Diawali Saling Tantang di WhatsApp Perang Sarung Pecah di Brebes, Polisi Amankan 10 Remaja
16 Mar 2024 06:00:00 WIB
Author: Adi Mulyadi Editor: Adi Mulyadi
Diawali Saling Tantang di WhatsApp Perang Sarung Pecah di Brebes, Polisi Amankan 10 Remaja

(Foto: - Tangkapan Layar radartegal.disway.id - Petugas memberikan pembinaan terhadap sejumlah remaja yang terlibat aksi perang sarung di Ketanggungan Brebes.)

RADAR CBS - Aksi perang sarung antar remaja pecah di Brebes. Peristiwa ini terjadi pada Kamis 14 Maret 2024 sekitar pukul 23.00 WIB.

Bentrok antar remaja menggunakan sarung atau perang sarung di Brebes ini, terjadi di dekat salah satu SMP negeri di Kecamatan Ketanggungan. Beruntung polisi bertindak cepat.

Sehingga perang sarung yang pecah di dekat salah satu SMP negeri di Ketanggungan Brebes itu bisa diredam. Dari peristiwa itu, polisi berhasil mengamankan 10 remaja yang terlibat.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa perang sarung di Brebes ini dipicu oleh aksi saling tantang antar dua kelompok remaja. Aksi tantang menantang ini dilakukan melalui pesan WhatsApp.

Kemudian kedua kelompok yang terlibat perang sarung di Brebes itu, janjian ketemuan di komplek salah satu SMP negeri di Kecamatan Ketanggungan.

Setelah bertemu ditempat yang disepakati, aksi perang sarung antar remaja di Brebes itupun terjadi, sekitar pukul 23.00. Hal ini dibenarkan Kapolsek Ketanggungan AKP Umi Antum Farich, saat dikonfirmasi awak media, Jumat 15 Maret 2024 pagi.

Menurut AKP Umi, pihaknya mendapat informasi adanya aksi perang sarung dari masyarakat. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan terjun langsung mencari keberadaan remaja yang diduga terlibat perang sarung.

Dari aksi gerak cepat itu, AKP Umi menyatakan, pihaknya berhasil mengamankan 10 remaja yang diduga terlibat perang sarung. Semuanya masih berstatus pelajar SMP.

“Alhamdulillah 10 anak yang masih berstatus pelajar SMP, berhasil kami amankan di sekitar Stasiun Ketanggungan," ujarnya.

Selanjutnya, ke 10 remaja tersebut dibawa ke kantor dan diberi pembinaan. Selain itu, pihaknya juga memanggil orang tua mereka.

"Kami memanggil orang tua dan Kami melakukan pelatihan atau pembinaan lebih dulu sebelum akhirnya Kami kembalikan ke pihak orang tua masing-masing,” jelas AKP Umi sebagaimana dilansir radartegal.disway.id.

Lebih jauh AKP Umi mengimbau seluruh orang tua untuk menjaga anak-anaknya agar tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari. Selain itu, untuk mengantisipasi perang sarung di Brebes, pihaknya melakukan sosialisasi di berbagai tempat. (*)

  • Share :
Diawali Saling Tantang di WhatsApp Perang Sarung Pecah di Brebes, Polisi Amankan 10 Remaja
Author: Adi Mulyadi
Editor: Adi Mulyadi
16 Mar 2024 06:00:00 WIB
Diawali Saling Tantang di WhatsApp Perang Sarung Pecah di Brebes, Polisi Amankan 10 Remaja

(Foto: - Tangkapan Layar radartegal.disway.id - Petugas memberikan pembinaan terhadap sejumlah remaja yang terlibat aksi perang sarung di Ketanggungan Brebes.)

<

RADAR CBS - Aksi perang sarung antar remaja pecah di Brebes. Peristiwa ini terjadi pada Kamis 14 Maret 2024 sekitar pukul 23.00 WIB.

Bentrok antar remaja menggunakan sarung atau perang sarung di Brebes ini, terjadi di dekat salah satu SMP negeri di Kecamatan Ketanggungan. Beruntung polisi bertindak cepat.

Sehingga perang sarung yang pecah di dekat salah satu SMP negeri di Ketanggungan Brebes itu bisa diredam. Dari peristiwa itu, polisi berhasil mengamankan 10 remaja yang terlibat.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa perang sarung di Brebes ini dipicu oleh aksi saling tantang antar dua kelompok remaja. Aksi tantang menantang ini dilakukan melalui pesan WhatsApp.

Kemudian kedua kelompok yang terlibat perang sarung di Brebes itu, janjian ketemuan di komplek salah satu SMP negeri di Kecamatan Ketanggungan.

Setelah bertemu ditempat yang disepakati, aksi perang sarung antar remaja di Brebes itupun terjadi, sekitar pukul 23.00. Hal ini dibenarkan Kapolsek Ketanggungan AKP Umi Antum Farich, saat dikonfirmasi awak media, Jumat 15 Maret 2024 pagi.

Menurut AKP Umi, pihaknya mendapat informasi adanya aksi perang sarung dari masyarakat. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan terjun langsung mencari keberadaan remaja yang diduga terlibat perang sarung.

Dari aksi gerak cepat itu, AKP Umi menyatakan, pihaknya berhasil mengamankan 10 remaja yang diduga terlibat perang sarung. Semuanya masih berstatus pelajar SMP.

“Alhamdulillah 10 anak yang masih berstatus pelajar SMP, berhasil kami amankan di sekitar Stasiun Ketanggungan," ujarnya.

Selanjutnya, ke 10 remaja tersebut dibawa ke kantor dan diberi pembinaan. Selain itu, pihaknya juga memanggil orang tua mereka.

"Kami memanggil orang tua dan Kami melakukan pelatihan atau pembinaan lebih dulu sebelum akhirnya Kami kembalikan ke pihak orang tua masing-masing,” jelas AKP Umi sebagaimana dilansir radartegal.disway.id.

Lebih jauh AKP Umi mengimbau seluruh orang tua untuk menjaga anak-anaknya agar tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari. Selain itu, untuk mengantisipasi perang sarung di Brebes, pihaknya melakukan sosialisasi di berbagai tempat. (*)

  • Share :
Lainnya