Lokal
Kereen! Pelajar SD di Tegal Deklarasi Anti Perundungan dan Kekerasan
Rabu, 21 Februari 2024 - 07:00 WIB
Author: Adi Mulyadi Editor: Adi Mulyadi
Kereen! Pelajar SD di Tegal Deklarasi Anti Perundungan dan Kekerasan

(Foto: - Kasium Polsek Adiwerna Aiptu Sukendar Basuki memimpin deklarasi anti perundungan dan kekerasan pelajar SD di SDN Pagedangan 02 Kabupaten Tegal.)

RADAR CBS - Pelajar SDN Pagedangan 02 Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal deklarasi anti perundungan dan kekerasan. Deklarasi dilaksanakan di sekolah, Selasa 20 Februari 2024.

Deklarasi anti perundungan dan kekerasan pelajar SD di Tegal ini dihadiri Kapolsek Adiwerna AKP Warjiyana yang diwakili Kasium Polsek Adiwerna Aiptu Sukendar Basuki. Hadir pula Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Adiwerna Subroto, dan Komite sekolah serta wali murid.

Kepala SDN Pagedangan 02 Kabupaten Tegal, Sri Suryanti berharap, deklarasi anti perundungan dan kekerasan pelajar SD ini, dapat menciptakan suasana indah di sekolahnya. Selain itu juga terbangun suasana nyaman dan aman, serta bebas dari bully atau kekerasan.

Menurutnya, dengan pembelajaran yang nyaman, maka siswa bisa lebih termotivasi dan semangat dalam belajarnya.

"Sehingga dapat mencetak generasi yang soleh dan solekha, cerdas, berakhlak, memiliki jiwa penolong dan saling menghargai," ujarnya.

Support deklarasi anti perundungan dan kekerasan pelajar SD 

KWK Dinas Dikbud Adiwerna Subroto, mengaku sangat mendukung dan mensupport kegiatan tersebut. Sebab, kegiatan itu merupakan salah satu indikator untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan kondusif.

"Bagaimana program anak belajar bisa nyaman dan dapat tercapai, maka warga sekolah, guru, orang tua harus saling bersinergi. Harus bersama-sama saling mengamati tumbuh kembang anak," ucapnya.

Dia berharap, deklarasi anti perundungan dan kekerasan ini dapat diimplementasikan di SDN Pagedangan 02.

"Sehingga mulai sekarang Stop, No Bully. Tidak ada kata mengejek di sekolah ini," tegasnya.

Macam-macam bully

Sementara, Aiptu Sukendar Basuki mengajak para siswa untuk saling menghormati dan baik kepada guru dan juga kepada orang tua.

Dia juga menjelaskan tentang beragam bully. Di antaranya bully fisik yang dilakukan dengan menggunakan alat, tangan atau kaki atau menyuruh untuk memukul. Kemudian bully verbal, yaitu melalui kata-kata, seperti mengejek, menghina, memarahi dan mencaci maki.

Selanjutnya bully mental melalui psikologi. Efeknya bisa menjadikan korban tertekan, merasa malu, minder dan tak percaya diri.

Lalu bully cyber dengan menggunakan sarana elektronik, bisa melalui medsos atau whatsapp.

Sukendar mengimbau, jika ada pelajar yang menjadi korban bully, maka segera melapor ke polisi, guru, orang tua atau berdoa kepada Allah SWT.

"Jangan sampai kalian saling mengejek atau saling pukul karena kalian semua adalah calon-calon pemimpin di masa depan. Semoga nanti ada yang menjadi bupati, atau menteri," imbuhnya. 

Demikian informasi terkait deklarasi anti perundungan dan kekerasan pelajar SD di Kabupaten Tegal. Semoga tak ada lagi aksi perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah di Kabupaten Tegal. (*)

  • Share :
Home > Lokal
Kereen! Pelajar SD di Tegal Deklarasi Anti Perundungan dan Kekerasan
Author: Adi Mulyadi
Rabu, 21 Februari 2024 - 07:00 WIB
Kereen! Pelajar SD di Tegal Deklarasi Anti Perundungan dan Kekerasan

(Foto: - Kasium Polsek Adiwerna Aiptu Sukendar Basuki memimpin deklarasi anti perundungan dan kekerasan pelajar SD di SDN Pagedangan 02 Kabupaten Tegal.)

<
RADAR CBS - Pelajar SDN Pagedangan 02 Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal deklarasi anti perundungan dan kekerasan. Deklarasi dilaksanakan di sekolah, Selasa 20 Februari 2024.

Deklarasi anti perundungan dan kekerasan pelajar SD di Tegal ini dihadiri Kapolsek Adiwerna AKP Warjiyana yang diwakili Kasium Polsek Adiwerna Aiptu Sukendar Basuki. Hadir pula Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Adiwerna Subroto, dan Komite sekolah serta wali murid.

Kepala SDN Pagedangan 02 Kabupaten Tegal, Sri Suryanti berharap, deklarasi anti perundungan dan kekerasan pelajar SD ini, dapat menciptakan suasana indah di sekolahnya. Selain itu juga terbangun suasana nyaman dan aman, serta bebas dari bully atau kekerasan.

Menurutnya, dengan pembelajaran yang nyaman, maka siswa bisa lebih termotivasi dan semangat dalam belajarnya.

"Sehingga dapat mencetak generasi yang soleh dan solekha, cerdas, berakhlak, memiliki jiwa penolong dan saling menghargai," ujarnya.

Support deklarasi anti perundungan dan kekerasan pelajar SD 

KWK Dinas Dikbud Adiwerna Subroto, mengaku sangat mendukung dan mensupport kegiatan tersebut. Sebab, kegiatan itu merupakan salah satu indikator untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan kondusif.

"Bagaimana program anak belajar bisa nyaman dan dapat tercapai, maka warga sekolah, guru, orang tua harus saling bersinergi. Harus bersama-sama saling mengamati tumbuh kembang anak," ucapnya.

Dia berharap, deklarasi anti perundungan dan kekerasan ini dapat diimplementasikan di SDN Pagedangan 02.

"Sehingga mulai sekarang Stop, No Bully. Tidak ada kata mengejek di sekolah ini," tegasnya.

Macam-macam bully

Sementara, Aiptu Sukendar Basuki mengajak para siswa untuk saling menghormati dan baik kepada guru dan juga kepada orang tua.

Dia juga menjelaskan tentang beragam bully. Di antaranya bully fisik yang dilakukan dengan menggunakan alat, tangan atau kaki atau menyuruh untuk memukul. Kemudian bully verbal, yaitu melalui kata-kata, seperti mengejek, menghina, memarahi dan mencaci maki.

Selanjutnya bully mental melalui psikologi. Efeknya bisa menjadikan korban tertekan, merasa malu, minder dan tak percaya diri.

Lalu bully cyber dengan menggunakan sarana elektronik, bisa melalui medsos atau whatsapp.

Sukendar mengimbau, jika ada pelajar yang menjadi korban bully, maka segera melapor ke polisi, guru, orang tua atau berdoa kepada Allah SWT.

"Jangan sampai kalian saling mengejek atau saling pukul karena kalian semua adalah calon-calon pemimpin di masa depan. Semoga nanti ada yang menjadi bupati, atau menteri," imbuhnya. 

Demikian informasi terkait deklarasi anti perundungan dan kekerasan pelajar SD di Kabupaten Tegal. Semoga tak ada lagi aksi perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah di Kabupaten Tegal. (*)

Editor: Adi Mulyadi
  • Share :
Lainnya