by

Dua Kali Simpan Mayat dalam Rumah, Pemuka Agama: Tidak Berbau Menyengat, Sangat Aneh

PEMALANG – Dua kali menyimpan mayat anggota keluarganya, keluarga di Dukuh Sukatapa RT 020 RW 003 Desa Plakaran Kecamatan Moga, Pemalang, Jawa Tengah, tidak hanya membuat publik kaget.

Bahkan, pemuka agama desa setempat, Ustaz Zaenuri juga keheranan.

“Yang pertama sudah lama, lebih dari setahun sepertinya. Saya hanya mendengar adiknya (orangtua Saskai) meninggal sudah seminggu tidak dimakamkan,” bebernya.

Zaenuri juga tak habis pikir bagaimana bisa jenazah yang sudah 2,5 bulan tidak menimbulkan bau busuk.

“Tidak sama sekali. Tidak berbau menyengat. Iya, sangat aneh,” kata Zaenuri.

Dikutip dari Pojoksatu, sebelum SAR (14), keluarga tersebut juga menyimpan mayat adik dari orangtua Saskia.

“Sebelumnya juga terjadi hal serupa. Adik kandungnya (adik orangtua Saskia) yang meninggal tidak segera dimakamkan,” ungkap Camat Moga, Umroni, Selasa (11/1).

Saat itu, warga mengetahui bahwa keluarga tersebut menyimpan jenazah lantaran berbau menyengat.

“Yang kami tahu seminggu (jenazah) disimpan di rumah,” bebernya.

Setelah diketahui, warga saat itu langsung memakamkan jenazah adik orangtua Saskia itu.

Hanya saja, Umroni tidak mengetahui persis bagaimana jenazah SAR tidak menimbulkan bau busuk.

“Kalau yang kedua memang warga tidak mencium bau yang menyengat,” kata dia.

Akan tetapi, warga memang sudah curiga lantaran sejak sakit, SAR tak pernah lagi kelihatan seperti biasanya.

“Warga curiga karena tidak (pernah) tampak (terlihat) seperti biasanya,” ujar Umroni. (radartegal.com)

Comment