Obyek Wisata Cacaban Semakin Kekinian dan Instagramable Setelah Ditutup 2 Tahun, Tiket Hanya Rp4 Ribu

KEDUNGBANTENG – Obyek Wisata Waduk Cacaban dengan tampilan baru sudah resmi dibuka untuk umum. Soft launching atau pembukaan awal destinasi wisata kekinian sudah dilakukan Bupati Tegal, Umi Azizah di Aula Waduk Cacaban, Rabu 26 Oktober 2022 sejak ditutup pertengahan Oktober 2020 lalu.

Kepala Disporapar Kabupaten Tegal Akhmad Uwes Qoroni mengatakan pihaknya telah menerima amanat pengelolaan sementara Kawasan Dermaga Waduk Cacaban. Amanat itu diberikan BBWS Pemali Juana di Semarang pada, Rabu 19 Oktober 2022 lalu.

Saat ini di Objek Wisata Cacaban sudah dilengkapi dengan gardu pandang atas, aula, pujasera dengan 47 kios, musala, playground, dermaga apung, joging track, gazebo, wisata hutan, dan perahu wisata.

Untuk mendukung tampilan baru ini, juga sudah dilakukan penaburan 2.400 benih ikan nila di Waduk Cacaban. Fasilitas-fasilitas kekinian di Objek Wisata Waduk Cacaban itu saat ini sudah dapat diakses dan digunakan seluruhnya oleh para wisatawan.

Meski fasilitasnya semakin lengkap, untuk menikmati keindahan alam di Waduk Cacaban pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp4.000 untuk membayar retribusi di pintu masuk pada hari biasa.

Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu atau akhir pekan (weekend) serta hari libur nasional, tarif per orangnya Rp5.000. Sedangkan untuk menikmati wahana wisata perahu, pengunjung akan dikenai biaya Rp15.000 per orang.

Bupati Tegal, Umi Azizah mengatakan kesempatan untuk menikmati wisata tirta Waduk Cacaban ini sudah sangat dinanti publik dan wisatawan. Mengingat Cacaban merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Tegal setelah Guci dan Pantai Purwahamba Indah.

Cacaban yang menawarkan keelokan lansekap pemandangan bentangan air dengan latar perbukitan dan pulau-pulau kecil di tengahnya ini sempat ditutup selama dua tahun. Ini karena adanya pekerjaan remedial bendungan dan penataan kawasan seluas 6,6 hektare dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tegal saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR Dirjen Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang telah memfasilitasi proyek remedial Waduk Cacaban ini,” kata Umi.

Lebih lanjut, Umi menuturkan, proyek remedial bendungan Waduk Cacaban ini sangat menguntungkan dan membawa berkah serta manfaat bagi masyarakat petani dan pelaku usaha pariwisata, khususnya warga sekitar waduk yang mencari nafkah dan menggantungkan usahanya dari keberadaan Waduk Cacaban.

Umi pun meminta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal yang diberi amanat BBWS Pemali Juana untuk mengelola spot wisata dermaga ini bisa mengelolanya dengan baik bersama pelaku usaha lainnya.

“Jaga kebersihannya, segera lakukan perbaikan jika ada fisik bangunan ataupun jaringan yang rusak. Jangan menunggu rusaknya banyak dulu baru diperbaiki. Sebab dari pengalaman yang sudah-sudah, membangun itu jauh lebih mudah ketimbang memelihara,” tandasnya.

Di sini Umi juga mengajak serta paguyuban, pelaku usaha kuliner, jasa angkutan perahu, dan komponen pelaku usaha lainnya untuk berpartisipasi menjaga, memelihara aset yang sudah dibangun mahal oleh pemerintah ini.

Tak kurang dari Rp40 miliar anggaran pemerintah telah dikeluarkan untuk mendanai pekerjaan remedial bendungan Cacaban ini. Dana tersebut, sebut Umi, berasal dari pinjaman Bank Dunia. Sehingga ia berharap produktivitas dan perekonomian masyarakat pasca revitalisasi kawasan Waduk Cacaban ini akan semakin meningkat.

Lebih jauh, Umi pun mengingatkan elemen pelaku wisata di Waduk Cacaban bisa menghadirkan kenyamanan dan keamanan pada wisatawan.

“Ciptakan salam, sapa, dan senyum yang ramah. Jangan pula ada yang menjual makanan dan minuman dengan harga yang tidak wajar. Pasang daftar harganya agar mudah dilihat calon konsumen,” pesannya. (radartegal.id)

Comment