Lokal
9 Kecamatan di Kabupaten Tegal Rawan Narkoba, 2023 Polisi Ungkap 36 Kasus
Selasa, 09 Juli 2024 - 06:30 WIB
Author: Yeri Noveli Editor: Adi Mulyadi
9 Kecamatan di Kabupaten Tegal Rawan Narkoba, 2023 Polisi Ungkap 36 Kasus

(Foto: - TANDA TANGAN - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tegal Joko Kurnianto saat menandatangani kesepakatan P4GN di Pendopo Amangkurat. Dia mengungkap ada 9 kecamatan di Kabupaten Tegal yang rawan narkoba. - Yery Noveli/Radar Tegal Grup -)

RADAR CBS - Sedikitnya 9 kecamatan di Kabupaten Tegal rawan tindak pidana narkoba. Hal itu diungkapkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tegal Joko Kurnianto saat Seminar Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkoba (P4GN), di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal.

Menurut Joko, data pengungkapan kasus oleh Satserse Narkoba Polres Tegal terdapat 39 kasus narkoba di tahun 2022. Kemudian pada 2023 terungkap 36 kasus. 

Penggunaan sabu menduduki peringkat teratas disusul penyalahgunaan obat terlarang.

Menurut survei dari Badan Narkotika Nasional (BNN), BRIN dan BPS pada 2023, penyalahgunaan narkoba didominasi penduduk yang berusia 15-64 tahun. Hal itu menunjukkan prevalensi 2,2 persen atau 4,24 juta jiwa penduduk pernah memakai narkoba.

“Lingkungan pergaulan menjadi sumber utama perolehan narkoba dan mayoritas penyalahgunaan narkoba mimiliki kebiasaan merokok,” kata Joko.

Kecamaran rawan narkoba

Joko menuturkan bahwa pada sisi kerawanan kasus dari 18 kecamatan di Kabupaten Tegal terdapat 9 kecamatan rawan tindak pidana narkoba.  Namun demikian, Joko tidak menyebutkan secara rinci 9 kecamatan tersebut.

“Untuk memerangi narkoba memang memerlukan sinergi dan kerja sama dari mulai internasional, pusat, daerah maupun desa,” tegas Joko.

Joko juga mengajak seluruh komponen untuk bergerak bersama memberantas narkoba dengan melindungi generasi bangsa dari jeratan sindikat narkoba.

Sementara, Ketua Panitia Seminar P4GN Kabupaten Tegal Nenik Faozah menyampaikan bahwa narkoba telah menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia. 

Penyalahgunaan narkoba dapat merusak generasi muda dan menghambat pembangunan nasional.

“Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba secara komprehensif,” ujar Nenik.

Nenik berharap melalui seminar ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba.

"Selain itu, juga dapat memperkuat komitmen dan peran aktif masyarakat dalam P4GN dan meningkatkan sinergitas antar instansi terkait dalam P4GN," imbuhnya.

Seminar ini diikuti oleh pelajar SMA/SMK/MA se-Kabupaten Tegal, Mahasiswa atau BEM se-Tegal Raya. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda se-Kabupaten Tegal serta masyarakat umum dan pemuda Kabupaten Tegal. 

Demikian informasi terkait 9 kecamatan di Kabupaten Tegal rawan narkoba. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tegal Joko Kurnianto mengajak seluruh komponen bergerak bersama memberantas narkoba. (*)

  • Share :
Home > Lokal
9 Kecamatan di Kabupaten Tegal Rawan Narkoba, 2023 Polisi Ungkap 36 Kasus
Author: Yeri Noveli
Selasa, 09 Juli 2024 - 06:30 WIB
9 Kecamatan di Kabupaten Tegal Rawan Narkoba, 2023 Polisi Ungkap 36 Kasus

(Foto: - TANDA TANGAN - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tegal Joko Kurnianto saat menandatangani kesepakatan P4GN di Pendopo Amangkurat. Dia mengungkap ada 9 kecamatan di Kabupaten Tegal yang rawan narkoba. - Yery Noveli/Radar Tegal Grup -)

<
RADAR CBS - Sedikitnya 9 kecamatan di Kabupaten Tegal rawan tindak pidana narkoba. Hal itu diungkapkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tegal Joko Kurnianto saat Seminar Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkoba (P4GN), di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal.

Menurut Joko, data pengungkapan kasus oleh Satserse Narkoba Polres Tegal terdapat 39 kasus narkoba di tahun 2022. Kemudian pada 2023 terungkap 36 kasus. 

Penggunaan sabu menduduki peringkat teratas disusul penyalahgunaan obat terlarang.

Menurut survei dari Badan Narkotika Nasional (BNN), BRIN dan BPS pada 2023, penyalahgunaan narkoba didominasi penduduk yang berusia 15-64 tahun. Hal itu menunjukkan prevalensi 2,2 persen atau 4,24 juta jiwa penduduk pernah memakai narkoba.

“Lingkungan pergaulan menjadi sumber utama perolehan narkoba dan mayoritas penyalahgunaan narkoba mimiliki kebiasaan merokok,” kata Joko.

Kecamaran rawan narkoba

Joko menuturkan bahwa pada sisi kerawanan kasus dari 18 kecamatan di Kabupaten Tegal terdapat 9 kecamatan rawan tindak pidana narkoba.  Namun demikian, Joko tidak menyebutkan secara rinci 9 kecamatan tersebut.

“Untuk memerangi narkoba memang memerlukan sinergi dan kerja sama dari mulai internasional, pusat, daerah maupun desa,” tegas Joko.

Joko juga mengajak seluruh komponen untuk bergerak bersama memberantas narkoba dengan melindungi generasi bangsa dari jeratan sindikat narkoba.

Sementara, Ketua Panitia Seminar P4GN Kabupaten Tegal Nenik Faozah menyampaikan bahwa narkoba telah menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia. 

Penyalahgunaan narkoba dapat merusak generasi muda dan menghambat pembangunan nasional.

“Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba secara komprehensif,” ujar Nenik.

Nenik berharap melalui seminar ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba.

"Selain itu, juga dapat memperkuat komitmen dan peran aktif masyarakat dalam P4GN dan meningkatkan sinergitas antar instansi terkait dalam P4GN," imbuhnya.

Seminar ini diikuti oleh pelajar SMA/SMK/MA se-Kabupaten Tegal, Mahasiswa atau BEM se-Tegal Raya. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda se-Kabupaten Tegal serta masyarakat umum dan pemuda Kabupaten Tegal. 

Demikian informasi terkait 9 kecamatan di Kabupaten Tegal rawan narkoba. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tegal Joko Kurnianto mengajak seluruh komponen bergerak bersama memberantas narkoba. (*)

Editor: Adi Mulyadi
  • Share :
Lainnya