MIRIS…DI KOTA TEGAL MASIH ADA RUMAH WARGA YANG NYARIS AMBRUK KARENA LAPUK

Sungguh miris, di wilayah Kota Tegal yang tingkat ekonominya lebih tinggi dari daerah disekitarnya ternyata masih ada warga yang hidupnya berada dibawah garis kemiskinan. Faktanya masih terdapat warga yang rumahnya nyaris ambruk karena lapuk dimakan usia dan tidak mampu untuk memperbaikinya.


Rumah tersebut milik Sutati, janda berusia 50 tahun yang berada di Jalan Seram RT 08 RW 10 Kelurahan Mintargen Kecamatan Tegal Timur. Hunian itu ditinggali tiga keluarga yang terdiri dari 12 jiwa.


Selain nyaris ambruk, beberapa gentengnya pun tampak sudah hilang lantaran jatuh ke bawah.Sehingga jika turun hujan, penghuni rumah tidak bisa tidur, lantaran tetesan air hujan masuk ke dalam rumah dan membuat basah penghuninya.


Menurut Sutati, dirinya tinggal di rumah itu sejak sekitar tahun 1970-an. Kondisi bangunannya saat ini,atap nyaris ambruk dan kalau hujan, airnya masuk semua. Sutati mengaku rumahnya sudah beberapa kali diajukan untuk ikut program rehab Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH. Namun karena tanahnya masih berstatus SK bukan hak milik jadi tidak bisa terealisasi.

Mendapat informasi itu Ketua Fraksi PDI Perjuangan Edy Suripno langsung mengajak sejumlah anggota DPRD dan kader untuk meninjau ke lokasi. Dia menyatakan secara gotong royong PDI Perjuangan Kota Tegal akan segera menyelesaikan rehab rumah tidak layak huni milik Sutati.

Sementara itu, menanggapi adanya warga yang rumahnya tidak layak huni, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro mengatakan rumah warga itu sebelumnya pernah diajukan untuk program RTLH dari pemerintah maupun Baznas. Tetapi semuanya ditolak karena tanahnya masih berstatus SK.

Karena itu Kusendro mendorong Pemkot Tegal agar segera menyelesaikan persoalan tanah SK. Dengan begitu jika ada kejadian seperti ini bisa langsung ditangani.

Comment