Soal Banyaknya Pemungutan Suara Ulang di Jateng Bawaslu Bilang karena KPPS dan PTPS Teledor
20 Feb 2024 06:00:00 WIB
Author: Adi Mulyadi Editor: Adi Mulyadi
Soal Banyaknya Pemungutan Suara Ulang di Jateng Bawaslu Bilang karena KPPS dan PTPS Teledor

(Foto: - Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Jateng Wahyudi Sutrisno didampingi Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal Harpendi Dwi Pratiwi saat diwawancara sejumlah wartawan, Minggu 18 Februari 2024. Wahyudi mengatakan banyaknya pemungutan suara ulan)

RADAR TEGAL - Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2024 di Jateng sudah terlaksana serentak pada Minggu 18 Februari 2024. Sedikitnya ada 26 TPS di Jawa Tengah yang terpaksa melaksanakan PSU.

ke duapuluh enam TPS yang melaksanakan pemungutan suara ulang tersebar di 13 kabupaten dan kota di Jateng. PSU serentak berlansung lancar tanpa kendala.

Bawaslu Jawa Tengah mengungkap penyebab banyaknya TPS di Jateng yang terpaksa harus melaksanakan pemungutan suara ulang. Menurut Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Jateng Wahyudi Sutrisno, mayoritas karena ada pemilih yang hanya menggunakan KTP Elektronik.

Mereka (pemilih) tidak membawa surat Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) serta tidak masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK). Namun demikian, pemilih bisa mencoblos di TPS.

Pemungutan suara ulang karena keteledoran KPPS dan PTPS

Wahyudi menilai permasalahan banyaknya pemungutan suara ulang di Jateng karena teledornya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).

"Yang perlu kita benahi adalah, kita akan memberikan pembekalan dan pembinaan terhadap KPPS dan PTPS," kata Wahyudi, saat di TPS 15 Desa Penarukan Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, Minggu 18 Februari 2024.

Lebih jauh Wahyudi menegaskan, walau pelaksanaan PSU karena adanya pelanggaran, tapi tidak ada sanksi berat kepada KPPS dan PTPS. Menurut dia sanksinya hanya berupa administratif.

"Sanksinya cuma itu saja, administratif. Tidak ada sanksi berat," ucapnya.

PSU rata-rata pemilihan presiden

Pemungutan suara ulang yang tersebar di 13 daerah di Jateng ini, kata dia, rata-rata surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP). Meski begitu, ada beberapa daerah yang PSU 5 surat suara, seperti di Kota Tegal. Karena di Kota Tegal, kesalahannya sangat fatal.

"Jadi saat membuka kotak surat tidak sesuai prosedur. Tidak disaksikan oleh PTPS dan saksi," tandasnya. 

PSU di TPS 28 Debong Tengah Kota Tegal

Sebelumnya diwartakan, Ketua Bawaslu Kota Tegal Fauzan Hamid membenarkan bahwa pihaknya merekomendasikan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang di 1 TPS. Sebab di tempat tersebut ditemukan pelanggaran yang dilakukan petugas KPPS setempat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah terkait dengan kejadian khusus ini. Serta segera memberikan imbauan kepada KPU agar melaksanakan Pemungutan Suara Ulang 1 TPS di Kota Tegal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku," katanya.

Lebih jauh Fauzan mengungkapkan, pelanggaran terkait kotak suara dibuka tidak sesuai regulasi itu, ditemukan oleh petugas pengawas TPS. Tepatnya di TPS 28 Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan.

Demikian informasi soal banyaknya pemungutan suara ulang di Jateng Bawaslu bilang karena KPPS dan PTPS teledor. Semoga kedepan akan lebih baik lagi. (*)

  • Share :
Soal Banyaknya Pemungutan Suara Ulang di Jateng Bawaslu Bilang karena KPPS dan PTPS Teledor
Author: Adi Mulyadi
Editor: Adi Mulyadi
20 Feb 2024 06:00:00 WIB
Soal Banyaknya Pemungutan Suara Ulang di Jateng Bawaslu Bilang karena KPPS dan PTPS Teledor

(Foto: - Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Jateng Wahyudi Sutrisno didampingi Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal Harpendi Dwi Pratiwi saat diwawancara sejumlah wartawan, Minggu 18 Februari 2024. Wahyudi mengatakan banyaknya pemungutan suara ulan)

<

RADAR TEGAL - Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2024 di Jateng sudah terlaksana serentak pada Minggu 18 Februari 2024. Sedikitnya ada 26 TPS di Jawa Tengah yang terpaksa melaksanakan PSU.

ke duapuluh enam TPS yang melaksanakan pemungutan suara ulang tersebar di 13 kabupaten dan kota di Jateng. PSU serentak berlansung lancar tanpa kendala.

Bawaslu Jawa Tengah mengungkap penyebab banyaknya TPS di Jateng yang terpaksa harus melaksanakan pemungutan suara ulang. Menurut Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Jateng Wahyudi Sutrisno, mayoritas karena ada pemilih yang hanya menggunakan KTP Elektronik.

Mereka (pemilih) tidak membawa surat Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) serta tidak masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK). Namun demikian, pemilih bisa mencoblos di TPS.

Pemungutan suara ulang karena keteledoran KPPS dan PTPS

Wahyudi menilai permasalahan banyaknya pemungutan suara ulang di Jateng karena teledornya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).

"Yang perlu kita benahi adalah, kita akan memberikan pembekalan dan pembinaan terhadap KPPS dan PTPS," kata Wahyudi, saat di TPS 15 Desa Penarukan Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, Minggu 18 Februari 2024.

Lebih jauh Wahyudi menegaskan, walau pelaksanaan PSU karena adanya pelanggaran, tapi tidak ada sanksi berat kepada KPPS dan PTPS. Menurut dia sanksinya hanya berupa administratif.

"Sanksinya cuma itu saja, administratif. Tidak ada sanksi berat," ucapnya.

PSU rata-rata pemilihan presiden

Pemungutan suara ulang yang tersebar di 13 daerah di Jateng ini, kata dia, rata-rata surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP). Meski begitu, ada beberapa daerah yang PSU 5 surat suara, seperti di Kota Tegal. Karena di Kota Tegal, kesalahannya sangat fatal.

"Jadi saat membuka kotak surat tidak sesuai prosedur. Tidak disaksikan oleh PTPS dan saksi," tandasnya. 

PSU di TPS 28 Debong Tengah Kota Tegal

Sebelumnya diwartakan, Ketua Bawaslu Kota Tegal Fauzan Hamid membenarkan bahwa pihaknya merekomendasikan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang di 1 TPS. Sebab di tempat tersebut ditemukan pelanggaran yang dilakukan petugas KPPS setempat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah terkait dengan kejadian khusus ini. Serta segera memberikan imbauan kepada KPU agar melaksanakan Pemungutan Suara Ulang 1 TPS di Kota Tegal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku," katanya.

Lebih jauh Fauzan mengungkapkan, pelanggaran terkait kotak suara dibuka tidak sesuai regulasi itu, ditemukan oleh petugas pengawas TPS. Tepatnya di TPS 28 Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan.

Demikian informasi soal banyaknya pemungutan suara ulang di Jateng Bawaslu bilang karena KPPS dan PTPS teledor. Semoga kedepan akan lebih baik lagi. (*)

  • Share :
Lainnya