by

Pasien Covid-19 di Kabupaten Brebes Melonjak, 2 Rumah Sakit Over Kapasitas

BREBES – Bed Occupancy Ratio (BOR) atau angka penggunaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Brebes sangat tinggi.

Pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di daerah itu terus melonjak. Dua rumah sakit di Brebes bahkan mengalami over kapasitas dari tempat tidur yang telah disediakan.

Bahkan ada beberapa pasien yang masuk daftar tunggu. Akibat over kapasitas ini, mereka pun menunggu di ruang transit, untuk menunggu mendapatkan tempat tidur.

Di RSUD Brebes, selama dua pekan terakhir terus menambah tempat tidur pasien Covid-19. Selama dua pekan ini, RSUD Brebes menambah 51 tempat tidur dari sebelumnya ada 108 bed.

“Selama dua minggu ini pasien Covid-19 terus berdatangan, kami akhirnya menambah 51 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Jadi sekarang ada 159 tempat tidur pasien Covid-19. Ini pun sudah full,” kata Direktur RSUD Brebes dr. Rasipin di ruang kerjanya, Rabu (23/6).

Dia menuturkan, ada 18 bed yang disediakan untuk pasien kebidanan Covid-19 atau pasien Covid-19 yang melahirkan. Pihaknya juga menyediakan enam bed di ruang IGD.

Namun saat ini ada 4 pasien Covid-19 belum mendapat tempat tidur di RSUD Brebes. Sementara ada antrean menunggu hasil tes swab dengan jumlah 16 pasien dan diketahui 5 orang positif.

“Pasien yang menunggu hasil swab ada 16 orang, 5 orang di antaranya sudah diketahui positif. Rencana hari ini ada tujuh pasien Covid-19 yang akan pulang. Saat ini ada 141 pasien Covid-19 dan enam di antaranya di IGD sambil menunggu masuk bangsal Covid-19. Dalam seminggu ini juga kami rencana akan menambah 46 bed,” ungkapnya.

Kondisi serupa juga terjadi di RS Bhakti Asih Brebes juga mengalami over kapasitas pasien Covid-19. Ada 36 pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Bahkan lantaran penuh, ada sepasang suami isteri yang diisolasi dalam satu ruangan karena keduanya positif Covid-19. Sementara ada 11 pasien yang hendak masuk ke rumah sakit itu, namun belum bisa.

Direktur RS Bhakti Asih Brebes dr. Khosiatun Azmi mengatakan, pihaknya mengutamakan pasien Covid-19 bergejala termasuk pasien berkormobid untuk mendapatkan ruang isolasi. Ada 11 pasien yang hendak masuk ke RS Bhakti Asih tetapi diminta untuk menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Daftar tunggu di rumah sakit juga ada 5 pasien. Mereka sekarang ditempatkan di di ruang transit. Kondisi sekarang memang sudah kritis. Rumah sakit sudah full semua,” kata Azmi di ruangannya.

Azmi menuturkan, saat ini RS Bhakti Asih tengah berupaya untuk menambah 15 tempat tidur atau bed untuk pasien Covid-19. Ruangan itu saat ini tengah ditata dengan penambahan sejumlah fasilitas penunjang untuk perawatan pasien Covid-19. Sebab selain pasien Covid-19 dari Brebes, ada beberapa pasien dari luar daerah lantaran di daerahnya juga penuh.

“Kami menyiapkan 15 tempat tidur untuk pasien Covid-19 karena ada beberapa pasien dari luar daerah,” tandasnya.

RSUD Bumiayu juga mengalami hal sama. Direktur RSUD Bumiayu dr Yunan Arief Budi Santoso mengatakan, dari 16 bed khusus pasien Covid-19, sekarang tidak menyisakan satu bed pun. Akibatnya, rumah sakit ini tidak lagi menerima pasien Covid-19. Pihaknya juga tak mau terpaksa harus menerima pasien Covid-19.

“Sudah full semua, tidak bisa menerima pasien lagi. Kalau dipaksakan, mau dirawat dimana. Dari 16 bed yang tersedia, semuanya penuh,” pungkasnya. (radartegal.com)

Comment