Marak Perang Sarung di Kabupaten Tegal, DPRD Minta Orang Tua Lakukan Ini
15 Mar 2024 05:00:00 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
Marak Perang Sarung di Kabupaten Tegal, DPRD Minta Orang Tua Lakukan Ini

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Muhammad Bintang Adi Prajamukti angkat bicara soal aksi perang sarung di Kabupaten Tegal yang marak terjadi belakangan ini.)

RADAR CBS - Belakangan ini aksi perang sarung di Kabupaten Tegal marak terjadi. Bahkan baru-baru ini ada remaja yang menjadi korban penganiayaan akibat aksi perang sarung.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Muhammad Bintang Adi Prajamukti angkat bicara menanggapi maraknya aksi perang sarung di Kabupaten Tegal itu. Dia mengimbau kepada para orang tua yang memiliki anak laki-laki remaja supaya lebih waspada.

Diharapkan, para orang tua memantau kebiasaan anak dan pergaulannya. Karena tanpa pantauan yang ketat, terkadang anak yang baru menginjak usia belasan tahun akan terkontaminasi dengan kegiatan negatif.

"Ketika sudah jam sepuluh malam, tapi sang anak belum pulang, orang tua harus mencarinya. Karena biasanya, mereka akan berbuat hal yang negatif seperti tawuran atau perang sarung," kata Bintang, sapaan akrab politisi Partai Golkar ini, Jumat 15 Maret 2024.

Sepengetahuannya, aksi perang sarung ini acapkali terjadi pada tengah malam di bulan Ramadhan. Mereka biasanya menggunakan senjata tajam seperti celurit yang dibalut dengan sarung.

Lalu senjata itu disambit kepada lawannya. Jika lawannya kena sambitannya, tentu akan mengalami luka yang parah. Bahkan bisa langsung meninggal jika sambitan celurit itu terkena anggota tubuh yang vital.

"Ini sangat membahayakan. Semuanya harus terlibat untuk mencegahnya. Baik orang tua maupun beberapa pihak terkait," kata Bintang.

Dirinya tak menampik, para petugas kepolisian sudah aktif dan rajin berpatroli ke pelosok desa untuk mencegah terjadinya perang sarung tersebut. Bintang pun mengapresiasinya. Termasuk para anggota TNI di Koramil, juga rutin melakukan langkah-langkah preventif.

"Kami berterimakasih kepada Pak Polisi dan TNI yang sudah melakukan upaya maksimal terhadap peristiwa ini. Dan kami meminta kepada para orang tua juga harus ikut memantau keberadaan anaknya. Jangan dibiarkan main hingga larut malam," tandasnya.

Demikian informasi terkait marak perang sarung di Kabupaten Tegal. DPRD meminta orang tua lebih waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan. (*)

  • Share :
Marak Perang Sarung di Kabupaten Tegal, DPRD Minta Orang Tua Lakukan Ini
Author: Yeri Noveli
Editor: Adi Mulyadi
15 Mar 2024 05:00:00 WIB
Marak Perang Sarung di Kabupaten Tegal, DPRD Minta Orang Tua Lakukan Ini

(Foto: - Yery Noveli/Radar Tegal - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Muhammad Bintang Adi Prajamukti angkat bicara soal aksi perang sarung di Kabupaten Tegal yang marak terjadi belakangan ini.)

<

RADAR CBS - Belakangan ini aksi perang sarung di Kabupaten Tegal marak terjadi. Bahkan baru-baru ini ada remaja yang menjadi korban penganiayaan akibat aksi perang sarung.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Muhammad Bintang Adi Prajamukti angkat bicara menanggapi maraknya aksi perang sarung di Kabupaten Tegal itu. Dia mengimbau kepada para orang tua yang memiliki anak laki-laki remaja supaya lebih waspada.

Diharapkan, para orang tua memantau kebiasaan anak dan pergaulannya. Karena tanpa pantauan yang ketat, terkadang anak yang baru menginjak usia belasan tahun akan terkontaminasi dengan kegiatan negatif.

"Ketika sudah jam sepuluh malam, tapi sang anak belum pulang, orang tua harus mencarinya. Karena biasanya, mereka akan berbuat hal yang negatif seperti tawuran atau perang sarung," kata Bintang, sapaan akrab politisi Partai Golkar ini, Jumat 15 Maret 2024.

Sepengetahuannya, aksi perang sarung ini acapkali terjadi pada tengah malam di bulan Ramadhan. Mereka biasanya menggunakan senjata tajam seperti celurit yang dibalut dengan sarung.

Lalu senjata itu disambit kepada lawannya. Jika lawannya kena sambitannya, tentu akan mengalami luka yang parah. Bahkan bisa langsung meninggal jika sambitan celurit itu terkena anggota tubuh yang vital.

"Ini sangat membahayakan. Semuanya harus terlibat untuk mencegahnya. Baik orang tua maupun beberapa pihak terkait," kata Bintang.

Dirinya tak menampik, para petugas kepolisian sudah aktif dan rajin berpatroli ke pelosok desa untuk mencegah terjadinya perang sarung tersebut. Bintang pun mengapresiasinya. Termasuk para anggota TNI di Koramil, juga rutin melakukan langkah-langkah preventif.

"Kami berterimakasih kepada Pak Polisi dan TNI yang sudah melakukan upaya maksimal terhadap peristiwa ini. Dan kami meminta kepada para orang tua juga harus ikut memantau keberadaan anaknya. Jangan dibiarkan main hingga larut malam," tandasnya.

Demikian informasi terkait marak perang sarung di Kabupaten Tegal. DPRD meminta orang tua lebih waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan. (*)

  • Share :
Lainnya