by

Kasus Pasien Covid-19 yang Meninggal Capai Belasan per Minggu, Tim Pemulasaran Jenazah RSUD Kewalahan

BREBES – Hingga saat ini jumlah kasus pasien Covid-19 yang meninggal dunia di RSUD Brebes masih terus terjadi. Bahkan, dalam kurun waktu beberapa hari jumlah pasien di rumah sakit milik pemerintah tersebut mencapai belasan orang. Hal ini membuat tim pemulasaran jenazah RSUD Brebes kewalahan.

Kepala Ruang Pemulasaran Jenazah RSUD Brebes M. Taufik mengatakan, dalam kurun waktu beberapa hari terakhir memang jumlah pasien Covid-19 yang meninggal cukup banyak.

“Bulan Juni lalu total ada 107 pasien Covid-19 yang meninggal. Sedangkan bulan ini hingga tanggal 4 Juli mencapai 39 orang pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini tenaga pemulasaran jenazah di RSUD Brebes jumlahnya hanya 6 orang. Dari tenaga pemulasaran yang ada, satu di antaranya terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri. Sedangkan satu tenaga perempuan juga sedang sakit tidak bisa berangkat.

“Kita telah upayakan mencari bantuan, namun para relawan menyerah kuat hanya sampai jam lima sore saja. Setelah itu, mereka pamit pulang,” terangnya.

Dengan kondisi yang tidak memungkinkan itu, dirinya meminta kepada kepada keluarga pasien meninggal dunia untuk bersabar. Pasalnya, dalam pemulasaran jenazah harus sesuai standar yang ada.

“Kita pasti berikan pelayanan satu per satu sesuai SOP. Jadi, kita harap keluarga korban untuk bersabar,” ungkapnya.

Taufik menerangkan, jika tenaga pemulasaran jenazah di RSUD Brebes sudah berupaya maksimal. Namun, kendala paling berat saat pengantaran sampai ke tempat pemakaman daerah masing-masing.

“Brebes wilayahnya sangat luas, kita pernah antar jenazah sampai perjalanan dua jam lebih. Belum lagi proses pemakaman jenazah juga membutuhkan waktu. Padahal, di ruang pemulasaran kondisinya antre pasien meninggal dunia. Kami harap pemkab buat kebijakan agar jenazah diambil dan dimakamkan oleh satgas desa masing-masing,” paparnya.

Ditambahkannya, memang pengambilan jenazah bisa dilakukan oleh pihak satgas desa. Di mana, nantinya, satgas desa tinggal mengambil saja dan langsung dimakamkan.

“Di sini mulai dari pemandian dan mengkafani, dan dimasukkan dalam peti jenazah. Jadi, nanti satgas desa mengambil jenazah yang sudah dimasukkan ke peti jenazah dan langsung dibawa ke pemakaman untuk dimakamkan,” pungkasnya. (radartegal.com)

Comment