Lokal
Cerita Perjuangan Pantarlih Coklit Pemilih Pilkada Serentak 2024 di Tengah Hutan Karangmalang Tegal
Selasa, 09 Juli 2024 - 10:00 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
Cerita Perjuangan Pantarlih Coklit Pemilih Pilkada Serentak 2024 di Tengah Hutan Karangmalang Tegal

(Foto: - COKLIT - Petugas Pantarlih saat melakukan coklit data pemilih Pilkada Serentak 2024 di Desa Karangmalang Tegal. - Yery Noveli/Radar Tegal Grup -)

RADAR CBS - Petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) di Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal memang patut diacungi jempol. Pantarlih rela menembus hutan untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap para pemilih Pilkada Serentak 2024.

Jarak yang mereka lalui cukup jauh, mencapai sekitar 10 kilometer. Hal itu dilakukan karena banyak warga Desa Karangmalang yang tinggal di tengah hutan.

Kondisi geografis yang ekstrem bukan penghalang bagi petugas Pantarlih untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2024. Mereka melintasi beragam medan demi memastikan akurasi data pemilih.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Karangmalang, Suci Lestari Ningsih membenarkan hal itu. Menurutnya, para anggota Pantarlih ini memang rela menembus hutan demi menyelesaikan tugasnya selama sebulan dari 24 Juni-24 Juli 2024.

"Mereka melakukan coklit ke sawah karena para petaninya jarang pulang dan menjaga sawah itu dari gerombolan hewan liar. Bahkan para petani tinggal di hutan," ujarnya, Senin 8 Juli 2024.

Sebenarnya, lanjut Suci, jalan yang melewati hutan bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua. Hanya saja, jaraknya jauh bisa sampai belasan kilometer dari rumah tinggalnya.

"Disana para petani menginap dengan mendirikan gubuk untuk tempat tinggal. Kita akhirnya kesana jika memang petani tersebut belum pulang selama beberapa hari," tuturnya.

Mayoritas warga Desa Karangmalang yang menginap di hutan, kata dia, akan pulang ke rumahnya, jika perbekalan mereka sudah habis.

"Jika bekal sudah habis ya mereka turun dari hutan. Nda mesti, kadang 4 hari, seminggu bahkan sebulan," tutupnya.

Demikian informasi terkait cerita perjuangan Pantarlih Coklit pemilih Pilkada Serentak 2024 di Tengah Hutan Karangmalang Tegal. Hal itu dilakukan demi akurasi data dan suksesnya Pilkada Serentak 2024. (*)

  • Share :
Home > Lokal
Cerita Perjuangan Pantarlih Coklit Pemilih Pilkada Serentak 2024 di Tengah Hutan Karangmalang Tegal
Author: Yeri Noveli
Selasa, 09 Juli 2024 - 10:00 WIB
Cerita Perjuangan Pantarlih Coklit Pemilih Pilkada Serentak 2024 di Tengah Hutan Karangmalang Tegal

(Foto: - COKLIT - Petugas Pantarlih saat melakukan coklit data pemilih Pilkada Serentak 2024 di Desa Karangmalang Tegal. - Yery Noveli/Radar Tegal Grup -)

<
RADAR CBS - Petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) di Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal memang patut diacungi jempol. Pantarlih rela menembus hutan untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap para pemilih Pilkada Serentak 2024.

Jarak yang mereka lalui cukup jauh, mencapai sekitar 10 kilometer. Hal itu dilakukan karena banyak warga Desa Karangmalang yang tinggal di tengah hutan.

Kondisi geografis yang ekstrem bukan penghalang bagi petugas Pantarlih untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2024. Mereka melintasi beragam medan demi memastikan akurasi data pemilih.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Karangmalang, Suci Lestari Ningsih membenarkan hal itu. Menurutnya, para anggota Pantarlih ini memang rela menembus hutan demi menyelesaikan tugasnya selama sebulan dari 24 Juni-24 Juli 2024.

"Mereka melakukan coklit ke sawah karena para petaninya jarang pulang dan menjaga sawah itu dari gerombolan hewan liar. Bahkan para petani tinggal di hutan," ujarnya, Senin 8 Juli 2024.

Sebenarnya, lanjut Suci, jalan yang melewati hutan bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua. Hanya saja, jaraknya jauh bisa sampai belasan kilometer dari rumah tinggalnya.

"Disana para petani menginap dengan mendirikan gubuk untuk tempat tinggal. Kita akhirnya kesana jika memang petani tersebut belum pulang selama beberapa hari," tuturnya.

Mayoritas warga Desa Karangmalang yang menginap di hutan, kata dia, akan pulang ke rumahnya, jika perbekalan mereka sudah habis.

"Jika bekal sudah habis ya mereka turun dari hutan. Nda mesti, kadang 4 hari, seminggu bahkan sebulan," tutupnya.

Demikian informasi terkait cerita perjuangan Pantarlih Coklit pemilih Pilkada Serentak 2024 di Tengah Hutan Karangmalang Tegal. Hal itu dilakukan demi akurasi data dan suksesnya Pilkada Serentak 2024. (*)

Editor: Adi Mulyadi
  • Share :
Lainnya