Lokal
Dinkes dan 29 Kepala Puskesmas se Kabupaten Tegal Kaji Banding ILP di Kendal
Rabu, 10 Juli 2024 - 10:00 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
Dinkes dan 29 Kepala Puskesmas se Kabupaten Tegal Kaji Banding ILP di Kendal

(Foto: - KAJI BANDING - Jajaran Dinkes Kabupaten Tegal melakukan kaji banding penerapan ILP di Puskesmas Plantungan Kabupaten Kendal. - Yery Noveli/Radar Tegal Grup -)

RADAR CBS - Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama 29 Kepala Puskesmas se Kabupaten Tegal melakukan kaji banding penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Plantungan Kabupaten Kendal, Senin 8 Juli 2024. Kegiatan yang dipimpin Kepala Dinkes Kabupaten Tegal dr Ruszaeni ini, tidak hanya diikuti oleh kepala puskesmas, tapi juga Sekretaris Dinas, Kepala Bidang (5 orang), Ketua Tim (15 orang) dan Staf Yankes.

Rombongan ditemui oleh jajaran Dinkes Kabupaten Kendal, Camat Plantungan dan Kepala Puskesmas Plantungan.

Menurut Ruszaeni, tujuan kegiatan ini untuk memberikan gambaran penerapan ILP secara komprehenship kepada jajaran Dinkes Kabupaten Tegal. Utamanya Kepala Bidang, Ketua Tim dan Kepala Puskesmas.

Selain itu, tujuannya juga untuk membangun komitmen bersama lintas program dan puskesmas dalam mengimplementasikan program ILP ini. 

"Prinsipnya, kita akan meningkatkan koordinasi dan advokasi serta mengidentifikasi kendala dan hambatan dalam implementasi ILP ini," kata Ruszaeni.

Dia menjelaskan, transformasi layanan primer merupakan satu dari 6 pilar transformasi sistem kesehatan yang sedang dilaksanakan Kemenkes.

Transformasi ini dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan primer supaya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas, dengan mengutamakan upaya promotif serta preventif.

"Di tahun 2024 ini, Kabupaten Tegal telah menunjuk tiga puskesmas sebagai lokus implementasi ILP. Dan tahun 2025 mendatang, ILP akan diterapkan di 15 puskesmas lainnya," kata Ruszaeni.

Untuk menyukseskan program ILP itu, maka Dinkes Kabupaten Tegal melakukan kaji banding untuk melihat penerapan ILP di Puskesmas Plantungan yang telah menerapkan ILP secara komprehenship.

"Kita memang butuh masukan untuk optimalisasi penyelenggaraan ILP di Kabupaten Tegal melalui pertukaran informasi dan kaji banding ini. Sehingga implementasinya dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien," ujarnya.

Diharapkan, puskesmas di Kabupaten Tegal dapat bertranformasi menjadi ILP. Jika ILP ini diterapkan, maka dapat memudahkan puskesmas dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat sesuai siklus hidup.

"Nantinya, pemantauan kesehatan masyarakat di wilayah terintegrasi dan terkoneksi dengan satu data kesehatan," imbuhnya. 

Demikian informasi terkait Dinkes dan 29 Kepala Puskesmas se Kabupaten Tegal kaji banding ILP di Kendal. Semoga bermanfaat. (*)

  • Share :
Home > Lokal
Dinkes dan 29 Kepala Puskesmas se Kabupaten Tegal Kaji Banding ILP di Kendal
Author: Yeri Noveli
Rabu, 10 Juli 2024 - 10:00 WIB
Dinkes dan 29 Kepala Puskesmas se Kabupaten Tegal Kaji Banding ILP di Kendal

(Foto: - KAJI BANDING - Jajaran Dinkes Kabupaten Tegal melakukan kaji banding penerapan ILP di Puskesmas Plantungan Kabupaten Kendal. - Yery Noveli/Radar Tegal Grup -)

<
RADAR CBS - Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama 29 Kepala Puskesmas se Kabupaten Tegal melakukan kaji banding penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Plantungan Kabupaten Kendal, Senin 8 Juli 2024. Kegiatan yang dipimpin Kepala Dinkes Kabupaten Tegal dr Ruszaeni ini, tidak hanya diikuti oleh kepala puskesmas, tapi juga Sekretaris Dinas, Kepala Bidang (5 orang), Ketua Tim (15 orang) dan Staf Yankes.

Rombongan ditemui oleh jajaran Dinkes Kabupaten Kendal, Camat Plantungan dan Kepala Puskesmas Plantungan.

Menurut Ruszaeni, tujuan kegiatan ini untuk memberikan gambaran penerapan ILP secara komprehenship kepada jajaran Dinkes Kabupaten Tegal. Utamanya Kepala Bidang, Ketua Tim dan Kepala Puskesmas.

Selain itu, tujuannya juga untuk membangun komitmen bersama lintas program dan puskesmas dalam mengimplementasikan program ILP ini. 

"Prinsipnya, kita akan meningkatkan koordinasi dan advokasi serta mengidentifikasi kendala dan hambatan dalam implementasi ILP ini," kata Ruszaeni.

Dia menjelaskan, transformasi layanan primer merupakan satu dari 6 pilar transformasi sistem kesehatan yang sedang dilaksanakan Kemenkes.

Transformasi ini dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan primer supaya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas, dengan mengutamakan upaya promotif serta preventif.

"Di tahun 2024 ini, Kabupaten Tegal telah menunjuk tiga puskesmas sebagai lokus implementasi ILP. Dan tahun 2025 mendatang, ILP akan diterapkan di 15 puskesmas lainnya," kata Ruszaeni.

Untuk menyukseskan program ILP itu, maka Dinkes Kabupaten Tegal melakukan kaji banding untuk melihat penerapan ILP di Puskesmas Plantungan yang telah menerapkan ILP secara komprehenship.

"Kita memang butuh masukan untuk optimalisasi penyelenggaraan ILP di Kabupaten Tegal melalui pertukaran informasi dan kaji banding ini. Sehingga implementasinya dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien," ujarnya.

Diharapkan, puskesmas di Kabupaten Tegal dapat bertranformasi menjadi ILP. Jika ILP ini diterapkan, maka dapat memudahkan puskesmas dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat sesuai siklus hidup.

"Nantinya, pemantauan kesehatan masyarakat di wilayah terintegrasi dan terkoneksi dengan satu data kesehatan," imbuhnya. 

Demikian informasi terkait Dinkes dan 29 Kepala Puskesmas se Kabupaten Tegal kaji banding ILP di Kendal. Semoga bermanfaat. (*)

Editor: Adi Mulyadi
  • Share :
Lainnya