalang, Handika mengaku saat mengevakuasi korban mengalami kendala. Yakni, tubuh korban tersangkut besi di atas tower yang cukup tinggi.

"Jadi kita harus mengangkat besinya secara manual dan menyiasati gimana caranya agar korban yang sudah meninggal dunia bisa lolos dari jepitan besi yang tersangkut diatas tower itu," ujarnya.

Dia mengimbau, pekerja yang melakukan aktivitas di ketinggian tower, tidak hanya memiliki lisensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) umum, namun juga memiliki K3 ketinggian.

"Karena ini pekerjaan yang harus memiliki skill, terutama diketinggian itu wajib memiliki lisensi itu," tegasnya.

Dia menyatakan, berdasarkan keterangan dari teman korban, pekerja yang meninggal dunia itu tidak memiliki lisensi pekerja.

"Termasuk teman-teman korban (7 orang) tidak ada yang memiliki lisensi pekerja di ketinggian," tutupnya. 

Demikian informasi terkait pekerja meninggal diatas tower BTS setinggi 50 meter di Slawi Tegal. Korban sempat teriak minta tolong sebelum akhirnya meninggal dunia. (*)

  • Share :
Lainnya